Elektrifikasi Jalur Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung Rampung 2027
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proyek elektrifikasi jalur kereta rel listrik (KRL) lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang dikenal sebagai Green Line akan tuntas pada 2027. Proyek stra
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proyek elektrifikasi jalur kereta rel listrik (KRL) lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang dikenal sebagai Green Line akan tuntas pada 2027. Proyek strategis ini mencakup peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) agar rangkaian KRL dapat beroperasi dengan formasi 12 gerbong (SF12), naik signifikan dari kapasitas saat ini yang hanya mendukung 8 hingga 10 gerbong per rangkaian. Langkah tersebut merupakan respons langsung terhadap lonjakan volume penumpang yang terus meningkat di koridor barat Jabodetabek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lurusin.com, peningkatan kapasitas ini akan ditempuh melalui penambahan 11 gardu traksi baru di sepanjang lintas dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung. Gardu traksi merupakan komponen vital yang menyuplai daya listrik ke kabel atas (LAA) sehingga kereta dapat melaju dengan tenaga optimal. Dengan tambahan tersebut, sistem kelistrikan jalur Green Line akan mampu menopang beban rangkaian yang lebih panjang dan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui bahwa proses elektrifikasi ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, mengingat kompleksitas penggantian infrastruktur kelistrikan di sepanjang koridor yang membentang hingga ke Rangkasbitung. Ia mengungkapkan optimisme sekaligus harapan agar target penyelesaian pada 2027 dapat terpenuhi.
“Harapannya sih bisa cepat. Makanya saya kemarin ke Pak Dirjen, kapan mulai dikerjakan karena mereka harus mengganti gardu listriknya dengan yang baru, dan itu kan lumayan panjang tuh sampai ke Rangkas ya. Saya sih berharap itu bisa cepat dan bisa selesai di tahun 2027 sih mudah-mudahan,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat layanan transportasi massal berbasis rel di wilayah aglomerasi Jakarta. Selama ini, Green Line menjadi tulang punggung mobilitas warga dari Tangerang, Serang, hingga Lebak menuju pusat ibu kota. Dengan implementasi SF12, satu rangkaian kereta dapat mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan, sehingga diharapkan mengurangi kepadatan pada jam sibuk.
Lurusin.com mencatat bahwa peningkatan kapasitas lintas ini juga akan diikuti dengan penyesuaian sistem persinyalan dan peron stasiun agar sesuai dengan panjang rangkaian 12 gerbong. Meskipun Kemenhub menargetkan rampung 2027, sejumlah tantangan teknis seperti pembebasan lahan untuk gardu traksi, sinkronisasi dengan sistem eksisting, serta potensi gangguan selama masa konstruksi masih menjadi perhatian utama. Namun demikian, komitmen yang disampaikan Menhub menunjukkan arah yang jelas bagi percepatan modernisasi KRL Jabodetabek.
Comments (0)