Cek Fakta: Benarkah Bentuk Asli Bumi Menyerupai Kentang?
Beredar klaim di berbagai platform bahwa lembaga antariksa merilis visualisasi tiga dimensi yang menunjukkan bentuk Bumi sesungguhnya bukan bulat sempurna seperti kelereng, bukan pula lonjong, melaink...
Beredar klaim di berbagai platform bahwa lembaga antariksa merilis visualisasi tiga dimensi yang menunjukkan bentuk Bumi sesungguhnya bukan bulat sempurna seperti kelereng, bukan pula lonjong, melainkan menyerupai kentang. Klaim tersebut merujuk pada istilah teknis geoid. Berdasarkan verifikasi terhadap data geodesi dari sumber resmi, narasi ini mengandung unsur kebenaran ilmiah, tetapi cara penyampaiannya berpotensi menyesatkan publik.
Klaim yang Beredar
Klaim: Bentuk asli Bumi bukan bulat sempurna dan bukan lonjong, melainkan lebih mirip kentang, yang dalam istilah ilmiah disebut geoid.
Narasi ini umumnya disertai gambar render berwarna yang memperlihatkan planet dengan permukaan penuh benjolan dan cekungan, seolah-olah itulah wujud fisik Bumi jika dilihat dari luar angkasa. Klaim bahwa Bumi tidak bulat sempurna memang akurat. Namun, penyamaan bentuk fisik Bumi dengan kentang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena mencampuradukkan dua konsep ilmiah yang berbeda.
Verifikasi: Apa Itu Geoid
Faktanya adalah, geoid bukanlah bentuk fisik permukaan Bumi. Geoid adalah permukaan ekuipotensial medan gravitasi, yakni permukaan hipotetis di mana gaya berat bernilai sama di setiap titik, yang secara kasar berimpit dengan permukaan laut rata-rata global seandainya tidak ada pasang surut, arus, dan angin. Definisi ini tercatat dalam literatur geodesi resmi, termasuk publikasi badan informasi geospasial dan asosiasi geodesi internasional.
Data menunjukkan bahwa penyimpangan geoid terhadap elipsoid referensi hanya berkisar antara sekitar minus 106 meter di wilayah selatan India hingga sekitar plus 85 meter di kawasan Islandia. Angka tersebut sangat kecil dibandingkan radius Bumi yang mencapai kurang lebih 6.371 kilometer. Dengan kata lain, benjolan dan cekungan pada model geoid tidak akan terlihat oleh mata telanjang dari luar angkasa.
Fakta: Bentuk Fisik Bumi yang Sebenarnya
Berdasarkan verifikasi terhadap parameter resmi World Geodetic System 1984 (WGS84), bentuk fisik Bumi adalah elipsoid pepat atau spheroid oblate. Radius ekuator Bumi tercatat 6.378,137 kilometer, sementara radius kutub 6.356,752 kilometer. Selisih keduanya sekitar 21,4 kilometer, atau hanya sekitar 0,3 persen dari radius rata-rata planet. Angka kepepatan atau flattening Bumi adalah 1 banding 298,257.
Data tersebut menunjukkan bahwa secara fisik Bumi sangat mendekati bola dengan sedikit pengembangan di kawasan khatulistiwa akibat rotasi. Bahkan Gunung Everest yang setinggi 8,8 kilometer dan Palung Mariana yang dalamnya sekitar 11 kilometer hanya setara goresan tipis pada skala planet. Klaim bahwa Bumi secara fisik mirip kentang bertentangan dengan data pengukuran geodesi ini.
Asal-usul Visualisasi Bentuk Kentang
Penelusuran menunjukkan citra Bumi berbentuk kentang yang kerap beredar bukanlah foto dalam arti sesungguhnya. Visualisasi tersebut merupakan model medan gravitasi yang dihasilkan dari pengukuran satelit, antara lain misi GRACE yang dioperasikan NASA bersama lembaga antariksa Jerman, serta misi GOCE milik Badan Antariksa Eropa yang hasilnya dipublikasikan pada 2011. Sebelumnya, pada 1995, pusat riset geosains GFZ di Jerman merilis model serupa yang dijuluki Kentang Potsdam.
Pada visualisasi tersebut, skala vertikal dilebih-lebihkan hingga ribuan kali lipat agar perbedaan medan gravitasi dapat terlihat oleh mata. Warna pada gambar merepresentasikan anomali gravitasi, bukan warna maupun bentuk permukaan planet. Tanpa penjelasan konteks ini, gambar model gravitasi dapat disalahartikan sebagai potret fisik Bumi, dan di sinilah letak potensi kesalahpahaman publik.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi, klaim bahwa Bumi tidak bulat sempurna adalah akurat. Namun, klaim bahwa bentuk fisik Bumi menyerupai kentang adalah tidak akurat, karena geoid merupakan model permukaan gravitasi, bukan wujud fisik planet. Visualisasi yang beredar adalah model data dengan skala yang dilebih-lebihkan secara ekstrem, bukan foto bentuk Bumi yang sebenarnya.
Rating: MISLEADING. Klaim mencampurkan fakta ilmiah yang benar dengan interpretasi yang menyesatkan terhadap visualisasi data gravitasi.
Comments (0)