Sep 30, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Board of Peace Buang UNRWA, Hamas Tuduh Sejalan Israel

GAZA — Badan bentukan Amerika Serikat, Board of Peace (BOP), resmi menyatakan bahwa Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tidak akan lagi memiliki pe

Board of Peace Buang UNRWA, Hamas Tuduh Sejalan Israel

GAZA — Badan bentukan Amerika Serikat, Board of Peace (BOP), resmi menyatakan bahwa Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tidak akan lagi memiliki peran apa pun di Gaza. Pernyataan yang dipublikasikan lewat akun resminya di X itu langsung memantik kemarahan Hamas dan mempertanyakan ulang status badan tersebut sebagai apa: pengawas gencatan senjata, pengelola rekonstruksi, atau sekadar perpanjangan kebijakan luar negeri Washington yang selama ini sejalan dengan kepentingan Israel.

Tiga Hari yang Mengubah Peta Bantuan Gaza

Kronologi keputusan ini terjadi dalam rentang waktu singkat namun berbobot, dan setiap langkahnya meninggalkan bekas yang dalam bagi nasib layanan dasar warga Gaza.

  1. Rabu (23/9/2026) — BOP memaparkan rencana rekonstruksi Gaza di sela Sidang Umum PBB di New York. Rencana itu memuat 66 proyek dengan nilai awal 2,4 miliar dolar AS. Dalam daftar mitra lembaga PBB yang disebut, UNRWA sama sekali tidak masuk.
  2. Jumat (25/9/2026) — BOP mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan kebijakannya terkait UNRWA tidak berubah. Badan itu menyatakan hanya akan bekerja dengan "mitra tepercaya" yang mampu memberi hasil nyata dan berkontribusi mewujudkan Gaza yang "bebas dari radikalisme" — kriteria yang menurut BOP tidak dipenuhi UNRWA.
  3. Sabtu (26/9/2026) — Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam keputusan itu sebagai "penyelarasan penuh dengan posisi Zionis" yang bertujuan menghentikan operasi UNRWA sekaligus mengikis hak kembalinya pengungsi Palestina ke rumah mereka.
  4. Senin (28/9/2026) — Ketegangan memanas saat Pelaksana tugas Komisaris Jenderal UNRWA, Christian Saunders, menegaskan di Gaza bahwa kapasitas lembaganya sulit digantikan, sementara mantan Komisaris Jenderal Philippe Lazzarini menyebut sikap BOP sebagai "kontradiksi yang absurd".

Kutipan yang Menjelaskan Dua Kubu

"Ganjil bagi BOP mengambil sikap bermusuhan terhadap UNRWA, sementara pada saat yang sama gagal menyalurkan bantuan ke Gaza atau mendesak pihak pendudukan mematuhi kesepakatan gencatan senjata."

— Hazem Qassem, Juru Bicara Hamas, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Senin (28/9/2026).

"Masa UNRWA sudah berakhir. Program mereka bisa tetap berjalan sepanjang melayani warga Gaza dengan baik."

— Pejabat Board of Peace yang tidak disebut namanya kepada kantor berita AP.

Angka-Angka di Balik Pergulatan Ini

Data menunjukkan betapa besar yang dipertaruhkan saat satu lembaga dikeluarkan dari persamaan Gaza:

  • 11.000 pegawai UNRWA di Gaza menangani layanan kesehatan, pendidikan, air, dan sanitasi yang selama ini menjadi tulang punggung hidup warga.
  • UNRWA berdiri sejak 1949 dan selama tujuh dekade menjaga hak-hak pengungsi Palestina, termasuk hak kembali ke rumah.
  • Israel melarang UNRWA beroperasi sejak parlemen mengesahkan larangan itu pada Oktober 2024, dengan tuduhan lembaga itu disusupi Hamas — tuduhan yang oleh Mahkamah Internasional (ICJ) dinyatakan belum terbukti.
  • 1.451 warga Palestina tewas dan 4.953 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata Oktober 2025 dimulai, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
  • Sekitar 84 persen penduduk Gaza atau lebih dari 1,76 juta orang tinggal di lokasi pengungsian, dengan total kebutuhan pemulihan diperkirakan mencapai 71,5 miliar dolar AS.
  • Israel hingga kini menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza dan belum mengizinkan komite teknokrat Palestina bentukan BOP masuk sebelum Hamas dilucuti.

Indonesia dan Suara yang Menolak

Jakarta termasuk negara yang secara konsisten menolak pelemahan UNRWA. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan UNRWA harus melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya. Indonesia bahkan menyiapkan kontribusi tahunan 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp21,5 miliar untuk terus menopang badan tersebut. Posisi ini berkebalikan lurus dengan keputusan BOP, dan memperkuat dugaan bahwa BOP memang berjalan sebagai perpanjangan kepentingan yang selama ini diusung Amerika Serikat bersama Israel.

Pertanyaan yang kini menggantung: siapa yang benar-benar akan memberi makan, mengobati, dan mengajar 1,76 juta orang Gaza bila UNRWA benar-benar dikeluarkan, sementara dana rekonstruksi 2,4 miliar dolar AS itu pun belum satu pun tersalurkan?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User