Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Gunung Bromo Kembali Terbakar, Api Lahap Sabana Pengol Malang

Ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui kawasan strategis pariwisata nasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pada Kamis sore, ti

Gunung Bromo Kembali Terbakar, Api Lahap Sabana Pengol Malang

Ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui kawasan strategis pariwisata nasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pada Kamis sore, titik api secara mengejutkan kembali terdeteksi memancar dari vegetasi kering di Sabana Pengol, sebuah wilayah padang rumput yang masuk dalam zona inti konservasi di kawasan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kejadian ini menambah daftar panjang kerapuhan tata kelola pencegahan bencana di salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia tersebut.

Peristiwa yang memicu alarm bahaya bagi ekosistem dataran tinggi ini membuyarkan harapan publik akan mitigasi komprehensif pasca-kebakaran berulang di wilayah tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan bencana setempat langsung diterjunkan menuju lokasi untuk menahan laju perambatan api agar tidak meluas ke area hutan tutupan yang lebih padat dan membahayakan jalur wisata.

Kronologi dan Penanganan di Lapangan

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan dan informasi yang dihimpun tim investigasi Lurusin.com, titik api mulai mengepul pada kisaran jam-jam rawan saat embusan angin bertiup kencang dari arah timur. Berikut adalah urutan kejadian penanganan awal di kawasan Sabana Pengol:

  1. Kamis Pukul 15.00 WIB: Petugas patroli TNBTS mendeteksi asap tebal membumbung dari lereng Sabana Pengol yang dipenuhi rumput gelagah kering.
  2. Kamis Pukul 15.30 WIB: Pembentukan tim respons cepat bersama personil BPBD Kabupaten Malang dan relawan lokal menuju titik koordinat api.
  3. Kamis Pukul 17.00 WIB: Pemadaman manual berpacu dengan waktu sebelum kegelapan malam menurunkan visibilitas dan membahayakan keselamatan personel pemadam.
  4. Kamis Pukul 19.30 WIB: Penyisiran area batas bakar (firebreak) dilakukan untuk memastikan api tidak merembet ke vegetasi pegunungan yang lebih tinggi.

Rekam Jejak Kebakaran dan Analisis Kerentanan Bromo

Kebakaran yang melanda Sabana Pengol bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ekosistem savana Bromo berada dalam kondisi amat rentan selama musim kemarau ekstrem akibat tumpukan biomassa kering yang melimpah dan aktivitas manusia yang tak sepenuhnya terkontrol. Evaluasi terhadap ancaman kebakaran savana di TNBTS menunjukkan pola kerentanan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Indikator Evaluasi Faktor Risiko Sabana Pengol Dampak Ekologis & Ekonomi
Vegetasi Dominan Rumput savanna & ilalang kering mudah terbakar Kehilangan habitat satwa endemis dan penurunan kualitas tanah
Kondisi Cuaca Angin kencang & kelembaban udara di bawah 30% Api menyebar cepat dalam hitungan menit tanpa sekat bakar memadai
Aksesibilitas Medan Topografi berbukit dan curam Keterlambatan penyaluran peralatan pemadam berat dan tangki air

Ancaman Ekologis dan Desakan Pengawasan Ketat

Pengamat lingkungan dan pakar konservasi menegaskan bahwa berulangnya insiden kebakaran di kawasan Bromo menandakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini (early warning system) serta tata kelola aktivitas di sekitar kawasan konservasi. "Kebakaran berulang di wilayah savana menunjukkan bahwa pencegahan berbasis komunitas dan sistem penyekatan area rawan belum berjalan optimal," ujar pengamat ekologi kehutanan dalam analisis risikonya.

Kejadian ini berpotensi memicu kerugian ekonomi yang cukup signifikan. Selain merusak flora endemik seperti rumput sarang burung dan vegetasi khas pegunungan, kebakaran berkala mengancam stabilitas sektor pariwisata yang menyerap ribuan pelaku usaha mikro di Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Pemerintah daerah bersama otoritas TNBTS dituntut tidak hanya fokus pada aksi pemadaman darurat, namun memprioritaskan alokasi anggaran serta pengawasan ketat terhadap pencegahan dini.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan ketat masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Upaya pendinginan (cooling down) di Sabana Pengol terus diintensifkan guna mencegah munculnya kembali bara api yang tersembunyi di bawah hamparan tanah gambut dan seresah kering. Investigasi mendalam terkait penyebab pasti munculnya titik api di Sabana Pengol kini sedang berjalan di bawah koordinasi pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User