Cek Fakta: Benarkah NASA Merilis Foto Bumi Berbentuk Kentang?

Klaim yang menyatakan bahwa NASA merilis foto tiga dimensi yang membuktikan bentuk Bumi menyerupai kentang — bukan bulat sempurna dan bukan lonjong — beredar luas di berbagai platform digital. Kla...

Cek Fakta: Benarkah NASA Merilis Foto Bumi Berbentuk Kentang?

Klaim yang menyatakan bahwa NASA merilis foto tiga dimensi yang membuktikan bentuk Bumi menyerupai kentang — bukan bulat sempurna dan bukan lonjong — beredar luas di berbagai platform digital. Klaim tersebut merujuk pada istilah geoid. Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen resmi lembaga antariksa dan lembaga geodesi internasional, klaim ini memuat unsur kebenaran ilmiah, tetapi disampaikan dengan penyederhanaan yang berpotensi menyesatkan.

Klaim yang Beredar

Klaim: NASA merilis foto 3D bentuk Bumi yang ternyata tidak bulat sempurna seperti kelereng dan tidak lonjong, melainkan lebih mirip kentang alias geoid.

Fakta: Model geoid memang ada dan dipublikasikan secara resmi, namun visualisasi berbentuk kentang tersebut merupakan representasi anomali gravitasi dengan skala vertikal yang diperbesar ribuan kali. Bentuk geometris dasar Bumi tetap spheroid pepat (oblate spheroid). Selain itu, visualisasi geoid paling dikenal justru berasal dari satelit GOCE milik Badan Antariksa Eropa (ESA), bukan murni rilisan NASA.

Verifikasi: Definisi Resmi Geoid

Menurut National Geodetic Survey (NGS) yang berada di bawah National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), geoid didefinisikan sebagai permukaan ekuipotensial medan gravitasi Bumi yang paling mendekati muka laut rata-rata global apabila tidak dipengaruhi pasang surut, arus, dan tekanan atmosfer. Dengan kata lain, geoid bukanlah bentuk fisik permukaan Bumi yang dapat difoto secara langsung, melainkan model matematis berbasis distribusi gravitasi yang tidak merata.

Data menunjukkan bahwa penyimpangan geoid terhadap ellipsoid referensi WGS84 hanya berkisar antara sekitar minus 106 meter di Samudra Hindia, selatan India, hingga plus 85 meter di kawasan Atlantik Utara dekat Islandia. Angka tersebut sangat kecil dibandingkan radius rata-rata Bumi yang mencapai sekitar 6.371 kilometer. Faktanya adalah, apabila Bumi diamati dari luar angkasa, penyimpangan tersebut sama sekali tidak kasatmata dan planet ini tetap tampak sebagai bola.

Geoid sendiri bukan konsep tanpa guna. Model ini menjadi acuan penting dalam penentuan ketinggian orthometrik, kalibrasi altimeter satelit, serta pemodelan sirkulasi samudra global.

Verifikasi: Asal-Usul Visualisasi Bumi Kentang

Berdasarkan arsip resmi, model geoid berbentuk menyerupai kentang pertama kali dipopulerkan pada 1995 oleh Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) di Potsdam, yang kemudian dikenal dengan sebutan Potsdam Potato. Visualisasi paling populer saat ini dirilis ESA pada 2011 berdasarkan data satelit GOCE (Gravity field and Ocean Circulation Explorer) yang diluncurkan pada 2009.

NASA memang terlibat dalam pemetaan geoid melalui misi GRACE (Gravity Recovery and Climate Experiment) yang diluncurkan pada 2002 bersama Badan Antariksa Jerman (DLR). Namun, mengatribusikan seluruh visualisasi Bumi kentang secara eksklusif kepada NASA tidak akurat, karena kontribusi ESA dan lembaga geodesi lain justru lebih menonjol dalam publikasi model tersebut.

Hal penting lain yang kerap dihilangkan dari klaim yang beredar: visualisasi tersebut menggunakan skala vertikal yang dilebih-lebihkan hingga ribuan kali lipat agar perbedaan gravitasi terlihat jelas secara visual. Tanpa pembesaran ekstrem tersebut, model geoid praktis tampak seperti bola sempurna.

Fakta: Bumi Tetap Lonjong Secara Geometris

Klaim bahwa Bumi tidak lonjong bertentangan dengan data geodesi resmi. Berdasarkan parameter WGS84 yang menjadi standar global untuk sistem pemosisian, radius ekuator Bumi sebesar 6.378,137 kilometer, sedangkan radius kutub sebesar 6.356,752 kilometer. Selisih sekitar 21,4 kilometer ini membuktikan Bumi menggelembung di ekuator dan pepat di kedua kutub — karakteristik spheroid pepat atau oblate spheroid.

Dengan demikian, hierarki pemahaman yang benar adalah: secara kasar Bumi berbentuk bola; pada tingkat presisi lebih tinggi berbentuk spheroid pepat; dan pada tingkat akurasi tertinggi dimodelkan sebagai geoid. Menyatakan Bumi bukan lonjong adalah penyederhanaan yang tidak akurat dan bertentangan dengan data pengukuran resmi.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap definisi resmi NOAA, parameter WGS84, serta arsip misi GRACE dan GOCE, klaim bahwa Bumi berbentuk geoid yang menyerupai kentang memiliki dasar ilmiah. Namun, klaim tersebut menyesatkan pada tiga poin: pertama, visualisasi kentang adalah model gravitasi dengan skala diperbesar, bukan bentuk fisik sesungguhnya; kedua, Bumi tetap berbentuk spheroid pepat secara geometris; ketiga, atribusi eksklusif kepada NASA mengabaikan peran ESA dan GFZ.

Rating: SEBAGIAN BENAR. Geoid adalah model ilmiah yang sahih, tetapi menyebut Bumi secara harfiah berbentuk kentang sekaligus menolak kelonjongannya adalah penyederhanaan yang menyesatkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User