Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Alexander Zverev Juara US Open Usai Tundukkan Ben Shelton

Petenis unggulan utama asal Jerman, Alexander Zverev, berhasil mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih gelar Grand Slam usai menaklukkan wakil tuan ru

Alexander Zverev Juara US Open Usai Tundukkan Ben Shelton

Petenis unggulan utama asal Jerman, Alexander Zverev, berhasil mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih gelar Grand Slam usai menaklukkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, di partai final US Open. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung lawan di Arthur Ashe Stadium, Zverev membungkam ambisi publik Amerika Serikat lewat kemenangan empat set dengan skor 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, dan 6-2.

Kemenangan ini sekaligus mengubur memori kelam Zverev pada final US Open 2020 silam, saat dirinya hanya berjarak dua poin dari trofi sebelum akhirnya takluk secara dramatis dari Dominic Thiem. Setelah melewati masa pemulihan cedera parah dan kegagalan di beberapa laga puncak, petenis berusia 29 tahun itu akhirnya membuktikan konsistensi performanya di level tertinggi.

"Tuhan melihat betapa keras kami bekerja, betapa banyak penderitaan dan rasa sakit yang harus kami lewati. Tahun ini adalah hasil dari seluruh proses panjang yang terjadi sebelumnya," ujar Zverev dalam sesi penyerahan trofi.

Kronologi Pertarungan Final di Arthur Ashe Stadium

Laporan investigasi dan analisis pertandingan mencatat pergeseran taktik yang menentukan di setiap set dalam partai puncak tersebut:

  1. Set Pertama (6-3): Zverev tampil dominan sejak servis pembuka. Ia memanfaatkan unforced errors Shelton yang tampak gugup, mengunci keunggulan awal tanpa menghadapi break point berarti.
  2. Set Kedua (7-6 [7/2]): Shelton mulai menemukan ritme servis kerasnya. Namun, ketenangan Zverev dalam fase tie-break menjadi pembeda mutlak, merebut lima poin beruntun untuk memimpin 2-0.
  3. Set Ketiga (5-7): Didukung gemuruh penonton, Shelton bangkit. Memanfaatkan posisi 0-40 saat Zverev memegang servis di gim ke-12, Shelton menekan hingga pukulan voli forehand Zverev melebar, memaksakan set keempat.
  4. Set Keempat (6-2): Alih-alih tertekan, Zverev langsung merespons dengan mematahkan servis Shelton di gim pertama. Zverev melaju kencang tanpa cela hingga menutup laga dalam tempo dominan.

Pupusnya Harapan 23 Tahun Publik Tuan Rumah

Kekalahan Ben Shelton memperpanjang paceklik gelar Grand Slam tunggal putra bagi Amerika Serikat. Terakhir kali petenis putra AS menjuarai turnamen major adalah ketika Andy Roddick mengangkat trofi US Open pada tahun 2003—saat Shelton bahkan belum genap berusia satu tahun.

Sebelum melangkah ke final, Shelton tampil impresif dengan menumbangkan juara bertahan Carlos Alcaraz lewat drama lima set di perempat final serta menghentikan kompatriotnya Frances Tiafoe di semifinal. Namun, variasi pukulan dan pertahanan solid baseline Zverev terbukti terlalu tangguh bagi petenis muda berusia 23 tahun tersebut.

  • Skor Akhir: 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, 6-2 untuk kemenangan Alexander Zverev.
  • Durasi Laga: 3 jam 28 menit permainan intensitas tinggi.
  • Catatan Sejarah: Gelar Grand Slam perdana bagi Zverev sekaligus memperpanjang puasa gelar putra AS sejak 2003.

Momen unik terjadi saat pengembalian servis Shelton melebar di poin penentu kemenangan. Zverev sempat terdiam beberapa detik sebelum mengangkat tangannya ke udara. Dalam wawancara seusai laga, ia mengaku sempat kehilangan hitungan skor dan mengira pertandingan baru memasuki kedudukan 5-1 sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya telah resmi menjadi kampiun US Open.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User