Cek Fakta: Klaim Kurikulum IB Resmi Diterapkan di Sekolah Unggulan

Berdasarkan verifikasi tim Lurusin, beredar klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto telah resmi menerapkan kurikulum internasional International Baccalaureate (IB) pada program sekolah unggulan dengan t...

Cek Fakta: Klaim Kurikulum IB Resmi Diterapkan di Sekolah Unggulan

Berdasarkan verifikasi tim Lurusin, beredar klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto telah resmi menerapkan kurikulum internasional International Baccalaureate (IB) pada program sekolah unggulan dengan tujuan menyetarakan lulusan Indonesia dengan pelajar terbaik dunia. Klaim ini memuat tiga unsur yang harus diperiksa secara terpisah: status penerapan kebijakan, cakupan program, dan janji hasil. Pemeriksaan dilakukan dengan merujuk pada dokumen resmi pemerintah, pernyataan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta ketentuan resmi yang dipublikasikan International Baccalaureate Organization (IBO) melalui situs ibo.org.

Klaim yang Beredar

Klaim bahwa kurikulum IB telah resmi diterapkan di sekolah unggulan beredar dalam bentuk pemberitaan dan unggahan media sosial. Narasi yang menyertainya menyatakan kebijakan tersebut dirancang agar lulusan sekolah unggulan Indonesia setara dengan pelajar terpintar di dunia. Frasa "resmi menerapkan" memberi kesan bahwa kebijakan telah berjalan dan berkekuatan penuh, sehingga unsur inilah yang menjadi fokus utama verifikasi.

Klaim: Kurikulum IB telah resmi diterapkan di program sekolah unggulan dan akan membuat lulusannya setara pelajar terpintar dunia. Fakta: yang terdokumentasi adalah rencana kebijakan pada program Sekolah Unggulan Garuda, bukan penerapan resmi, karena IB mensyaratkan proses otorisasi kelembagaan per sekolah yang tidak dapat diputuskan sepihak oleh pemerintah.

Hasil Verifikasi: Status Kebijakan

Data menunjukkan pemerintah melalui Kemendikdasmen memang mengumumkan program Sekolah Unggulan Garuda pada 2025. Dalam sejumlah pernyataan resmi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan rencana penggunaan kurikulum berstandar internasional, termasuk opsi IB dan Cambridge, pada sekolah-sekolah yang masuk dalam program tersebut. Namun, faktanya adalah pengumuman rencana tidak identik dengan penerapan resmi. Hingga verifikasi ini dilakukan, belum ada dokumen resmi yang menunjukkan sekolah negeri di bawah program tersebut telah berstatus IB World School atau sekolah IB terotorisasi. Kurikulum nasional yang berlaku secara umum tetap Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, penggunaan kata "resmi menerapkan" pada klaim yang beredar tidak akurat karena mendahului tahapan kebijakan yang sebenarnya.

Mekanisme Otorisasi IB

Poin krusial dalam verifikasi ini adalah mekanisme kelembagaan IB itu sendiri. Berdasarkan ketentuan resmi IBO yang dipublikasikan di ibo.org, setiap sekolah yang hendak menyelenggarakan program IB wajib melewati tahapan menjadi sekolah kandidat, kemudian menempuh proses otorisasi yang umumnya memakan waktu dua hingga tiga tahun. Proses tersebut mencakup pelatihan dan sertifikasi guru, penyiapan fasilitas pembelajaran, penyusunan struktur program, serta evaluasi kelembagaan oleh IBO. Klaim bahwa IB telah resmi diterapkan bertentangan dengan mekanisme resmi tersebut, karena tidak ada satu pun pemerintah negara yang dapat menetapkan status IB secara sepihak tanpa otorisasi IBO. Sebagai perbandingan, direktori resmi IBO mencatat puluhan sekolah di Indonesia telah terakreditasi IB, namun seluruhnya berstatus sekolah swasta atau internasional yang menempuh proses otorisasi secara mandiri selama bertahun-tahun, bukan melalui keputusan pemerintah.

Verifikasi Janji Hasil

Unsur klaim kedua, yaitu bahwa kurikulum IB akan membuat lulusan setara pelajar terpintar dunia, bersifat aspiratif dan tidak dapat diverifikasi sebagai fakta. Data menunjukkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD masih menempatkan capaian literasi, numerasi, dan sains pelajar Indonesia di bawah rata-rata negara OECD. Literatur evaluasi pendidikan secara konsisten menunjukkan bahwa mutu lulusan ditentukan oleh kombinasi kualitas guru, pendanaan, iklim belajar, dan tata kelola sekolah, bukan semata-mata oleh label kurikulum. Menyimpulkan bahwa adopsi IB secara otomatis menghasilkan lulusan setara pelajar terbaik dunia adalah simplifikasi yang menyesatkan dan tidak didukung bukti empiris.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen resmi pemerintah dan ketentuan International Baccalaureate Organization, klaim bahwa Presiden Prabowo telah resmi menerapkan kurikulum IB di sekolah unggulan tidak sepenuhnya akurat. Yang terdokumentasi adalah rencana kebijakan dalam program Sekolah Unggulan Garuda, bukan penerapan resmi, mengingat otorisasi IB mensyaratkan proses kelembagaan yang panjang dan berjenjang. Adapun janji lulusan setara pelajar terpintar dunia merupakan pernyataan aspiratif tanpa dasar empiris yang dapat diuji saat ini. Rating: SEBAGIAN BENAR. Publik disarankan merujuk pada pengumuman resmi Kemendikdasmen dan direktori sekolah di ibo.org untuk memantau status kebijakan ini secara berkala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User