MANILA — Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR) tidak hanya fokus pada pembersihan saluran air Metro Manila, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke sungai dan kanal. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. setelah sampah dalam jumlah besar menumpuk di saluran air ibu kota ketika hujan deras akibat angin muson barat daya, yang dikenal sebagai "habagat", melanda kawasan tersebut.
Dalam upaya itu, DENR tengah mengkaji penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) dan program PENCAS sebagai dua instrumen kebijakan untuk mengurangi sampah dari hulu. Kedua kebijakan ini dirancang agar beban pengelolaan sampah tidak hanya ditanggung pemerintah dan masyarakat, tetapi juga produsen yang menghasilkan kemasan plastik.
Kronologi Penumpukan Sampah di Metro Manila
Penumpukan sampah di saluran air Metro Manila sebenarnya bukan persoalan baru. Namun, intensitasnya meningkat tajam ketika habagat membawa hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. Air bah menyapu sampah dari permukiman padat penduduk, pasar tradisional, hingga kawasan komersial, lalu menggumpal di kanal-kanal utama dan menyumbat aliran sungai.
- Hujan deras habagat mengguyur Metro Manila selama beberapa hari berturut-turut dan memicu banjir di berbagai titik.
- Sampah plastik, botol kemasan, dan limbah rumah tangga menumpuk di sungai serta kanal, menghambat aliran air dan memperparah genangan.
- Presiden Marcos Jr. menginstruksikan DENR untuk melakukan pembersihan menyeluruh (cleanup) saluran air secara berkelanjutan.
- DENR mengerahkan tim dan peralatan untuk mengangkut sampah sekaligus memetakan titik-titik kritis penyumbatan di Metro Manila.
- Di tengah operasi pembersihan, DENR mulai menggodok kebijakan jangka panjang berupa penguatan EPR dan pengembangan program PENCAS.
Data dan Fakta Kunci
- EPR di Filipina berlandaskan Republic Act No. 11898 atau Undang-Undang EPR 2022 yang mengikat perusahaan berskala besar.
- Operasi pembersihan dilakukan di saluran air utama Metro Manila menyusul arahan langsung Presiden Marcos Jr.
- Sampah yang menumpuk didominasi plastik kemasan sekali pakai yang terbawa derasnya air bah habagat.
- DENR memadukan pendekatan di hilir (pembersihan) dan di hulu (pengurangan sampah) secara bersamaan.
EPR: Tanggung Jawab Produsen atas Kemasan Plastik
EPR adalah pendekatan kebijakan yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produknya, termasuk kemasan yang mereka keluarkan ke pasar. Melalui mekanisme ini, perusahaan tidak cukup berhenti pada menjual produk, tetapi juga wajib memastikan kemasannya dapat dikumpulkan dan didaur ulang setelah digunakan konsumen.
Pembersihan saluran air hanyalah penanganan di hilir. Tanpa intervensi di hulu, sampah akan terus mengalir dan masalah ini berulang setiap musim hujan.
DENR menilai implementasi EPR yang konsisten dapat memangkas volume sampah kemasan yang bocor ke lingkungan sebelum sempat mencapai saluran air. Dengan kata lain, EPR memindahkan sebagian tanggung jawab pengelolaan sampah dari pemerintah dan konsumen kepada pelaku industri, sehingga insentif untuk memproduksi kemasan ramah lingkungan semakin besar.
PENCAS sebagai Instrumen Pendamping
Selain EPR, DENR juga mengembangkan program PENCAS sebagai instrumen pendamping. PENCAS dirancang untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dan pemangku kepentingan lain dalam pengurangan sampah serta pemulihan lingkungan. Meski rincian mekanismenya masih disusun oleh DENR, arah kebijakan ini adalah menciptakan skema yang melengkapi EPR, baik melalui kontribusi dana maupun aksi lingkungan nyata dari sektor swasta.
DENR menegaskan bahwa kombinasi EPR dan PENCAS diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke perairan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus mengurangi beban biaya pembersihan yang selama ini ditanggung negara.
Harapan pada Kolaborasi Semua Pihak
Keberhasilan pengurangan sampah di saluran air tidak bisa dicapai oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kepatuhan produsen terhadap kewajiban EPR, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, serta dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
Jika seluruh elemen berjalan beriringan, saluran air Metro Manila bukan hanya bersih saat musim kemarau, tetapi juga tetap mampu mengalirkan air dengan lancar ketika hujan deras kembali melanda. Upaya ini sekaligus menjadi ujian konsistensi pemerintah Filipina dalam menerjemahkan arahan presiden menjadi kebijakan yang berkelanjutan.
Comments (0)