Erick Thohir Umumkan Program Strategis Pembinaan Atlet Muda Indonesia
JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menggelar konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI,
JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menggelar konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Selasa (23/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, Erick memaparkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fondasi pembangunan olahraga nasional dalam beberapa tahun mendatang, mencakup pembinaan atlet muda, peningkatan infrastruktur, serta persiapan kontingen Indonesia menghadapi berbagai ajang internasional.
Fokus pada Pembinaan Atlet Usia Dini
Erick Thohir menegaskan bahwa kunci keberhasilan prestasi olahraga nasional terletak pada pembinaan sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa Kemenpora tengah merancang program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) jilid kedua yang akan lebih masif menjangkau daerah-daerah terpencil.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan atlet-atlet yang sudah jadi. Harus ada pipeline yang jelas dari level sekolah dasar hingga elite. DBON jilid kedua ini akan fokus pada 14 cabang olahraga prioritas dengan melibatkan pemerintah daerah secara aktif," ujar Erick Thohir di hadapan awak media.
Program ini mencakup pengiriman pelatih bersertifikasi internasional ke 38 provinsi, penyediaan peralatan olahraga standar kompetisi, serta pemberian beasiswa bagi atlet muda berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,3 triliun untuk periode 2025-2028.
Peningkatan Infrastruktur Olahraga di Daerah
Selain pembinaan atlet, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur olahraga. Ia mengakui bahwa selama ini fasilitas olahraga berkualitas masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya di kota-kota besar. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Kemenpora telah menandatangani nota kesepahaman dengan 22 pemerintah provinsi guna membangun pusat pelatihan olahraga (sport center) bertaraf nasional.
- Pembangunan 10 stadion mini di Indonesia bagian timur
- Renovasi 50 gelanggang olahraga (GOR) yang tersebar di seluruh Indonesia
- Pembangunan pusat pelatihan akuatik di Manado dan Ambon
- Peningkatan fasilitas sport science di Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Surabaya
"Pemerataan infrastruktur ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dari Sabang sampai Merauke. Setiap anak Indonesia berhak mendapat akses fasilitas olahraga yang layak," tegas Erick.
Persiapan Menuju Multi-Event Internasional
Dalam konferensi pers tersebut, Erick Thohir juga membeberkan roadmap persiapan kontingen Indonesia menghadapi tiga multi-event besar: Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang; SEA Games 2027; dan Olimpiade 2028 di Los Angeles. Ia menargetkan Indonesia mampu menyabet minimal 12 medali emas di Asian Games 2026, meningkat signifikan dari capaian sebelumnya.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Kemenpora telah menyusun program pelatihan terpadu (national training camp) jangka panjang bagi 300 atlet dari 28 cabang olahraga. Program ini akan dimulai pada Januari 2026 dan melibatkan pelatih asing dari Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Eropa Timur.
"Kita serius. Tidak ada lagi persiapan dadakan. Atlet-atlet kita akan menjalani pemusatan latihan minimal 18 bulan sebelum Asian Games. Mereka juga akan dikirim ke berbagai kejuaraan dunia sebagai ajang uji coba," papar Erick.
Kesejahteraan Atlet dan Bonus Prestasi
Erick Thohir juga mengumumkan revisi skema bonus bagi atlet berprestasi. Mulai tahun 2025, peraih medali emas Olimpiade akan mendapatkan bonus Rp6 miliar, naik dari sebelumnya Rp5 miliar. Sementara peraih medali emas Asian Games akan menerima Rp2,5 miliar. Tak hanya itu, Kemenpora juga menyiapkan program pensiun dan jaminan kesehatan seumur hidup bagi atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
Konferensi pers ini menjadi sinyal kuat bahwa era baru pembangunan olahraga Indonesia tengah dimulai di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Publik kini menanti realisasi dari berbagai program ambisius yang telah diumumkan.
[SOCIAL_TWEET]: Erick Thohir umumkan DBON jilid kedua dengan anggaran Rp2,3T untuk pembinaan atlet muda di 14 cabang olahraga prioritas. Bonus Olimpiade naik jadi Rp6M! Era baru olahraga Indonesia dimulai. #ErickThohir #OlahragaIndonesia #DBON[SOCIAL_TG]: 🏅 Erick Thohir umumkan program strategis Kemenpora! DBON jilid kedua siap danai pembinaan atlet muda Rp2,3T. Target 12 emas Asian Games 2026. Bonus Olimpiade naik jadi Rp6M! Era baru olahraga Indonesia telah dimulai 🇮🇩
Comments (0)