Gempa Magnitudo 5,1 di Buol Telan Satu Korban Jiwa

Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah kembali diguncang aktivitas seismik yang cukup signifikan pada Minggu malam, 12 Juli 2025. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 21.46 WITA ini terekam memiliki kekuat...

Jul 13, 2026 - 17:31
0 1

Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah kembali diguncang aktivitas seismik yang cukup signifikan pada Minggu malam, 12 Juli 2025. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 21.46 WITA ini terekam memiliki kekuatan magnitudo 5,1 dan berasal dari pergerakan lempeng tektonik. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan massal, tetapi juga merenggut nyawa seorang warga.

Guncangan Kuat dan Kepanikan Warga

Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa berada di koordinat sekitar 1,15 derajat Lintang Utara dan 121,42 derajat Bujur Timur, atau berlokasi di darat pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi ini cukup dekat dengan permukiman sehingga getaran terasa sangat kuat di sejumlah kecamatan. Warga Buol dan sekitarnya merasakan guncangan selama beberapa detik yang membuat banyak orang berhamburan keluar rumah. Sejumlah bangunan, terutama yang berkonstruksi semi permanen, mengalami keretakan pada dinding dan plafon.

Rekaman sensor seismik menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori dangkal. Kedalaman hiposenter yang hanya 10 kilometer menyebabkan energi mekanik tersalurkan dengan intensitas tinggi ke permukaan. Meski magnitudo 5,1 tidak termasuk gempa besar, efek kerusakan tetap terasa akibat faktor kedalaman dan kondisi tanah setempat yang didominasi oleh endapan aluvial lunak. Fenomena ini kerap memperkuat efek guncangan dan meningkatkan potensi kerusakan struktural.

Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana mencekam ketika tanah tiba-tiba bergoyang. Mereka yang tengah beristirahat di rumah langsung berlari ke luar, sementara keluarga dengan anak kecil berusaha menyelamatkan diri sambil berteriak. Jaringan komunikasi sempat terganggu dalam beberapa menit pertama pascagempa, menambah kebingungan masyarakat. Meski demikian, tidak ada potensi tsunami yang menyusul karena episenter berada di daratan dan kekuatan gempa masih di bawah ambang batas pembangkit gelombang laut.

Korban Jiwa dan Dampak Kerusakan

Petaka yang paling memilukan adalah jatuhnya korban meninggal dunia. Seorang pria paruh baya, yang identitasnya masih dalam proses verifikasi pihak keluarga, tewas setelah tertimpa reruntuhan tembok dapur rumahnya sendiri. Saat gempa terjadi, korban diduga tengah berada di dalam ruangan dan tidak sempat menyelamatkan diri. Tim medis yang tiba di lokasi menyatakan korban mengalami cedera parah di bagian kepala dan langsung meninggal di tempat.

Selain korban jiwa, beberapa warga lainnya mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca atau terbentur benda keras saat berupaya melarikan diri. Layanan kesehatan setempat mencatat setidaknya tujuh orang memerlukan perawatan rawat jalan, sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit karena mengalami patah tulang tertimpa atap yang ambruk.

Di sektor permukiman, sebanyak 27 unit rumah dilaporkan rusak ringan, sementara tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan struktural yang cukup serius sehingga tidak bisa dihuni untuk sementara waktu. Fasilitas umum seperti gedung sekolah dasar dan sebuah puskesmas pembantu juga ikut terdampak dengan retakan pada kolom penyangga. Jalan utama menuju desa terpencil sempat terputus akibat longsoran kecil yang dipicu oleh getaran, namun akses sudah kembali pulih setelah alat berat dikerahkan pagi ini.

Respons Cepat Pemerintah Daerah dan Imbauan BMKG

Pemerintah Kabupaten Buol langsung mengaktifkan posko tanggap darurat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bupati Buol dalam keterangan singkatnya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh kebutuhan dasar bagi warga terdampak akan dipenuhi. Dapur umum didirikan untuk menyuplai makanan siap saji, sementara tenda pengungsian disediakan bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan parah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laporan resminya menegaskan bahwa gempa Buol bukanlah gempa susulan dari aktivitas seismik besar di wilayah lain, melainkan pelepasan energi mandiri dari sesar lokal yang belum terpetakan secara detail. Hingga pagi tadi, BMKG mencatat ada empat kali gempa susulan dengan magnitudo kecil berkisar 2,7 hingga 3,4, namun tidak menimbulkan kerusakan berarti. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan retak yang belum diperiksa kelayakannya.

Kepala Pelaksana BPBD Buol mengonfirmasi bahwa proses pendataan masih terus berlangsung dan jumlah kerusakan berpotensi bertambah seiring laporan dari desa-desa yang sulit dijangkau. Tim reaksi cepat diterjunkan untuk melakukan asesmen teknis terhadap struktur bangunan publik, terutama sekolah, guna memastikan keamanan sebelum kegiatan belajar mengajar dilanjutkan. Pihak PLN juga bergerak memulihkan jaringan listrik di dua kecamatan yang sempat padam akibat tiang listrik miring.

Gempa bumi tektonik memang menjadi ancaman konstan bagi Sulawesi Tengah yang berada di jalur subduksi kompleks dan dipenuhi patahan mikro. Kejadian ini menambah daftar panjang bencana serupa di wilayah tersebut. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk rutin mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana dan membangun hunian tahan gempa yang sesuai standar. Sebagai langkah jangka pendek, pendistribusian paket logistik, selimut, dan air bersih diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung. Harapan terbesar tentu saja agar tidak ada lagi korban jiwa dan seluruh aktivitas bisa kembali normal dalam waktu singkat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User