Badan Geologi Pastikan Video Viral Erupsi Anak Krakatau Hoaks
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas memastikan bahwa video viral yang memperlihatkan erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau dari atas sebuah kapal adalah hoaks. V...
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas memastikan bahwa video viral yang memperlihatkan erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau dari atas sebuah kapal adalah hoaks. Video yang ramai di media sosial sejak akhir pekan lalu itu sebenarnya adalah rekaman erupsi gunung berapi lain yang terletak di luar negeri, diedit sedemikian rupa sehingga seolah terjadi di perairan Selat Sunda. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, menegaskan bahwa hingga Rabu (8/7), status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga, dan tidak ada erupsi besar seperti yang tergambar dalam video tersebut.
“Kami sudah melakukan verifikasi secara visual dan instrumental. Video itu tidak hanya menyesatkan tapi bisa memicu kepanikan yang tidak perlu,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis. PVMBG menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau memang fluktuatif, namun sepanjang Juli 2026 hanya terjadi letusan kecil dengan kolom abu setinggi 500-1.000 meter. Berdasarkan data pemantauan seismik, tidak ada tremor menerus yang mengindikasikan kenaikan magma skala besar. Masyarakat pun diminta hanya mengacu pada informasi dari sumber resmi, bukan dari unggahan yang belum jelas asal-usulnya.
Video hoaks yang berdurasi 30 detik tersebut menampilkan kepulan abu hitam disertai kilatan petir vulkanik diiringi suara gemuruh. Beberapa akun mencatut aksen panik wisatawan dan menyebarkannya dengan narasi “Anak Krakatau Meletus Hebat, Kapal Ferry Berputar Balik”. Setelah ditelusuri, potongan video tersebut berasal dari erupsi Gunung Shiveluch di Rusia tahun 2023 yang telah beredar di internet. Penyebar video disinyalir sengaja mencari sensasi dan ingin memviralkan ketakutan. Polisi siber telah dilibatkan untuk mengidentifikasi pelaku.
Meski begitu, Badan Geologi tidak menampik potensi bahaya Anak Krakatau yang sejak 2018 mengalami deformasi pasca-longsoran besar. Saat ini, zona bahaya ditetapkan dalam radius 3 kilometer dari kawah utama. Warga pesisir Banten dan Lampung juga diimbau untuk tidak mendekati area tersebut serta waspada terhadap potensi tsunami sekunder bila sewaktu-waktu terjadi longsoran kembali. “Kita sudah memiliki sistem peringatan dini, termasuk buoy di Selat Sunda. Jadi tidak perlu panik berlebihan,” tambah Hendra.
Akademisi dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Irwan Meilano, menyayangkan viralnya video hoaks yang justru mengaburkan informasi ilmiah. Ia mengingatkan perlunya literasi mitigasi bencana yang kuat di masyarakat. “Hoaks bencana itu dua kali berbahaya. Selain menebar ketakutan, juga bisa membuat orang mengabaikan peringatan resmi karena menganggap semua informasi serupa,” jelasnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga sudah memberikan label hoaks pada tautan video tersebut serta mengimbau warganet untuk tidak menyebarkan ulang.
Seiring dengan penegasan ini, PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau secara real-time. Data seismik, deformasi, dan gas vulkanik dipublikasikan setiap enam jam melalui kanal Magma Indonesia. Masyarakat yang hendak berwisata atau beraktivitas di sekitar Selat Sunda disarankan untuk memeriksa status terkini melalui aplikasi resmi atau website PVMBG. “Kami siaga 24 jam. Jika ada perubahan status mendadak, akan langsung kami sampaikan,” tutup Hendra.
[TAGS]: Anak Krakatau, Hoaks, Badan Geologi, PVMBG, Erupsi, Viral [SOCIAL_TWEET]: Waspada hoaks! Video viral erupsi Anak Krakatau dari kapal dipastikan palsu. Status gunung masih Siaga, radius aman 3 km. Jangan mudah termakan info sesat. #CekFakta #AnakKrakatau [SOCIAL_FB]: Faktanya: video erupsi besar Anak Krakatau yang viral adalah rekayasa. Badan Geologi tegaskan status masih Siaga. Telusuri kronologi dan fakta sebenarnya dalam berita ini. [SOCIAL_TG]: Video viral erupsi Anak Krakatau adalah hoaks! Aslinya dari gunung di Rusia. Status saat ini tetap Siaga level III. Baca verifikasi resminya di sini. [SOCIAL_THREADS]: Jangan panik, itu hoaks. Badan Geologi pastikan video erupsi besar Anak Krakatau itu editan. Kenali asal video asli, penjelasan PVMBG, dan bagaimana cara membedakan info bencana yang benar. Thread ini rangkum semua.
Comments (0)