Buaya Terkam Remaja 15 Tahun di Tanah Bumbu, Pencarian Diintensifkan

Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban serangan buaya di perairan Desa Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa nahas itu langsung memicu operasi pencari...

Jul 13, 2026 - 17:12
0 1

Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban serangan buaya di perairan Desa Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa nahas itu langsung memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan, aparat keamanan, dan warga setempat. Hingga kini, korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus dilakukan di habitat alami satwa buas tersebut.

Detail Hilangnya Korban

Informasi yang dihimpun menyebutkan remaja itu tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai yang menjadi bagian dari ekosistem rawa dan hutan bakau di wilayah Tanah Bumbu. Kawasan itu memang dikenal sebagai jalur perlintasan buaya muara (Crocodylus porosus) maupun buaya air tawar. Saksi mata yang berada tak jauh dari lokasi menyaksikan kemunculan tiba-tiba reptil besar yang langsung menyeret korban ke dalam air. Teriakan panik sempat terdengar, namun buaya dengan cepat menghilang di balik gelapnya perairan.

Keluarga korban yang tak kunjung mendapat kabar langsung melapor kepada perangkat desa, yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas setempat. Kejadian ini menggemparkan warga Karang Bintang, mengingat frekuensi pertemuan manusia dengan buaya yang kian meningkat di daerah tersebut, terutama saat musim penghujan ketika satwa liar lebih mudah mendekati permukiman.

Operasi SAR Gabungan Dikerahkan

Begitu menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke titik lokasi dugaan serangan. Unsur yang terlibat meliputi personel Basarnas dari Pos SAR Kotabaru, TNI, Polri, BPBD Tanah Bumbu, serta relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Mereka membagi area pencarian menjadi beberapa sektor, memanfaatkan perahu karet dan peralatan selam untuk menyelusuri sungai dan rawa-rawa di sekitar Desa Karang Bintang.

“Kami melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang bantaran sungai dan kawasan hutan bakau yang menjadi habitat buaya. Kendala utama adalah arus sungai yang cukup deras dan jarak pandang terbatas di bawah air akibat tingkat kekeruhan yang tinggi,” ujar Koordinator Tim SAR di lokasi. Selain pencarian manual dengan metode wading (menyisir sungai dengan berjalan), tim juga menggunakan alat sonar genggam dan drone thermal untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air serta keberadaan buaya di sekitar area.

Pencarian berlangsung sejak pagi hingga petang, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim mengingat kemunculan buaya bisa terjadi kapan saja. Warga setempat turut membantu dengan menunjukkan titik-titik yang sering dijadikan tempat berjemur buaya. Namun, setelah lebih dari 24 jam operasi, tanda-tanda keberadaan korban belum membuahkan hasil.

Habitat Buaya dan Risiko Konflik dengan Manusia

Kabupaten Tanah Bumbu memiliki bentang alam yang didominasi oleh lahan basah, sungai besar, dan muara yang menjadi ekosistem ideal bagi buaya. Aktivitas pertambakan, alih fungsi lahan, dan pemukiman yang semakin merangsek ke habitat alami turut memicu peningkatan konflik antara manusia dan buaya. Data BPBD setempat mencatat, dalam kurun lima tahun terakhir, laporan warga yang melihat buaya di sekitar area berpenduduk terus bertambah, meskipun kasus serangan mematikan masih relatif jarang.

Ahli konservasi yang dimintai tanggapan menjelaskan bahwa perilaku buaya memang sangat territorial dan dapat menjadi agresif bila merasa terancam atau saat musim bertelur. “Sebagian besar serangan terjadi karena manusia memasuki zona inti habitat buaya tanpa disadari. Apalagi buaya bersifat penyergap; mereka sangat tersembunyi di air keruh dan menyerang dalam sekejap,” ungkapnya. Pihak berwenang pun mengimbau warga untuk tidak beraktivitas sendirian di bantaran sungai, terutama saat menjelang petang dan malam hari ketika buaya paling aktif berburu.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Kewaspadaan

Sembari pencarian terus berjalan, pemerintah desa bersama BPBD memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan serta menggelar sosialisasi langsung tentang mitigasi konflik dengan buaya. Warga diimbau untuk segera melapor jika melihat buaya di dekat pemukiman agar satwa tersebut dapat dihalau atau dipindahkan oleh tim wildlife rescue yang terlatih.

Kejadian ini juga menyulut kembali perdebatan mengenai perlunya peta zonasi ruang hidup buaya yang lebih jelas serta pengelolaan sampah dan limbah tambak yang kerap mengubah pola migrasi buaya. Seluruh pihak berharap operasi SAR mampu segera menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang tengah dirundung duka. Situasi di lapangan tetap dalam pengawasan karena keberadaan buaya liar masih menjadi ancaman serius bagi warga sekitar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User