Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Buol Sulawesi Tengah Pagi Ini

KABUPATEN BUOL, SULAWESI TENGAH — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Selasa pagi. Bada

Jul 13, 2026 - 03:35
0 0
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Buol Sulawesi Tengah Pagi Ini

KABUPATEN BUOL, SULAWESI TENGAH — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Selasa pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan cukup signifikan oleh warga di beberapa kecamatan sekitar episentrum.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa gempa terjadi pada pukul 08.17 WITA. Hasil analisis BMKG menunjukkan episentrum gempa terletak pada koordinat 1,08° Lintang Utara dan 121,43° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak sekitar 12 kilometer arah tenggara Kota Buol dengan kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tolitoli (Tolitoli Thrust Fault). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Daryono.

Kronologi Kejadian Gempa Buol

Berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG dan kesaksian warga setempat, berikut rangkaian peristiwa gempa Buol yang terjadi pada Selasa pagi:

  1. Pukul 08.17.32 WITA — Gempa utama berkekuatan M 5,4 terjadi dengan pusat gempa di darat, 12 km tenggara Kota Buol, kedalaman 10 km. Getaran berlangsung sekitar 5-8 detik.
  2. Pukul 08.19 WITA — BMKG melalui sistem InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) mengeluarkan informasi awal bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
  3. Pukul 08.22 WITA — Warga di Kecamatan Biau, Bunobogu, dan Tiloan melaporkan merasakan guncangan kuat. Beberapa warga berhamburan keluar rumah dan gedung perkantoran.
  4. Pukul 08.25 WITA — Tim BPBD Kabupaten Buol mulai melakukan asesmen cepat ke sejumlah titik untuk memeriksa kondisi bangunan dan memastikan keselamatan warga.
  5. Pukul 08.45 WITA — BMKG merilis informasi resmi parameter gempa yang telah diperbarui melalui kanal resmi dan media sosial.
  6. Pukul 09.00 WITA — Situasi berangsur kondusif. Warga yang sempat mengungsi ke tempat terbuka mulai kembali ke rumah masing-masing, meski sebagian masih waspada terhadap potensi gempa susulan.

Dampak dan Skala Intensitas Guncangan

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas bervariasi:

  • Skala Intensitas IV-V MMI di Kabupaten Buol — Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, barang-barang ringan bergeser, dan beberapa bangunan mengalami retakan ringan pada dinding.
  • Skala Intensitas III MMI di Tolitoli — Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan truk berat sedang melintas.
  • Skala Intensitas II-III MMI di Gorontalo — Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa ini. Namun, BPBD Kabupaten Buol melaporkan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan, termasuk retakan pada dinding rumah warga dan plafon yang runtuh di beberapa gedung sekolah. Tim gabungan masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Gempa Susulan dan Imbauan BMKG

Hingga pukul 11.00 WITA, BMKG mencatat telah terjadi dua kali gempa susulan dengan magnitudo kecil, masing-masing M 3,2 pada pukul 08.41 WITA dan M 2,8 pada pukul 09.55 WITA. Kedua gempa susulan tersebut tidak dirasakan oleh warga.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi," tegas Daryono.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke dalam rumah pasca gempa. Pastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan, seperti retakan pada tiang penyangga atau fondasi yang bergeser.

Konteks Geologis: Sesar Aktif di Sulawesi Tengah

Wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Buol, dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh posisi geografisnya yang berada pada zona pertemuan beberapa lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, serta ditambah dengan keberadaan lempeng mikro seperti Lempeng Laut Maluku.

Sesar Naik Tolitoli yang menjadi pemicu gempa kali ini merupakan salah satu struktur sesar aktif yang membentang di bagian utara Sulawesi Tengah. Sesar ini memiliki sejarah kegempaan yang cukup signifikan. Pada tahun 1996, wilayah ini pernah diguncang gempa berkekuatan M 7,9 yang memicu tsunami di pesisir utara Sulawesi. Sementara itu, pada Januari 2021, gempa M 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat juga berkaitan erat dengan aktivitas sesar naik di zona ini, menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan ribuan bangunan.

Seismolog dari Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) menyebutkan bahwa aktivitas Sesar Naik Tolitoli terus dipantau secara intensif mengingat potensi akumulasi energinya yang belum sepenuhnya terlepas. Masyarakat di sepanjang jalur sesar ini diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.

Kesiapsiagaan Masyarakat dan Mitigasi Bencana

Gempa Buol pagi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah rawan gempa, tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Berikut beberapa langkah mitigasi yang direkomendasikan oleh BNPB dan BMKG:

  • Sebelum Gempa: Kenali struktur rumah, pastikan bangunan memenuhi standar tahan gempa, siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, air minum, senter, dan baterai cadangan.
  • Saat Gempa: Lindungi kepala dan leher dengan berteduh di bawah meja kokoh (drop, cover, hold on), jauhi jendela dan benda-benda yang mudah jatuh, jika berada di luar ruangan jauhi bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon.
  • Setelah Gempa: Evakuasi ke tempat terbuka, waspadai potensi gempa susulan, periksa kebocoran gas atau korsleting listrik, dan pantau informasi resmi dari BMKG dan BNPB.

Pemerintah Kabupaten Buol melalui BPBD setempat juga terus menggencarkan program edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk simulasi evakuasi di sekolah-sekolah dan pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi di titik-titik strategis. Namun, kesadaran kolektif masyarakat untuk serius mempersiapkan diri menghadapi bencana masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

[SOCIAL_TWEET]: Gempa M 5,4 guncang Buol, Sulawesi Tengah pagi ini. BMKG pastikan TIDAK berpotensi tsunami. Episentrum 12 km tenggara Kota Buol, kedalaman 10 km akibat aktivitas Sesar Naik Tolitoli. Warga diimbau tetap tenang! #Gempa #Buol #BMKG #SulawesiTengah[SOCIAL_TG]: 📡 BREAKING: Gempa M 5,4 guncang Buol, Sulawesi Tengah pagi ini pukul 08.17 WITA. Kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami. Warga berhamburan keluar rumah. Baca selengkapnya ⬇️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User