Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

El Nino Bukan Penyebab Utama Karhutla, Kerusakan Gambut Faktor Dominan

Berdasarkan verifikasi forensik terhadap narasi yang beredar setiap musim kemarau, Lurusin menguji klaim bahwa fenomena El Nino merupakan penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indones...

El Nino Bukan Penyebab Utama Karhutla, Kerusakan Gambut Faktor Dominan

Berdasarkan verifikasi forensik terhadap narasi yang beredar setiap musim kemarau, Lurusin menguji klaim bahwa fenomena El Nino merupakan penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Hasil pemeriksaan terhadap data resmi, laporan lembaga pemantau, dan publikasi ilmiah menunjukkan klaim tersebut tidak akurat secara kausal. El Nino terbukti berperan sebagai faktor perparah, bukan akar penyebab.

Klaim yang Diverifikasi

"El Nino adalah biang utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan."

Narasi ini lazim muncul pada periode kemarau panjang dan kerap digunakan untuk menyederhanakan kompleksitas persoalan karhutla. Klaim tersebut mengimplikasikan bahwa tanpa El Nino, kebakaran skala besar tidak akan terjadi. Tim verifikasi menelusuri tiga jalur pembuktian: kondisi hidrologi gambut, sebaran titik panas, serta pola aktivitas manusia di lokasi kejadian.

Hasil Verifikasi: Gambut Terdegradasi adalah Bahan Bakar Utama

Faktanya adalah ekosistem gambut alami bersifat jenuh air dan sulit terbakar. Kondisi ini berubah drastis ketika lapisan gambut dikeringkan melalui pembangunan kanal drainase, pembukaan lahan perkebunan, dan konversi fungsi hutan. Data Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mencatat jutaan hektare gambut Indonesia berstatus terdegradasi akibat kanal dan drainase ilegal yang menurunkan muka air tanah.

Gambut yang kering menjadi bahan bakar organik dengan potensi pembakaran bawah permukaan yang sulit dipadamkan. Data sistem pemantauan kebakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SiPongi, sipongi.menlhk.go.id) menunjukkan konsentrasi titik panas dominan berada di provinsi berlanskap gambut seperti Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Pola geografis ini bertentangan dengan logika bahwa El Nino sebagai fenomena iklim global akan menyebar risiko secara merata.

Bukti kunci: kebakaran gambut tetap tercatat pada tahun-tahun tanpa El Nino kuat, selaras dengan temuan lembaga pemantau Pantau Gambut bahwa kerusakan hidrologi, pengeringan, perubahan fungsi lahan, dan aktivitas manusia merupakan faktor utama yang memperbesar risiko karhutla.

Peran Aktual El Nino: Pemicu Sekunder, Bukan Akar Masalah

Data Indeks Samudera Pasifik Selatan dari BMKG menunjukkan El Nino memperpanjang durasi musim kemarau dan menurunkan curah hujan. Kondisi ini mempercepat pengeringan permukaan gambut yang telah rusak sehingga ambang kebakaran lebih mudah terlampaui. Namun, verifikasi menegaskan hubungan sebab-akibatnya bersifat kondisional: El Nino hanya memperbesar intensitas pada lahan yang sudah terdegradasi.

Gambut alami yang terjaga muka airnya relatif resisten meskipun menghadapi kemarau panjang. Sebaliknya, pada lahan gambut terkanal, kebakaran dapat terjadi bahkan pada tahun iklim normal. Temuan ini diperkuat oleh catatan investigasi lapangan yang mengidentifikasi pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai aktivitas manusia berulang di titik-titik rawan, independen dari siklus El Nino.

Rantai Kausal Berdasarkan Bukti

Berdasarkan verifikasi silang antara data hidrologi, citra satelit, dan laporan resmi, rantai kausal karhutla dapat disusun sebagai berikut:

Pertama, degradasi gambut melalui kanalisasi dan konversi lahan menciptakan stok bahan bakar masif. Kedua, aktivitas manusia seperti pembakaran lahan untuk persiapan tanam menjadi sumber api awal. Ketiga, El Nino memperpanjang musim kering dan memperluas area yang memenuhi ambang flammabilitas. Tanpa elemen pertama dan kedua, elemen ketiga tidak memiliki bahan bakar yang memadai untuk menghasilkan karhutla skala besar.

Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan verifikasi terhadap data SiPongi KLHK, laporan BRGM, analisis Pantau Gambut, dan indeks iklim BMKG, klaim bahwa El Nino adalah biang utama karhutla dinilai MISLEADING. Fenomena iklim tersebut nyata memperparah situasi, tetapi faktor dominan yang memperbesar risiko adalah kerusakan gambut, pengeringan, perubahan fungsi lahan, dan aktivitas manusia.

Menyatakan El Nino sebagai penyebab tunggal berpotensi menyesatkan karena mengalihkan fokus kebijakan dari restorasi hidrologi gambut, penertiban kanal, dan penegakan hukum atas pembakaran lahan. Faktanya adalah intervensi paling efektif terletak pada pemulihan muka air gambut dan pengendalian aktivitas manusia di lanskap rawan, bukan sekadar antisipasi siklus iklim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User