Sep 01, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Diabetes Kering dan Basah: Mitos yang Beredar, Ini Fakta Medisnya

Dua istilah yang kerap terdengar di tengah masyarakat, "diabetes kering" dan "diabetes basah", telah lama menjadi bahan pembicaraan, bahkan dijadikan patokan untuk menilai berat ringannya penyakit. Na...

Diabetes Kering dan Basah: Mitos yang Beredar, Ini Fakta Medisnya

Dua istilah yang kerap terdengar di tengah masyarakat, "diabetes kering" dan "diabetes basah", telah lama menjadi bahan pembicaraan, bahkan dijadikan patokan untuk menilai berat ringannya penyakit. Namun, dunia medis modern tidak pernah mengenal pembagian semacam ini. Lantas, bagaimana sebenarnya posisi kedua istilah itu dalam ilmu kedokteran, dan mengapa anggapan ini dinilai keliru?

Istilah Kering dan Basah Bukan Klasifikasi Penyakit

Berdasarkan verifikasi terhadap literatur dan praktik klinis, istilah kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami pasien, bukan pada jenis penyakit diabetes itu sendiri. Penderita yang disebut mengidap "diabetes kering" umumnya adalah mereka yang tidak memiliki luka terbuka pada tubuhnya. Sebaliknya, pasien yang dijuluki "diabetes basah" biasanya mengalami luka yang sukar sembuh, mengeluarkan cairan, hingga berisiko menjadi infeksi atau gangren.

Para dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa penyebutan ini tumbuh dari pengalaman sehari-hari masyarakat, bukan dari diagnosis medis. Ketika seorang pasien datang dengan luka yang membusuk, keluarga atau orang di sekitarnya kerap menyimpulkan bahwa diabetesnya "sudah basah", seolah-olah ada dua penyakit berbeda dengan perjalanan yang berbeda pula. Padahal, yang terjadi adalah komplikasi lanjutan dari penyakit yang sama.

Klasifikasi Medis yang Diakui Sains

Faktanya adalah, klasifikasi diabetes mellitus yang diakui secara internasional tidak pernah memasukkan istilah kering maupun basah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Diabetes Association (ADA) membagi penyakit ini ke dalam beberapa tipe utama: diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, serta tipe-tipe spesifik lainnya yang disebabkan oleh kondisi tertentu seperti penyakit pankreas atau efek obat-obatan.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh hampir tidak memproduksi insulin sama sekali, sehingga penderitanya membutuhkan suntikan insulin seumur hidup. Diabetes tipe 2, yang mencakup mayoritas kasus di dunia, muncul ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif. Sementara itu, diabetes gestasional hanya muncul pada masa kehamilan dan umumnya menghilang setelah persalinan. Tidak satu pun dari kategori ini yang membedakan kondisi berdasarkan ada atau tidaknya luka.

Dengan demikian, pembagian kering dan basah bertentangan dengan kerangka ilmiah yang berlaku. Anggapan bahwa ada dua jenis diabetes yang berbeda hanya karena perbedaan kondisi lukanya tidak akurat dan tidak didukung oleh bukti ilmiah mana pun.

Bahaya Salah Kaprah dalam Penanganan

Kekeliruan ini bukan sekadar masalah penyebutan. Dalam praktiknya, anggapan bahwa diabetes basah lebih berbahaya daripada diabetes kering dapat membuat pasien dan keluarga menunda pengobatan selama tidak ada luka yang terlihat. Padahal, kerusakan yang disebabkan oleh gula darah tinggi berlangsung diam-diam dan dapat menyerang pembuluh darah, saraf, ginjal, hingga mata jauh sebelum luka muncul.

Ahli kesehatan menekankan bahwa semua penderita diabetes, apa pun kondisi lukanya, membutuhkan penanganan yang sama: pengendalian gula darah melalui obat atau insulin, pola makan yang terkontrol, aktivitas fisik, serta pemeriksaan rutin. Luka pada kaki penderita diabetes, misalnya, harus ditangani dengan perawatan khusus karena penyembuhannya melambat akibat gangguan aliran darah dan kerusakan saraf.

Perawatan luka yang tepat, kontrol gula darah yang ketat, serta pemeriksaan kaki secara berkala merupakan langkah yang jauh lebih penting daripada sekadar melabeli penyakit dengan istilah kering atau basah. Penundaan pengobatan karena menunggu munculnya luka justru memperbesar risiko komplikasi serius.

Penutup

Kesimpulannya, istilah "diabetes kering" dan "diabetes basah" hanyalah penyebutan awam yang menyesatkan, bukan diagnosis medis. Berdasarkan verifikasi terhadap sumber-sumber ilmiah, kedua istilah tersebut tidak memiliki dasar dalam ilmu kedokteran dan tidak digunakan oleh tenaga kesehatan profesional dalam praktik sehari-hari.

Masyarakat perlu memahami bahwa diabetes adalah satu penyakit dengan banyak risiko komplikasi, dan penanganannya harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu munculnya luka. Bila ada keraguan mengenai kondisi kesehatan, langkah yang paling tepat adalah berkonsultasi dengan dokter, bukan mengandalkan istilah yang beredar di masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User