Eko Maung: Soal Mariano Peralta, Persija Tak Bisa Kasih yang Diberikan Persib Bandung
Peta persaingan untuk merekrut gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, memasuki babak baru. Direktur Teknik Persib Bandung, Eko Maung, menyampaik
Peta persaingan untuk merekrut gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, memasuki babak baru. Direktur Teknik Persib Bandung, Eko Maung, menyampaikan keyakinan kuat bahwa pemain berusia 27 tahun itu akan merapat ke Stadion Si Jalak Harupat pada jendela transfer musim panas 2026. Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa upaya rival sekota, Persija Jakarta, untuk mengamankan tanda tangannya telah menemui jalan buntu karena keterbatasan sumber daya.
Peta Persaingan: Persija Mulai, Persib Mengunci?
Menurut data transfer yang dirilis platform Transfermarkt pada awal Mei 2026, kontrak Peralta bersama klubnya saat ini, Club Atlético Lanús di Divisi Utama Argentina, akan berakhir pada 30 Juni 2026. Situasi bebas transfer ini memicu perhatian sejumlah klub Asia Tenggara. Persija Jakarta adalah yang pertama menyatakan minat secara resmi, sebagaimana diungkapkan oleh manajer tim Macan Kemayoran melalui saluran media internal klub pada 1 Maret 2026. Namun, negosiasi tak kunjung mencapai kata sepakat.
Sumber internal Persija yang enggan disebutkan namanya kepada media, mengisyaratkan bahwa nilai gaji yang diajukan Peralta di luar jangkauan struktur upah tim. Di tengah kebuntuan itulah, Persib Bandung muncul dengan proposal yang lebih kompetitif. Dalam laporan keuangan tahunan PT Persib Bandung Bermartabat yang dirilis bursa efek pada 31 Desember 2025, beban gaji pemain klub naik 18% dibanding tahun sebelumnya—mendorong batas anggaran hingga Rp196 miliar. Alokasi tersebut membuka ruang bagi manuver agresif di bursa transfer.
Detail Tawaran: Kompensasi dan Proyeksi Peran
Berdasarkan salinan draf kontrak yang beredar di kalangan agen berlisensi FIFA, Persib mengajukan paket kontrak dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun. Nilai bersih per musim yang disodorkan mencapai Rp6,2 miliar—belum termasuk bonus penampilan, bonus gol, serta hak atas 30% nilai sponsor individu. Jumlah itu melampaui tawaran awal Persija yang berada di kisaran Rp4,5 miliar per musim dan tidak mencakup klausul sponsor pribadi.
Di luar aspek finansial, kekuatan tawaran Persib terletak pada jaminan peran sentral. Pelatih kepala Luis Milla secara informal telah berdiskusi dengan perwakilan pemain pada 19 April 2026, menjelaskan bahwa Peralta akan menjadi pengganti langsung dari gelandang serang yang tengah cedera panjang, Febri Hariyadi. Dengan status bebas transfer, biaya akuisisi nol juga memungkinkan Persib mengalihkan seluruh alokasi dana ke kompensasi pemain, sebuah keistimewaan langka dalam bursa pemain Asia.
Rekam Jejak Peralta dan Dampak yang Dinanti
Mariano Peralta bukan nama yang asing di kancah Conmebol. Selama tiga musim terakhir di Lanús, ia mencatatkan 19 gol dan 27 assist dalam 94 penampilan di semua kompetisi. Statistik heatmap pertandingan menunjukkan mobilitas tinggi di area sepertiga akhir lapangan, dengan kontribusi bertahan yang memadai (rata-rata 2.1 tekel sukses per 90 menit). Catatan disiplinnya pun bersih: hanya tiga kartu kuning tanpa sekali pun diganjar kartu merah dalam dua musim terakhir.
Analis sepak bola regional, Indra Sjafri, dalam program diskusi mingguan di stasiun televisi nasional pada 25 Mei 2026, menilai Peralta akan membawa dimensi kreativitas yang selama ini kurang di lini depan Persib. “Dengan mekanisme bebas transfer, investasi ini masuk akal secara keuangan, asalkan target liga dan AFC terpenuhi,” ujar Sjafri. Sementara itu, sumber di PT Liga Indonesia Baru menyebutkan bahwa regulasi pemain asing AFF/Non-Asia pada musim 2026/2027 masih menyediakan kuota 3+1, sehingga slot untuk Peralta tidak berbenturan dengan pemain asing yang telah ada.
Pernyataan Resmi Eko Maung
Dalam wawancara eksklusif bersama kanal resmi Persib yang disiarkan langsung pada 31 Mei 2026, Eko Maung menyampaikan perkembangan terkini.
“Soal Mariano Peralta, kami sudah berada di tahap final. Dokumen pribadi dan medis sudah kami terima. Persija sebelumnya mungkin punya keinginan yang sama, tapi secara realistis, mereka tak bisa memberikan apa yang kami sediakan—baik dari sisi finansial maupun proyek tim. Saya optimistis, sebelum 15 Juni, pengumuman resmi sudah bisa disampaikan ke Bobotoh.”
Pernyataan itu menegaskan dominasi Persib dalam negosiasi ini. Eko Maung enggan menyebut angka pasti, namun dokumen internal klub yang beredar menunjukkan proses due diligence sudah memasuki verifikasi akhir oleh tim legal.
Comments (0)