Dalam Hitungan Jam, Febrie Mundur dari Posisi Jampidsus

Gedung Kejaksaan Agung menjadi saksi salah satu peristiwa paling dramatis sepanjang tahun ini. Jumat (14/3), publik dikejutkan oleh mundurnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) F...

Jul 12, 2026 - 17:55
0 0
Dalam Hitungan Jam, Febrie Mundur dari Posisi Jampidsus

Gedung Kejaksaan Agung menjadi saksi salah satu peristiwa paling dramatis sepanjang tahun ini. Jumat (14/3), publik dikejutkan oleh mundurnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Keputusan itu final hanya dalam hitungan jam setelah ia secara terbuka membantah rumor pengunduran dirinya di pagi hari.

Kronologi singkat ini langsung memicu gelombang pertanyaan. Bagaimana mungkin seorang pejabat tinggi penegak hukum berubah sikap secara ekstrem dalam waktu kurang dari satu hari? Artikel ini merangkum fragmentasi waktu, pernyataan, serta spekulasi yang mengelilingi peristiwa tersebut berdasarkan keterangan resmi dan sumber internal yang dihimpun.

Pagi Hari: Bantahan yang Meyakinkan

Jumat pagi pukul 08.30 WIB, sejumlah wartawan telah menanti di lobi Kejaksaan Agung. Isu tentang rencana pengunduran diri Jampidsus sudah beredar luas di grup-grup percakapan jurnalis sejak Kamis malam. Melihat Febrie berjalan masuk dengan setelan jas abu-abu dan memegang tas kerja, awak media langsung bertanya.

“Saya pastikan itu tidak benar. Saya masih di sini, tetap bekerja seperti biasa,” jawab Febrie dengan intonasi datar namun tegas. Ia bahkan menyempatkan diri meladeni pertanyaan dengan menyebut bahwa rumor tersebut sengaja dilempar untuk mengganggu fokus penanganan perkara. “Tidak ada alasan bagi saya untuk mundur. Silakan sampaikan itu,” tambahnya sebelum masuk lift menuju lantai 11.

Pernyataan itu sontak meredakan spekulasi. Sejumlah media langsung menulis berita dengan judul “Febrie Bantah Isu Mundur dari Jampidsus”. Dalam rapat virtual bersama jajaran Jaksa Agung Muda lainnya pukul 09.00 WIB, Febrie terpantau masih aktif memberikan arahan terkait evaluasi kinerja triwulan. Tidak ada tanda-tanda keraguan ataupun emosi yang menonjol.

Titik Balik: Komunikasi Intens dan Surat Pengunduran Diri

Sekitar pukul 11.30 WIB, suasana berubah drastis. Seorang sumber di lingkungan Kejaksaan Agung yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, Febrie mendadak dipanggil ke ruang Jaksa Agung untuk pertemuan tertutup. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 45 menit dengan hanya dihadiri tiga pihak, termasuk satu orang pejabat dari luar struktural kejaksaan yang belum bisa diidentifikasi.

Usai keluar dari ruang Jaksa Agung sekitar pukul 12.15 WIB, Febrie terlihat tegang. Ia langsung menuju ruangannya dan meminta waktu selama satu jam tanpa gangguan. Dalam kurun waktu itu, ia menelepon beberapa anggota keluarga dan satu orang kolega senior. Isi pembicaraan tidak diketahui, namun menurut sumber, terdapat nuansa perpisahan dalam percakapan singkat tersebut.

Pada pukul 13.20 WIB, Febrie keluar dari ruangannya membawa sebuah map kuning. Ia kembali menuju ruang Jaksa Agung. Kali ini, kehadirannya hanya berlangsung beberapa menit. Ia menyerahkan surat bertanda tangan di atas materai yang berisi permohonan pengunduran diri dari jabatan Jampidsus. Surat itu diterima, dan tidak ada penolakan dari pimpinan.

Pengumuman Resmi yang Singkat

Tepat pukul 14.15 WIB, Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung merilis keterangan pers singkat. “Jaksa Agung telah menerima dan menyetujui pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah. Surat diterima siang ini dan proses administrasi akan segera dilakukan,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum tanpa memberikan alasan detail.

Keterangan tersebut tidak menyebutkan efektivitas pemberhentian, nama pengganti sementara, atau penyebab resmi. Namun dari dokumen internal yang beredar, tertera bahwa pelaksana tugas akan ditunjuk dalam 1x24 jam untuk menjaga kesinambungan penanganan perkara. Beberapa jam setelahnya, ruang kerja Febrie di lantai 11 terlihat mulai dikosongkan oleh staf administrasi.

Misteri di Balik Keputusan Mendadak

Pergeseran ekstrem dari penolakan keras di pagi hari menjadi penerimaan di siang hari memunculkan beragam spekulasi. Pengamat hukum pidana Dr. Rinaldi Saputra menilai bahwa “mundurnya seorang Jampidsus yang sebelumnya menyangkal bukanlah peristiwa biasa. Biasanya ada tekanan yang tak tertahankan, baik dari dalam institusi maupun dari luar.”

Beberapa pihak mengaitkannya dengan penanganan perkara besar di bawah komando Febrie. Dalam tiga bulan terakhir, Jampidsus menangani sedikitnya enam kasus yang melibatkan nilai kerugian negara di atas Rp1 triliun. Beberapa di antaranya menghadapi kritik karena dinilai lambat atau minim transparansi. Ada pula dugaan intervensi terhadap proses penyidikan, meski belum ada bukti konkret.

Di sisi lain, muncul tesis bahwa pengunduran diri ini berkaitan dengan restrukturisasi internal yang akan dilakukan Jaksa Agung. Sumber lain menyiratkan adanya ketidakcocokkan pandangan antara Febrie dan salah satu unsur pimpinan terkait arah kebijakan tindak pidana khusus. Namun, semua masih sebatas spekulasi karena belum ada klarifikasi resmi dari pihak Febrie hingga berita ini ditulis.

Respons Institusi dan Publik

Internal Kejaksaan Agung bereaksi dengan cepat. Sejumlah jaksa yang biasa bekerja di bawah koordinasi Febrie mengaku terkejut. “Pagi tadi beliau masih share ide untuk penuntasan dua kasus besar. Kami tidak menyangka sama sekali,” ujar seorang jaksa yang berpartisipasi dalam rapat virtual pagi itu.

Organisasi antikorupsi dan pegiat transparansi menyatakan keprihatinan. “Mundurnya Jampidsus dengan cara seperti ini hanya akan memperkuat persepsi bahwa ada masalah serius dalam penegakan hukum, terutama pada perkara-perkara sensitif,” tulis salah satu lembaga swadaya masyarakat dalam cuitannya.

Publik di media sosial turut meramaikan diskusi. Tagar #JampidsusMundur sempat menduduki posisi teratas pada Jumat sore. Sebagian besar warganet mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu Kejaksaan Agung.

Langkah Selanjutnya dan Tanda Tanya

Kejaksaan Agung berjanji akan segera menunjuk pelaksana tugas untuk memastikan tidak ada kekosongan di posisi strategis tersebut. “Penunjukan plt akan dilakukan secepatnya. Semua kegiatan penanganan perkara di Jampidsus tetap berjalan normal,” demikian bunyi lanjutan keterangan Pusat Penerangan Hukum.

Namun, teka-teki besar masih menggantung. Apa yang dibahas dalam pertemuan tertutup antara Febrie dan Jaksa Agung? Mengapa hanya dalam hitungan jam posisi seorang Jaksa Agung Muda dapat berganti? Tanpa keterbukaan dan penjelasan yang utuh, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bisa terus tergerus.

Kejadian ini menjadi ujian transparansi bagi Kejaksaan Agung. Masyarakat menunggu apakah akan ada klarifikasi dari Jaksa Agung atau bahkan dari Febrie sendiri. Hingga malam hari, ponsel Febrie tidak aktif dan pihak keluarga menyatakan ia sedang beristirahat. Drama satu hari penuh ini meninggalkan bekas dalam lanskap penegakan hukum Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User