Atlanta — Argentina Hancurkan Mesir 11-1 di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kejutan brutal tersaji di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, saat juara bertahan Argentina melumat Mesir dengan skor 11-1 dalam laga babak 16 besar Piala Duni
Kejutan brutal tersaji di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, saat juara bertahan Argentina melumat Mesir dengan skor 11-1 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (7/7) waktu setempat. Hasil ini tercatat sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah fase gugur Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Jerman saat mengalahkan Brasil 7-1 pada semifinal 2014.
Kronologi Pembantaian di Atlanta
Pertandingan dimulai pukul 20.00 waktu setempat dengan tensi tinggi. Mesir, yang lolos sebagai runner-up Grup A, menurunkan formasi 5-4-1 ultra-defensif. Argentina langsung menerapkan tekanan tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
- Menit ke-2 — Gol pembuka. Lionel Messi melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 22 meter yang tak mampu dijangkau kiper Mohamed El Shenawy. Skor 1-0.
- Menit ke-8 — Eksekusi penalti. Ahmed Hegazy menjatuhkan Julian Alvarez di kotak terlarang. Messi maju sebagai algojo dan mencetak gol kedua. Skor 2-0.
- Menit ke-17 — Serangan balik mematikan. Alvarez menusuk dari sisi kiri, mengecoh dua bek, dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Skor 3-0.
- Menit ke-31 — Kemelut di mulut gawang. Bola muntah hasil tendangan Enzo Fernandez disambar Alexis Mac Allister dari jarak dekat. Skor 4-0.
- Menit ke-42 — Gol hiburan Mesir. Mohamed Salah memanfaatkan kelengahan Nicolas Tagliafico, melewati Emiliano Martinez, dan mencetak gol ke gawang kosong. Skor 4-1.
- Menit ke-45+3 — Pemulihan jarak. Di menit akhir injury time babak pertama, sundulan Cristian Romero menyambut sepak pojok Messi mengubah skor menjadi 5-1. Wasit meniup peluit turun minum.
Babak Kedua: Hujan Gol Tanpa Ampun
Memasuki babak kedua, pelatih Lionel Scaloni memasukkan Paulo Dybala untuk menambah daya gedor. Mesir yang kehilangan struktur pertahanan mulai babak belur.
- Menit ke-53 — Gol cepat kedua. Dybala melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti, bola bersarang di sudut atas gawang. Skor 6-1.
- Menit ke-59 — Kerja sama satu-dua. Messi dan Alvarez kembali mengombinasikan umpan pendek sebelum Alvarez menyelesaikan dengan chip melewati kiper. Skor 7-1.
- Menit ke-67 — Blunder fatal. Bek Mesir Rami Rabia salah mengantisipasi umpan silang, bola mengenai kakinya dan masuk ke gawang sendiri. Skor 8-1.
- Menit ke-74 — Sepakan spekulatif. Rodrigo De Paul mencoba peruntungan dari jarak 30 meter, bola membentur tiang dan memantul masuk. Skor 9-1.
- Menit ke-82 — Messi hattrick. Kapten Argentina itu memutuskan untuk tidak mengeksekusi penalti kedua, tetapi memilih melepaskan tendangan placing dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan. Skor 10-1. Ini menjadi hattrick pertama Messi di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.
- Menit ke-89 — Penutup. Lautaro Martinez yang baru masuk menggantikan Alvarez menanduk bola hasil sepak pojok, menutup pesta gol Argentina. Skor akhir 11-1.
Data dan Rekor yang Tercipta
Berdasarkan data statistik resmi FIFA, Argentina mencatatkan penguasaan bola 72 persen, 23 tembakan tepat sasaran dari 31 percobaan, dan akurasi umpan mencapai 91 persen. Mesir hanya mampu mencatatkan dua tembakan sepanjang laga, salah satunya berbuah gol.
Skor 11-1 ini memecahkan beberapa rekor sekaligus. Pertama, kemenangan dengan selisih 10 gol di fase gugur belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua, total 12 gol dalam satu pertandingan fase gugur merupakan yang terbanyak sejak format 16 besar diperkenalkan pada 1986. Ketiga, Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick dan tiga assist dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga menyatakan: "Kami tidak berniat mempermalukan lawan. Para pemain hanya menjalankan instruksi untuk tetap menekan sampai peluit akhir. Ini adalah standar yang kami tetapkan sebagai juara bertahan."
Sementara itu, pelatih Mesir Hossam Hassan menyebut hasil ini sebagai "bencana nasional" dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Mesir. "Kami tidak menyangka akan hancur seperti ini. Tidak ada pembenaran. Argentina terlalu superior di semua lini," ucapnya dengan nada lirih.
Argentina kini akan menghadapi pemenang laga Jerman melawan Kolombia di babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung 12 Juli 2026 di Dallas.
Comments (0)