Oct 21, 2026
factcheck

Foto Gibran Serahkan Ijazah Ternyata Peristiwa Lama

Sebuah unggahan berisi foto yang diklaim sebagai peristiwa baru ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazah pendidikannya beredar luas di media sosial. Berdasarkan verifikasi yang ...

Foto Gibran Serahkan Ijazah Ternyata Peristiwa Lama

Sebuah unggahan berisi foto yang diklaim sebagai peristiwa baru ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazah pendidikannya beredar luas di media sosial. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan Lurusin, klaim bahwa foto tersebut merupakan peristiwa terkini tidak akurat. Foto dimaksud terekam pada 20 November 2023, jauh sebelum momen unggahan viral tersebut.

Investigasi terhadap kronologi dan lokasi pemotretan menunjukkan bahwa gambar itu diambil di Balai Kota Solo, ketika Gibran masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Dalam peristiwa tersebut, ia memperlihatkan dokumen ijazah yang dikeluarkan oleh University of Bradford, Inggris. Dengan demikian, konteks waktu yang dilekatkan pada unggahan viral bertentangan dengan fakta historis peristiwa itu sendiri.

Klaim yang Beredar

Klaim yang beredar menyatakan bahwa foto tersebut menampilkan peristiwa baru, seolah-olah Gibran baru saja menunjukkan ijazahnya sebagai respons atas polemik yang tengah berkembang belakangan ini. Narasi itu disebarkan tanpa menyertakan keterangan tanggal pengambilan gambar, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa terjadi dalam waktu dekat.

Klaim: Foto Gibran menunjukkan ijazah merupakan peristiwa baru.

Fakta: Foto diambil pada 20 November 2023 di Balai Kota Solo, saat Gibran masih menjabat Wali Kota Surakarta.

Penyebaran ulang gambar lama sebagai peristiwa baru merupakan pola yang lazim ditemukan dalam misinformasi digital. Teknik ini memanfaatkan konteks yang sedang hangat untuk memberi kesan relevansi, meskipun materi visual yang digunakan sudah pernah dipublikasikan sebelumnya.

Verifikasi Berdasarkan Data dan Lokasi

Verifikasi dilakukan dengan menelusuri jejak publikasi awal gambar tersebut. Data menunjukkan bahwa foto itu telah beredar sejak November 2023, bersamaan dengan agenda di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Sejumlah arsip pemberitaan pada periode itu mencatat momen ketika Gibran memperlihatkan dokumen akademiknya di hadapan publik di Balai Kota Solo.

Lokasi pemotretan juga dapat dikonfirmasi melalui elemen visual yang konsisten dengan interior Balai Kota Solo. Selain itu, tidak ditemukan bukti pendukung yang menunjukkan adanya peristiwa baru serupa pada periode unggahan viral. Sumber resmi maupun arsip dokumentasi tidak mencatat agenda tersebut sebagai kejadian terkini.

Perlu dicatat bahwa ijazah yang ditunjukkan merupakan dokumen dari University of Bradford. Informasi mengenai lembaga pendidikan tersebut dapat diverifikasi melalui catatan resmi universitas dan dokumen akademik yang bersangkutan. Tidak ada indikasi bahwa dokumen yang ditampilkan berbeda dari yang disebutkan dalam klaim.

Mengapa Klaim Ini Menyesatkan

Klaim tersebut menyesatkan karena memindahkan peristiwa lama ke dalam kerangka waktu yang baru tanpa dasar. Dampaknya, publik dapat salah memahami kronologi dan mengaitkan foto tersebut dengan dinamika politik yang sedang berlangsung. Praktik semacam ini bertentangan dengan prinsip penyajian informasi yang akurat.

Berdasarkan verifikasi, tidak ada bukti yang mengarah pada peristiwa baru. Sebaliknya, bukti menunjukkan bahwa foto itu sudah berusia lebih dari satu tahun pada saat unggahan viral muncul. Tanggal 20 November 2023 menjadi penanda penting yang membantah klaim kebaruan tersebut.

Kesimpulan Lurusin atas klaim ini adalah MISLEADING. Foto yang ditampilkan memang autentik sebagai dokumentasi peristiwa tahun 2023, namun penyajiannya sebagai peristiwa baru tidak didukung bukti. Masyarakat disarankan memeriksa tanggal, lokasi, dan konteks sebelum menyebarkan ulang gambar serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User