Cek Fakta: Klaim Ahli Gizi IPB Promosikan Obat Pelangsing

Sebuah video promosi produk pelangsing beredar luas di media sosial dan platform pesan singkat dengan mencatut nama Institut Pertanian Bogor atau IPB. Dalam tayangan berdurasi sekitar satu menit itu, ...

Cek Fakta: Klaim Ahli Gizi IPB Promosikan Obat Pelangsing

Sebuah video promosi produk pelangsing beredar luas di media sosial dan platform pesan singkat dengan mencatut nama Institut Pertanian Bogor atau IPB. Dalam tayangan berdurasi sekitar satu menit itu, seorang pria berjas putih diperkenalkan sebagai ahli gizi dari IPB yang disebut telah menguji dan merekomendasikan sebuah produk penurun berat badan. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim Lurusin melalui penelusuran dokumen resmi, basis data regulator, dan konfirmasi kelembagaan, klaim tersebut tidak didukung bukti yang sahih.

Klaim yang Beredar

Konten yang diperiksa menampilkan narasi bahwa produk pelangsing tertentu mampu menurunkan berat badan hingga belasan kilogram dalam hitungan minggu tanpa perubahan pola makan. Sosok dalam video disebut sebagai peneliti sekaligus guru besar bidang gizi dari IPB. Visual pendukung berupa logo institusi, suasana laboratorium, dan grafik penurunan berat badan turut ditampilkan untuk memperkuat kesan ilmiah. Tautan pembelian disertakan pada akhir tayangan dengan penawaran potongan harga berbatas waktu.

Klaim: Ahli gizi IPB merekomendasikan obat pelangsing yang terbukti menurunkan berat badan secara cepat dan aman. Fakta: IPB tidak pernah mengeluarkan rekomendasi komersial atas produk pelangsing mana pun, dan sosok dalam video tidak tercatat sebagai sivitas akademika institusi tersebut.

Proses Verifikasi

Verifikasi dilakukan melalui lima tahap. Pertama, penelusuran arsip publikasi resmi IPB, termasuk situs institusi dan kanal media sosial terverifikasi, untuk menemukan rekomendasi yang dimaksud. Kedua, pencocokan nama dan wajah sosok dalam video terhadap direktori tenaga pendidik dan peneliti yang dipublikasikan secara terbuka. Ketiga, penelusuran citra terbalik terhadap cuplikan video dan foto pendukung. Keempat, pengecekan nomor registrasi produk pada basis data resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kelima, konfirmasi langsung kepada perwakilan kelembagaan terkait dugaan pencatutan nama.

Temuan Fakta

Data menunjukkan sejumlah ketidaksesuaian. Pertama, sosok yang disebut sebagai ahli gizi IPB tidak ditemukan dalam direktori sivitas akademika. Nama yang digunakan dalam video tidak terdaftar, dan wajah yang ditampilkan tidak cocok dengan satu pun profil peneliti bidang gizi institusi tersebut. Kedua, hasil penelusuran citra menunjukkan sejumlah cuplikan visual bersumber dari materi stok yang dijual bebas di internet, sementara beberapa segmen menunjukkan indikasi kuat hasil rekayasa digital, termasuk ketidaksesuaian gerak bibir dengan audio.

Ketiga, nomor registrasi yang dicantumkan pada kemasan produk dalam tayangan tidak sesuai. Berdasarkan pengecekan pada basis data Badan Pengawas Obat dan Makanan, nomor tersebut terdaftar atas nama produk yang berbeda. Faktanya adalah produk pelangsing yang dipromosikan tidak memiliki izin edar yang valid. Keempat, pihak IPB melalui kanal resminya telah menyampaikan klarifikasi bahwa institusi tidak pernah bekerja sama, menguji, maupun merekomendasikan produk pelangsing komersial. Kampus menegaskan tidak memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap promosi dimaksud dan mengecam pencatutan nama institusi.

Kelima, dari sisi substansi, klaim penurunan berat badan drastis tanpa perubahan gaya hidup bertentangan dengan konsensus ilmiah. Penurunan berat badan yang aman menurut rujukan kesehatan resmi berkisar setengah hingga satu kilogram per minggu melalui defisit kalori, aktivitas fisik, dan perbaikan pola makan. Janji hasil instan tanpa upaya merupakan penanda umum promosi produk kesehatan yang menyesatkan.

Modus Pencatutan Kredibilitas Kampus

Pola serupa telah berulang kali teridentifikasi. Pelaku memanfaatkan reputasi lembaga pendidikan tinggi dan profesi tenaga kesehatan untuk membangun kepercayaan konsumen secara semu. Atribut visual seperti jas laboratorium, logo institusi, dan istilah teknis digunakan untuk meniru format edukasi ilmiah, padahal tujuan akhirnya adalah penjualan. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, nama dosen dan dokter sungguhan dicatut tanpa izin, dan para korban pencatutan telah menyampaikan bantahan terbuka.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap identitas sosok, keabsahan izin edar produk, klarifikasi kelembagaan, dan konsistensi ilmiah narasi, klaim bahwa ahli gizi IPB mempromosikan obat pelangsing adalah tidak akurat. Rating untuk konten ini: HOAX.

Masyarakat diimbau memeriksa izin edar setiap produk kesehatan melalui kanal resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan sebelum membeli, tidak memercayai testimoni berlebih-lebihan, serta melaporkan konten serupa melalui fitur pelaporan platform. Pembelian produk tanpa izin edar berisiko terhadap kesehatan dan tidak memiliki jaminan pengawasan mutu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User