Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

WNI Kabur dari Rombongan Tur Korsel Terlacak di Ansan

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sempat dilaporkan hilang dari rombongan perjalanan wisata di Korea Selatan telah berhasil ditemukan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengon...

WNI Kabur dari Rombongan Tur Korsel Terlacak di Ansan

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sempat dilaporkan hilang dari rombongan perjalanan wisata di Korea Selatan telah berhasil ditemukan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa individu berinsial F kini terdeteksi berada di kota Ansan, setelah beberapa hari tak diketahui keberadaannya.

Kronologi Menghilang dari Rombongan Tur

Peristiwa ini bermula pada pekan lalu, saat F tiba di Korea Selatan bersama rombongan tur yang berjumlah sekitar 20 orang. Rombongan tersebut mengikuti paket perjalanan selama delapan hari tujuh malam, mencakup kunjungan ke Seoul, Busan, dan Pulau Jeju. Pada hari ketiga perjalanan, ketika rombongan bersiap menuju destinasi berikutnya, F tidak hadir pada titik kumpul yang telah ditentukan. Awalnya, pemandu wisata dan rekan-rekan seperjalanan mengira peserta tersebut terlambat, namun setelah satu jam berlalu tanpa kabar, kekhawatiran mulai muncul.

Tim pemandu mencoba menghubungi F melalui ponsel dan aplikasi pesan, namun tidak mendapat respons. Pencarian dilakukan di sekitar hotel dan area wisata terdekat, tetapi tidak membuahkan hasil. Pihak travel agent kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi setempat dan sekaligus menginformasikannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.

Upaya Pencarian oleh KBRI dan Otoritas Korea Selatan

Menindaklanjuti laporan itu, KBRI Seoul segera mengaktifkan saluran komunikasi dengan Kepolisian Korea Selatan dan Badan Imigrasi setempat. Proses pencarian ditingkatkan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi terakhir F terlihat, termasuk di lobi hotel, stasiun kereta bawah tanah, dan halte bus. Data imigrasi juga diakses untuk melihat apakah ada aktivitas perjalanan lintas kota oleh WNI yang bersangkutan.

Kemlu di Jakarta turut memantau perkembangan melalui pusat krisis dan melibatkan keluarga F di Tanah Air untuk memperoleh informasi tambahan yang mungkin membantu. Publik pun sempat dihebohkan dengan pemberitaan mengenai hilangnya seorang pelancong Indonesia di negeri ginseng tersebut.

Titik Terang di Ansan

Setelah hampir lima hari pencarian, data dari sistem pemantauan keimigrasian menunjukkan bahwa F terdeteksi berada di wilayah Ansan, sebuah kota industri dan multikultural yang berjarak sekitar 40 kilometer di selatan Seoul. Deteksi ini diperkuat dengan adanya laporan patroli polisi yang mendapati seorang warga asing dengan identitas sesuai ciri-ciri F.

Menurut keterangan yang dihimpun, saat ditemukan F dalam kondisi selamat dan sehat. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau ancaman yang menyebabkan ia meninggalkan rombongan. Pihak KBRI segera mengirimkan tim konsuler untuk bertemu dan memastikan hak-hak keimigrasian F tetap terjaga.

Langkah Penanganan dan Status Saat Ini

Kemlu menyatakan bahwa saat ini F berada dalam pemantauan KBRI Seoul. Status keimigrasiannya sedang ditelaah karena meninggalkan rombongan tur dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap ketentuan visa wisata. Koordinasi dilakukan dengan Kantor Imigrasi Korea Selatan untuk menentukan apakah F tetap diperbolehkan tinggal atau harus dipulangkan lebih awal.

Jika diperlukan, KBRI akan memberikan pendampingan hukum serta memfasilitasi komunikasi antara F dan keluarganya di Indonesia. Kemlu juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius, dan pihaknya akan memastikan proses penanganan berjalan sesuai dengan hukum Korea Selatan dan perlindungan hak-hak WNI.

Pesan untuk WNI di Luar Negeri

Insiden ini menjadi pengingat bagi setiap WNI yang bepergian ke luar negeri untuk selalu mematuhi aturan keimigrasian dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI. Kemlu menghimbau agar semua pelancong tidak mengambil tindakan yang dapat berisiko seperti meninggalkan rombongan tanpa pemberitahuan. Hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga dapat menimbulkan masalah administratif dan hukum di negara asing.

Lebih jauh, KBRI Seoul akan meningkatkan patroli informasi dan kerja sama dengan agen perjalanan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Pelaporan dini dan koordinasi yang cepat terbukti dapat mempercepat penemuan serta mengurangi dampak yang ditimbulkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User