Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Arab Saudi — MBS Desak Donald Trump Gempur Kelompok Houthi

Telepon di Gedung Putih berdering dua kali dalam kurun waktu beberapa jam pada Kamis lalu. Di ujung garis komunikasi rahasia tersebut, Putra Mahkota sekali

Arab Saudi — MBS Desak Donald Trump Gempur Kelompok Houthi

Telepon di Gedung Putih berdering dua kali dalam kurun waktu beberapa jam pada Kamis lalu. Di ujung garis komunikasi rahasia tersebut, Putra Mahkota sekaligus penguasa de facto Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menyampaikan desakan mendesak kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pemicunya adalah manuver militer milisi Houthi yang disokong Iran, yang kian merangsek mendekati jalur pelayaran krusial di Laut Merah. Namun, di balik pintu tertutup Washington, respon yang diberikan justru berupa penolakan untuk melakukan tindakan militer langsung.

Laporan investigasi berdasarkan sumber-sumber diplomatik dan pejabat pertahanan AS mengungkapkan bahwa situasi di sekitar Yaman telah mencapai titik didih baru. Keberhasilan Houthi merebut sebuah kota pelabuhan strategis di pesisir Yaman mendekatkan kelompok pemberontak ini ke Selat Bab al-Mandab — arteri utama perdagangan internasional dan jalur ekspor minyak utama bagi Kerajaan Arab Saudi.

Geopolitik Minyak dan Dilema Intervensi Amerika

Kepanikan pasar internasional tercermin secara instan. Lonjakan harga minyak mentah terjadi tak lama setelah kabar jatuhnya kota pesisir tersebut ke tangan Houthi menyebar. Bagi Riyadh, pergerakan Houthi bukan sekadar ancaman keamanan nasional, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan ekonomi kawasan. Meski demikian, Washington memilih melangkah dengan sangat berhati-hati.

"Pemerintahan AS mengkhawatirkan eskalasi konflik yang membesar di Yaman, tetapi Washington menegaskan belum memiliki rencana untuk melakukan intervensi militer langsung melawan Houthi saat ini," ujar salah seorang pejabat AS kepada tim redaksi.

Sebagai gantinya, AS memilih meningkatkan bantuan intelijen dan logistik bagi Arab Saudi. Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, bahkan langsung melakukan kunjungan mendadak ke Riyadh untuk mengoordinasikan langkah-langkah pertahanan darurat. Langkah ini memperlihatkan komitmen Amerika untuk melindungi sekutunya tanpa harus terseret kembali dalam kubangan perang terbuka di Yaman.

Dua Cengkraman Tehran di Jalur Maritim Utama

Pengamat intelijen menilai bahwa manuver Houthi ini merupakan bagian dari strategi kawasan yang lebih luas oleh Iran. Saat ini, Tehran sudah memegang kendali atas arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Jika Houthi berhasil mengamankan kendali penuh atas Selat Bab al-Mandab, Iran secara praktis akan mengapit dua jalur pasokan minyak paling krusial di dunia.

Jalur Pelayaran Lokasi Strategis Tingkat Ancaman & Pengaruh Iran
Selat Hormuz Teluk Persia Ketergantungan penuh pada patroli Angkatan Laut Iran; risiko blokade total.
Selat Bab al-Mandab Laut Merah / Yaman Milisi Houthi menguasai pesisir; ancaman rudal dan drone terhadap kapal tangker.

Kombinasi pengaruh di kedua selat tersebut memberi Iran posisi tawar geopolitik yang sangat masif terhadap Amerika Serikat dan negara-negara Teluk. "Jika kedua pintu masuk maritim ini dikontrol oleh jaringan proksi Tehran, stabilitas pasokan energi dunia pada dasarnya disandera oleh keputusan politik Iran," pangkas seorang analis risiko maritim senior di kawasan Teluk.

Eskalasi Tanpa Ujung di Laut Merah

Konfrontasi antara Arab Saudi dan Houthi kembali membara sejak Juli lalu setelah Riyadh menerapkan sejumlah tindakan ketat untuk menekan ekonomi pemberontak. Namun, respon balasan dari Houthi terbukti jauh lebih agresif dari yang diperkirakan. Keberanian Houthi menguasai wilayah pesisir baru membuktikan bahwa serangan udara penangkal selama bertahun-tahun belum mampu melumpuhkan kapasitas tempur mereka.

Hingga saat ini, pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington maupun Gedung Putih secara resmi menolak memberikan komentar terkait isi percakapan pribadi antara MBS dan Trump. Namun, satu hal yang pasti: pergeseran peta kekuatan di Selat Bab al-Mandab kini memaksa seluruh pemain kunci dunia untuk menghitung ulang kalkulasi militer dan ekonomi mereka di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User