Band SMA Juara di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026
Jakarta – Kompetisi band tingkat SMA dalam ajang Band and Dance Competition HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 akhirnya mencapai puncaknya. Setela
Jakarta – Kompetisi band tingkat SMA dalam ajang Band and Dance Competition HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 akhirnya mencapai puncaknya. Setelah melalui babak penyisihan ketat yang diikuti puluhan sekolah dari Jabodetabek, dewan juri menetapkan satu nama sebagai juara pertama. Pemenang tersebut diumumkan dalam malam puncak yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu lalu, menjadi penutup meriah rangkaian turnamen sepak bola antar-SMA yang telah bergulir sejak November 2025.
HYDROPLUS, merek minuman isotonik yang telah tiga musim menjadi sponsor utama, mengemas kompetisi ini tidak sekadar sepak bola. Band and Dance Competition lahir dari ide menggabungkan energi olahraga dan seni, menciptakan ruang bagi siswa yang minatnya di luar lapangan hijau. Tahun ini, kategori band mencuri perhatian karena menampilkan kualitas musikal yang disebut juri “melampaui level pelajar”. Total 42 band mendaftar, 12 di antaranya lolos ke babak final setelah melewati penjurian video dan penampilan langsung di dua kota: Jakarta dan Bandung.
Perjalanan Sang Juara: Harmoni dan Pesan Sosial
Band yang keluar sebagai juara pertama adalah "Serambi Frekuensi" dari SMA Negeri 8 Jakarta. Beranggotakan lima siswa kelas XI—vokalis Naura (17), gitaris Rafi (17), bassis Dimas (16), keyboardist Gendis (17), dan drummer Adit (16)—mereka membawakan lagu orisinal berjudul "Langit Tak Akan Runtuh". Lagu itu terinspirasi dari pengalaman pribadi menghadapi tekanan akademik dan kesehatan mental remaja, disusun dalam balutan genre alternative rock dengan sentuhan prog yang mengejutkan juri.
"Ini bukan sekadar penampilan teknis, tetapi ada kedewasaan bermusik dan lirik yang sangat relevan dengan isu saat ini. Mereka layak menang, dan saya yakin bisa berkarier lebih jauh," ujar Budi Doremi, penyanyi sekaligus salah satu juri malam final.
Selain Budi, dewan juri juga diisi Anji (vokalis Drive) dan gitaris Eet Sjahranie, yang konsisten menekankan orisinalitas sebagai kunci penilaian. Eet menyebut bahwa aransemen "Langit Tak Akan Runtuh" memiliki dinamika yang sulit, namun dimainkan dengan sangat rapi oleh anak-anak SMA. "Mereka adalah pemain yang paham dinamis lagu, tidak cuma keras-keras. Itu langka," tambahnya.
Sebagai pemenang, Serambi Frekuensi membawa pulang hadiah uang tunai Rp25 juta, paket rekaman di studio profesional, serta kesempatan tampil di panggung utama Soundrenaline 2026. Vokalis Naura mengaku tidak menyangka bisa mengalahkan lawan-lawan kuat. "Kami cuma pengen cerita lewat musik. Soal menang, itu bonus yang membuat kami makin semangat berkarya," tuturnya dengan mata berkaca-kaca usai pengumuman.
Kompetisi yang Membuka Banyak Pintu
Runner-up pertama diraih band "Paradoks Dini" (SMAN 3 Bandung) dengan lagu pop-punk yang enerjik, sementara runner-up kedua jatuh pada trio jazz-fusion "Titik Lengkung" dari SMAN 70 Jakarta. Total enam band masuk babak grand final. Yang menarik, seluruh penampilan diwajibkan menyertakan minimal satu lagu ciptaan sendiri, sebuah kebijakan yang menurut panitia mendorong siswa produktif mencipta sejak dini.
Ketua Pelaksana HYDROPLUS Soccer League All-Stars, Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan mencetak bibit musisi muda yang tidak hanya jago cover, tapi punya identitas. "Kami ingin siswa berani menuangkan ide orisinal. Lewat ajang ini, kami menemukan banyak talenta. Bahkan beberapa di antaranya sudah didekati label indie," katanya di sela acara.
| Posisi | Nama Band | Sekolah | Hadiah |
|---|---|---|---|
| Juara 1 | Serambi Frekuensi | SMAN 8 Jakarta | Rp25 juta + rekaman + panggung Soundrenaline |
| Juara 2 | Paradoks Dini | SMAN 3 Bandung | Rp15 juta + paket rekaman |
| Juara 3 | Titik Lengkung | SMAN 70 Jakarta | Rp10 juta + workshop musik |
Sinergi Sepak Bola dan Industri Kreatif
HYDROPLUS Soccer League All-Stars sendiri merupakan kompetisi sepak bola SMA terbesar di Indonesia yang memasuki musim kelima. Tahun ini, selain laga all-star yang mempertemukan pemain terbaik dari setiap regional, pihak penyelenggara menambahkan zona kreatif yang meliputi band competition, dance competition, dan pameran karya seni rupa siswa. Langkah itu terinspirasi dari tren event global yang memadukan olahraga dengan lifestyle entertainment untuk menjangkau lebih banyak anak muda.
Menurut Brand Manager HYDROPLUS, Rina Kusumawati, kolaborasi ini sejalan dengan semangat merek mereka yang identik dengan hidrasi dan semangat aktif. "Kami ingin anak SMA tidak hanya berkompetisi di lapangan, tapi juga di panggung. Energi mereka sama besarnya. Lewat HYDROPLUS Soccer League All-Stars, kami ingin merayakan segala bentuk bakat," ujarnya.
Event yang berlangsung selama dua hari itu berhasil menarik lebih dari 15.000 pengunjung, sebagian besar pelajar dan keluarga. Selain menonton sepak bola dan penampilan band, pengunjung bisa mencoba berbagai aktivitas interaktif seperti tantangan tendangan akurasi, battle dance spontan, serta booth minuman isotonik gratis yang selalu dipadati antrean panjang.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Kepala SMAN 8 Jakarta, Dra. Lestari Ningsih, M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. "Kami selalu mendorong siswa untuk mengeksplorasi minat. Serambi Frekuensi adalah contoh nyata bahwa hobi bisa dijalani dengan serius dan menghasilkan prestasi," katanya.
Senada dengan itu, orang tua Naura, Tanti, menuturkan bahwa ia awalnya khawatir kegiatan band akan mengganggu pelajaran. Namun setelah melihat manajemen waktu anaknya dan hasil yang diraih, ia berubah pikiran. "Mereka latihan selepas pulang sekolah, tapi nilai tetap bagus. Ini pelajaran buat saya, bahwa kepercayaan itu penting," ucapnya.
Masa Depan Band Pelajar Indonesia
Keberhasilan Serambi Frekuensi memantik diskusi tentang potensi industri musik yang bersumber dari komunitas sekolah. Pengamat musik dari Universitas Indonesia, Irfan Siregar, mencatat bahwa ajang-ajang seperti ini bisa menjadi katalis ekosistem yang selama ini kurang tersentuh label besar. "Saya lihat sudah banyak band SMA yang kualitasnya layak direkam secara profesional. Mereka butuh panggung eksposure seperti HYDROPLUS Soccer League All-Stars," analisisnya.
Dengan berakhirnya kompetisi tahun ini, panitia sudah merencanakan edisi 2026/2027 dengan skala lebih luas, menjangkau sekolah di luar Pulau Jawa. "Kami sudah siapkan format audisi online untuk tahap awal. Semoga makin banyak bakat terpendam yang bisa kami gali," pungkas Hendra. Sementara itu, Serambi Frekuensi mulai menjadwalkan proses rekaman single debut mereka yang direncanakan rilis Juli 2026.
[SOCIAL_TWEET]: Kemeriahan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 ditutup dengan kemenangan band SMA! Serambi Frekuensi juara, siap tampil di Soundrenaline 2026. 🎸⚽ #BandPelajar #HydroplusAllStars #DariSekolahUntukDunia[SOCIAL_TG]: 🎸 Serambi Frekuensi dari SMAN 8 Jakarta raih juara 1 kompetisi band di HYDROPLUS All-Stars. Dapat Rp25 juta dan panggung Soundrenaline! Simak cerita lengkapnya. #BandAnakSMA #EventKeren
Comments (0)