Eddy Soeparno: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat CSS Terbesar Asia-Pasifik

LONDON — Dalam forum internasional London Climate Week 2026 di Imperial College London, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai calon pusat p

Jul 08, 2026 - 05:35
0 0
Eddy Soeparno: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat CSS Terbesar Asia-Pasifik

LONDON — Dalam forum internasional London Climate Week 2026 di Imperial College London, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai calon pusat penyimpanan karbon atau carbon storage hub terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Pernyataan ini mengemuka saat Eddy tampil sebagai pembicara utama dalam sesi Fireside Chat yang mempertemukan para akademisi, pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan global.

Eddy menekankan bahwa upaya dekarbonisasi di Asia-Pasifik menghadapi tantangan yang tidak bisa diatasi secara sendiri-sendiri oleh tiap negara. Diperlukan kolaborasi lintas batas yang terintegrasi, dan Indonesia memiliki modal besar untuk mengambil peran sentral dalam ekosistem ini. Dengan cadangan geologis berupa akuifer garam dalam dan reservoir minyak serta gas yang telah terkuras, Indonesia dinilai memiliki kapasitas penyimpanan karbon dioksida yang sangat kompetitif di tingkat global.

"Tantangan dekarbonisasi di kawasan Asia-Pasifik tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing negara. Harus ada kerja sama regional yang kuat dan Indonesia siap menjadi episentrum infrastruktur penangkapan dan penyimpanan karbon," ujar Eddy dalam forum tersebut, seperti dilaporkan media kami.

Dalam pemaparannya, Eddy menjelaskan bahwa teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) bukan sekadar instrumen mitigasi iklim, melainkan juga peluang ekonomi baru bagi Indonesia. Potensi pendapatan dari jasa penyimpanan karbon lintas negara diperkirakan mencapai miliaran dolar AS per tahun, sembari tetap mempercepat transisi energi domestik. Investor global yang hadir dalam sesi tersebut menunjukkan ketertarikan pada peta jalan regulasi CCS Indonesia yang terus dimatangkan pemerintah.

Laporan dari media kami mencatat bahwa London Climate Week 2026 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk memamerkan komitmen iklimnya. Kehadiran Eddy Soeparno di forum ini membawa perspektif legislatif mengenai kesiapan regulasi dan insentif investasi hijau yang sedang digodok di parlemen. Ia juga mendorong agar negara-negara maju turut mendanai infrastruktur CCS di negara berkembang seperti Indonesia melalui mekanisme pendanaan iklim yang adil.

Dengan dukungan geografis yang unik—berada di jalur emisi industri Asia Timur dan potensi penyimpanan besar di cekungan sedimen—Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang sulit ditandingi. Eddy optimistis, apabila tata kelola, transparansi, dan standar keamanan diterapkan secara ketat, Indonesia dapat menjadi magnet bagi proyek CCS regional dalam satu dekade mendatang. Agenda dekarbonisasi pun tak lagi menjadi beban, melainkan lompatan strategis menuju ekonomi hijau yang berdaya saing tinggi.

Forum diskusi di Imperial College ini juga menyoroti pentingnya alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar rantai pasok CCS bisa berjalan optimal. Eddy menegaskan, parlemen berkomitmen mendorong kebijakan yang memastikan proyek CCS tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat kedaulatan energi nasional. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan akademisi menjadi kunci untuk merealisasikan visi Indonesia sebagai pemimpin pasar penyimpanan karbon di Asia-Pasifik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User