Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Adhyatma Manika Raih Emas Lompat Tinggi Sekaligus Pecahkan Rekor Pribadi

Atlet lompat tinggi andalan Bali, I Putu Gede Adhyatma Manika, kembali mengukuhkan dominasinya di kancah nasional. Bertanding dalam ajang Invitasi Mahasisw

Adhyatma Manika Raih Emas Lompat Tinggi Sekaligus Pecahkan Rekor Pribadi

Atlet lompat tinggi andalan Bali, I Putu Gede Adhyatma Manika, kembali mengukuhkan dominasinya di kancah nasional. Bertanding dalam ajang Invitasi Mahasiswa di Jakarta, Manika sukses menyabet medali emas sekaligus mempertajam rekor pribadi (Personal Best/PB) miliknya usai mencatatkan lompatan setinggi 2,01 meter.

Capaian ini melampaui rekor sebelumnya, yakni 2,00 meter, yang ia torehkan saat memperkuat kontingen Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Hasil ini menjadi bukti konsistensi performa sang atlet kendati harus melalui persiapan serta perjalanan logistik yang penuh rintangan.

“Hasil di Invitasi Mahasiswa, lompatan saya melewati PB. Dengan lompatan 2,01 meter, otomatis saya mendapatkan medali emas. Ini capaian bagus bagi saya,” ujar Manika usai memastikan gelar juara.

Kronologi Perjalanan: Tertahan Erupsi hingga Tempuh Jalur Darat

Keberhasilan Manika di Jakarta diraih setelah melalui rangkaian perjalanan yang melelahkan. Gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik memaksa sang atlet mengubah rute perjalanan di menit-menit akhir sebelum jadwal kompetisi:

  1. Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Penerbangan langsung Manika menuju Jakarta terpaksa dialihkan demi keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.
  2. Pendaratan Darurat di Surabaya: Pesawat yang ditumpangi mendarat di Surabaya, Jawa Timur, sehingga Manika harus segera mencari alternatif transportasi.
  3. Perjalanan Kereta Api Menuju Ibu Kota: Manika melanjutkan perjalanan darat menggunakan moda kereta api berjam-jam menuju Jakarta yang berpotensi memicu kekakuan otot.
  4. Pemulihan Fisik Kilat: Tiba di lokasi, Manika memprioritaskan istirahat total untuk memulihkan kebugaran sebelum turun ke lintasan lompat tinggi.
“Perjalanan panjang sedikit berpengaruh karena lebih banyak duduk. Saya manfaatkan waktu penuh untuk istirahat sebelum bertanding,” jelasnya mengenai manajemen fisik di tengah kendala transportasi tersebut.

Rekonstruksi Pertandingan dan Koreksi Taktis Pelatih

Persaingan di arena lompat tinggi berlangsung kompetitif. Manika sempat menemui hambatan pada percobaan awal di mistar rekor. Namun, evaluasi teknis cepat yang diberikan oleh pelatih Ketut Widiana terbukti menjadi kunci keberhasilan.

Pada percobaan kedua, Manika melakukan penyesuaian sudut awalan dan daya tolak (take-off), yang membuatnya sukses melayang melewati mistar 2,01 meter dengan mulus. Torehan tersebut memastikan jarak keunggulan yang sangat jauh dari rival-rivalnya di papan klasemen akhir:

  • Medali Emas: I Putu Gede Adhyatma Manika (Bali) – 2,01 meter
  • Medali Perak: M. Gilang Baskar (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) – 1,87 meter
  • Medali Perunggu: Haikal Irsyad (Universitas Pertamina Jakarta) – 1,73 meter

Dukungan Fasilitas Daerah dan Ambisi Menuju 2,03 Meter

Di balik pencapaian rekor barunya, Manika menggarisbawahi pentingnya revitalisasi sarana latihan di daerah asalnya. Kehadiran fasilitas lompat tinggi baru yang dibangun oleh PASI dan KONI Kota Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar Barat, memberikan dampak signifikan terhadap kualitas program latihannya.

Meskipun berhasil merebut emas dan menembus rekor 2,01 meter, atlet asal Pulau Dewata ini menegaskan tidak ingin berpuas diri. Ia telah membidik target lompatan baru di angka 2,03 meter pada kejuaraan mendatang guna memperkuat posisinya di level internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User