Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, pada Kamis malam. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menyampaikan santai bahwa dirinya tidak mengatur semua kebetulan yang terjadi selama proses perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Upacara Pembukaan yang Khidmat
Seremoni pembukaan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, tempat bersejarah bagi Nahdlatul Ulama. Ribuan undangan dari berbagai penjuru Tanah Air menghadiri acara tersebut. Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung disambut oleh Rais Aam Syuriyah PBNU serta sejumlah tokoh ulama senior.
Dalam pidato pembukaannya, Prabowo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Nahdlatul Ulama kepadanya. Ia menekankan bahwa kedatangannya bukan untuk mengintervensi proses internal organisasi, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya bangsa.
Respons soal Isu Otak-atik Angka
Sebelum tiba di Jombang, beredar berbagai spekulasi di media sosial mengenai alleged manipulasi angka dalam penentuan waktu pelaksanaan muktamar. Beberapa pihak mengklaim ada upaya mengatur jadwal tertentu agar sesuai dengan perhitungan tertentu. Prabowo menanggapi santai isu tersebut.
"Saya tak mengatur ini semua. Itu semua kebetulan," tegas Prabowo di hadapan ribuan warga Nahdlatul Ulama. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sepenuhnya menghargai proses demokratisasi internal yang telah berjalan dalam organisasi tersebut selama puluhan tahun.
Juru bicara kepresidenan sebelumnya juga telah membantah segala bentuk intervensi pemerintah dalam urusan organisasi kemasyarakatan. Menurut dia, pemerintah konsisten mendukung kemandirian organisasi Islam di Indonesia.
Hubungan Pemerintah dan NU
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam tradisionalis terbesar di dunia dengan perkiraan jumlah anggota mencapai 90 juta orang. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara pemerintah dan organisasi ini semakin erat, terutama setelah berbagai program kerja sama bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat digalakkan.
Prabowo dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Ia berharap Muktamar ke-35 ini dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin relevan dengan tantangan zaman.
Muktamar sendiri merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Dalam forum ini, para delegates dari berbagai daerah akan memilih kepemimpinan baru untuk periode selanjutnya.
Harapan untuk Periode Berikutnya
Dalam rangkaian muktamar, ratusan delegates akan membahas berbagai rekomendasi strategis untuk lima tahun ke depan. Beberapa topik yang akan dibahas meliputi pengembangan pendidikan diniyah, pemberdayaan ekonomi umat, serta peran aktif NU dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi dan moderasi beragama di Indonesia. Ia berjanji pemerintah akan terus mendukung program-program positif organisasi melalui berbagai skema kerja sama.
Acara pembukaan muktamar ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh ulama senior. Seluruh undangan antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ke depan.
Comments (0)