BNI Hadirkan Tiga UMKM Batik di Puspa Nuswantara 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membawa tiga unit usaha batik binaannya ke pameran Puspa ...
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membawa tiga unit usaha batik binaannya ke pameran Puspa Nuswantara 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perluasan akses pasar serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya nusantara.
Puspa Nuswantara: Etalase Produk Nusantara
Puspa Nuswantara merupakan pameran tahunan yang mempertemukan pelaku usaha kriya, fesyen, dan aksesori berbasis kearifan lokal dengan konsumen, desainer, dan pelaku industri. Edisi 2026 ini mengusung tema "Weaving Indonesia's Creative Future" dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah. BNI, sebagai salah satu sponsor utama, memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan UMKM batik binaan yang telah dikurasi secara ketat.
Ketiga UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas produk, potensi pasar, serta inovasi yang mereka tawarkan. Masing-masing membawa kekhasan tersendiri: ada yang fokus pada batik tulis motif kontemporer, ada yang mengedepankan teknik cap dengan perpaduan pewarna alami, dan satu lagi mengusung batik pesisir dengan sentuhan modern. Diversifikasi ini diharapkan mampu menjangkau segmen pasar yang lebih luas, mulai dari konsumen ritel hingga pembeli korporat.
Program Pembinaan BNI yang Terintegrasi
Keikutsertaan ketiga UMKM ini bukanlah insidental. Mereka merupakan bagian dari program BNI Berdaya, sebuah inisiatif pemberdayaan yang mencakup pelatihan manajemen, pendampingan keuangan, sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Sejak 2020, program ini telah membina lebih dari 10.000 UMKM di seluruh Indonesia, dengan subsektor batik menjadi salah satu fokus utama.
"Pembinaan yang kami lakukan tidak berhenti pada pemberian kredit. Kami ingin memastikan setiap binaan memiliki kapasitas untuk bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis," ungkap seorang pejabat BNI. Dalam konteks Puspa Nuswantara, kehadiran UMKM batik ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa hasil pendampingan selama bertahun-tahun telah menghasilkan produk siap saing.
Manfaat Langsung bagi Pelaku Usaha
Bagi UMKM, pameran seperti Puspa Nuswantara memberikan dampak langsung. Seorang perwakilan UMKM batik binaan mengaku, selama tiga hari penyelenggaraan, omzetnya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penjualan bulanan biasa. "Ini pengalaman pertama kami ikut pameran berskala nasional. Banyak pengunjung yang tertarik dengan motif kami karena unik dan belum banyak di pasaran. Bahkan ada buyer dari Malaysia yang langsung memesan dalam jumlah besar," tuturnya.
Selain transaksi, mereka juga membangun jaringan dengan desainer, pemilik butik, dan sesama pelaku usaha. BNI mencatat, dari pameran sebelumnya, sekitar 40 persen UMKM binaan berhasil mendapatkan mitra bisnis baru dalam waktu tiga bulan pasca-pameran. Data ini menjadi acuan bahwa partisipasi dalam ajang promosi semacam itu memang efektif mendorong pertumbuhan usaha.
Dukungan Terhadap Ekonomi Kreatif Nasional
Batik merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor batik dan produk turunannya mencapai lebih dari USD 50 juta pada tahun 2025, dengan potensi pertumbuhan dua digit setiap tahunnya. Dengan membawa UMKM ke pameran yang tepat, BNI tidak hanya membantu individu pelaku usaha, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah dan memperkuat citra batik sebagai komoditas unggulan.
Di area pameran, stan khusus BNI menampilkan dekorasi bernuansa batik, lengkap dengan informasi digital tentang proses pembuatan dan filosofi motif. Pengunjung dapat melihat langsung demonstrasi membatik dari para pengrajin, yang semakin meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal.
Harapan ke Depan
Dengan berakhirnya pameran, bukan berarti pembinaan selesai. BNI akan terus memantau perkembangan ketiga UMKM tersebut, termasuk membantu mereka mengelola pesanan yang masuk serta mengoptimalkan platform digital yang telah disediakan. Pameran ini menjadi batu loncatan, bukan tujuan akhir. Diharapkan, kisah sukses tiga UMKM batik ini akan memantik lebih banyak pelaku usaha untuk bergabung dalam program binaan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Puspa Nuswantara 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara korporasi dan komunitas kreatif mampu menghasilkan dampak berlipat. Ketika batik binaan BNI dipamerkan di tengah gaung pameran, yang terpajang bukan sekadar kain, melainkan harapan dan masa depan ekonomi kerakyatan Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)