Arogan Klaim Tentara Saat Jajah Trotoar, Pemotor di Depok Terekam dan Viral
Depok - Ruang publik yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor kembali menjadi arena arogansi pengguna jalan. Fasilitas trotoar di kawasan Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi saksi bi
Depok - Ruang publik yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor kembali menjadi arena arogansi pengguna jalan. Fasilitas trotoar di kawasan Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi saksi bisu dari tindakan seorang pengendara motor yang tidak hanya melanggar hak pejalan kaki tetapi juga mencoba mengelabui warga dengan klaim identitas palsu. Peristiwa yang terekam oleh seorang wanita pejalan kaki ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kemarahan dari warganet.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kronologi berawal ketika seorang pejalan kaki perempuan tengah melintas di atas trotoar. Lajur yang seharusnya menjadi zona aman bagi pejalan kaki itu justru diduduki oleh sepeda motor yang melaju melawan arus lalu lintas. Merasa resah dan terancam, korban pun memberanikan diri untuk menegur pengendara motor tersebut. Bukannya menunjukkan sikap mengalah atau meminta maaf, pria yang berada di atas motor itu justru bereaksi sebaliknya. Ia ngotot bahwa ia berhak melintas di trotoar dan secara mengejutkan mengaku-ngaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar aksinya tidak dipermasalahkan.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman video yang kini viral, terdengar jelas suara pejalan kaki yang mencoba menyadarkan sang pemotor. Ia menekankan bahwa trotoar adalah tempat yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk sepeda motor apalagi melawan arus. Namun, dengan nada tinggi dan gestur meyakinkan, pemotor tersebut bersikeras bahwa ia adalah anggota TNI. Wanita itu tidak tinggal diam. Ia merekam momen tersebut menggunakan telepon seluler genggamnya sembari terus mempertanyakan keabsahan klaim sang pemotor. "Katanya tentara, katanya tentara... terus kenapa lewat trotoar?" ujar wanita tersebut dalam video, dikutip dari rekaman yang beredar pada Rabu (5/2/2025).
Perdebatan antara keduanya berlangsung cukup alot di atas trotoar. Pemotor itu tetap bersikukuh tidak mau turun dari trotoar. Ketegangan baru mereda ketika warga sekitar mulai mendekat dan mengetahui bahwa aksi pemotor tersebut tengah direkam. Merasa terpojok, pria itu akhirnya memilih untuk melarikan diri dengan memacu kendaraannya menjauh dari lokasi kejadian.
"Ini kan trotoar, ini tempat orang jalan kaki. Bukannya turun, dia malah ngaku-ngaku tentara. Saya pikir itu tidak masuk akal, makanya saya rekam. Seharusnya yang berseragam itu memberi contoh, bukan malah melanggar aturan," ujar wanita tersebut dalam narasi video yang ia unggah.
Pasca video tersebut viral, banyak warganet yang mempertanyakan integritas oknum yang mengaku tentara tersebut. Pasalnya, jika memang benar yang bersangkutan adalah aparat berseragam, tindakannya menggunakan trotoar dan melawan arus merupakan bentuk pelanggaran lalu lintas yang sangat disayangkan. Namun, jika klaim tersebut hanya kedok untuk menakut-nakuti warga sipil, maka tindakannya telah masuk ke dalam ranah penipuan dan pemalsuan identitas institusi negara. Publik pun mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut identitas pengendara motor yang terekam jelas dalam video tersebut.
Fenomena "penjajahan" trotoar oleh pengendara motor di wilayah Depok dan sekitarnya memang bukanlah cerita baru. Para pejalan kaki kerap menjadi pihak yang paling dirugikan karena fasilitas yang dibangun dengan susah payah oleh pemerintah justru dipakai secara ilegal oleh para pesepeda motor yang tidak sabaran. Aksi nekat melawan arus di atas trotoar menambah panjang daftar pelanggaran yang membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang kerap melintas di area tersebut. Media kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan respons dari pihak terkait.
Comments (0)