Aug 27, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Gempa NTT Sisakan Trauma dan Kerusakan Parah di Golo Lanak, Manggarai

Gempa berkekuatan besar yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Golo Lanak, Kabupaten Manggarai. Getaran keras yang berlangsung singkat itu cukup u...

Gempa NTT Sisakan Trauma dan Kerusakan Parah di Golo Lanak, Manggarai

Gempa berkekuatan besar yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Golo Lanak, Kabupaten Manggarai. Getaran keras yang berlangsung singkat itu cukup untuk merobohkan sejumlah bangunan dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumahnya dalam keadaan panik. Kini, setelah guncangan mereda, desa itu menghadapi dua persoalan besar sekaligus: kerusakan fisik yang parah dan trauma psikis yang mengendap di benak para korban.

Pemandangan di Golo Lanak pascagempa menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana itu. Rumah-rumah yang sebelumnya menjadi tempat berteduh keluarga kini tampak ambruk, sebagian hanya menyisakan puing-puing dan perabotan yang berserakan. Bangunan yang masih berdiri pun tidak luput dari kerusakan, dengan dinding yang retak dan atap yang runtuh sebagian. Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman, meski fasilitas di lokasi pengungsian masih sangat terbatas.

Getaran utama yang memicu kerusakan itu kemudian diikuti oleh sejumlah gempa susulan yang membuat situasi semakin mencekam. Warga yang baru saja mulai tenang kembali dibuat panik setiap kali tanah berguncang. Di beberapa titik, warga memilih bertahan di halaman terbuka sepanjang malam, menahan dingin, daripada kembali ke rumah yang sudah retak. Kesulitan lain muncul ketika pasokan listrik dan komunikasi ikut terganggu, sehingga warga kesulitan menghubungi kerabat maupun memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan bencana.

Kerusakan Fisik yang Mengubah Wajah Desa

Berdasarkan verifikasi di lapangan, kerusakan paling parah terjadi pada rumah-rumah warga yang dibangun tanpa konstruksi tahan gempa. Dinding bata yang tidak diperkuat rangka beton menjadi yang pertama kali runtuh saat guncangan datang. Kondisi geografis Desa Golo Lanak yang berada di kawasan perbukitan juga memperbesar risiko, terutama terhadap longsoran tanah yang menyertai gempa.

Kerusakan sarana umum ikut memperparah situasi. Akses jalan menuju desa dikabarkan terganggu oleh material yang menutupi badan jalan, sehingga memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Warga mengaku butuh waktu berhari-hari untuk kembali mengakses kebutuhan pokok karena sejumlah fasilitas, termasuk tempat ibadah dan pos kesehatan, ikut mengalami kerusakan. Data menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama agar kehidupan warga dapat berjalan normal kembali.

Trauma yang Tidak Terlihat di Balik Reruntuhan

Di balik kerusakan yang tampak kasatmata, terdapat luka yang tidak terlihat: trauma mendalam yang dialami warga, terutama anak-anak. Guncangan gempa yang datang tiba-tiba meninggalkan ketakutan yang sulit dihilangkan. Banyak warga mengaku masih enggan kembali ke dalam rumah karena khawatir gempa susulan akan kembali mengguncang. Anak-anak menunjukkan gejala ketakutan berlebihan, sulit tidur, dan mudah terkejut oleh suara keras.

Kondisi psikologis ini, menurut pengamat kebencanaan, sama seriusnya dengan kerusakan fisik dan tidak boleh diabaikan. Pendampingan psikososial menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Golo Lanak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Tanpa penanganan yang tepat, trauma pascagempa dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental warga.

Respons Tanggap Darurat dan Kebutuhan Warga

Menghadapi kondisi tersebut, berbagai pihak bergerak melakukan respons tanggap darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur TNI, Polri, dan relawan diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pendataan korban, serta penyaluran bantuan. Posko pengungsian didirikan untuk menampung warga yang rumahnya rusak, dengan dapur umum dan layanan kesehatan darurat yang disiagakan. Bantuan logistik berupa tenda, makanan siap saji, air bersih, dan selimut mulai didistribusikan secara bertahap.

Meski begitu, warga Golo Lanak masih membutuhkan banyak hal untuk kembali bangkit. Kebutuhan mendesak meliputi terpal untuk menutup atap yang rusak, bahan bangunan untuk perbaikan rumah, serta layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi korban. Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun skema bantuan perbaikan rumah agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

Harapan Pemulihan di Tengah Keterbatasan

Di tengah keterbatasan, warga Golo Lanak berusaha tetap tegar. Gotong royong antarwarga mulai terlihat, baik dalam membersihkan puing reruntuhan maupun membangun kembali tempat tinggal darurat. Pengalaman pahit ini juga menjadi pelajaran penting tentang pentingnya membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa serta menyiapkan jalur evakuasi yang aman. Edukasi kebencanaan dinilai perlu diperkuat agar warga lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.

Pemulihan pascagempa bukanlah proses yang singkat. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat untuk memastikan warga Golo Lanak dapat kembali menjalani hidup dengan layak. Di atas segalanya, kehadiran bantuan yang tepat sasaran dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar luka akibat gempa ini perlahan sembuh, baik secara fisik maupun batin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User