Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Kebakaran Besar Hanguskan Rumah Adat Desa Sade Lombok

Api besar melanda kawasan Desa Wisata Sade di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Musibah itu menimpa permukiman yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat pelestarian ...

Kebakaran Besar Hanguskan Rumah Adat Desa Sade Lombok

Api besar melanda kawasan Desa Wisata Sade di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Musibah itu menimpa permukiman yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat pelestarian arsitektur tradisional suku Sasak, lengkap dengan rumah panggung berdinding bambu serta atap berbahan jerami alang-alang yang menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

Api Menjalar Cepat di Antara Bangunan Organik

Berdasarkan gambaran situasi di lapangan, kobaran api awalnya muncul dari salah satu unit rumah adat sebelum menjalar ke bangunan-bangunan tetangga. Tata ruang desa yang memadatkan rumah-rumah pada jarak sangat berdekatan membuat percikan api mudah berpindah, terlebih ketika angin bertiup cukup kencang.

Warga berupaya memadamkan nyala menggunakan ember air dan alat sederhana sebelum bantuan resmi tiba. Kendati demikian, karakter material bangunan yang kering akibat cuaca panas membuat proses pemadaman tidak sederhana. Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi bekerja menyektor agar jarak api tidak melebar ke hunian lain maupun fasilitas umum desa.

Hingga pemberitaan ini disusun, pendataan jumlah bangunan yang rusak serta estimasi kerugian masih berlangsung. Belum ada konfirmasi resmi soal korban jiwa maupun luka bakar, sementara penyebab pasti kejadian masih diselidiki aparat setempat.

Arsitektur Sasak: Estetika Tinggi, Rentan Terhadap Api

Rumah adat Sade dibangun dengan filosofi khas suku Sasak. Dindingnya terdiri atas anyaman bambu, lantainya memanfaatkan tanah liat yang dicampur bahan alami lalu digosok hingga mengilap, sedangkan atapnya menggunakan rumbia atau jerami kering. Konstruksi serupa juga dipakai pada lumbung padi, yakni gudang panggung untuk menyimpan hasil panen keluarga.

Dari sisi keindahan, material alami tersebut menghadirkan identitas visual yang sulit ditiru bangunan modern serta mencerminkan kearifan lokal dalam beradaptasi dengan iklim tropis. Namun dari sudut pandang keselamatan, kombinasi bambu kering, jerami, dan kayu merupakan bahan bakar ideal bagi api. Pola kebakaran permukiman tradisional di berbagai daerah secara konsisten menunjukkan bahwa struktur berbahan organik memiliki tingkat kerentanan jauh lebih tinggi dibanding bangunan bertembok beton.

Pusat Wisata Budaya yang Menopang Ekonomi Warga

Sade bukan sekadar permukiman biasa. Kawasan ini telah lama masuk dalam peta wisata unggulan Lombok Tengah karena menawarkan pengalaman langsung menyaksikan kehidupan suku Sasak, mulai dari proses menenun kain ikat, tradisi perkawinan, hingga tatanan sosial yang masih memegang teguh adat leluhur. Letaknya yang berdekatan dengan jalur wisata Kuta-Mandalika menjadikan desa ini persinggahan rutin wisatawan domestik maupun mancanegara.

Oleh karena itu, musibah kebakaran tidak hanya menyangkut hilangnya tempat tinggal, tetapi juga potensi ekonomi ratusan keluarga yang bergantung pada kunjungan wisata. Sejumlah pengrajin dan pedagang lokal mengandalkan lalu lintas wisatawan harian untuk memasarkan produk tenun serta suvenir khas Sasak.

Penanganan Darurat dan Langkah Pemulihan

Pemerintah kabupaten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dipastikan akan melakukan pendataan menyeluruh kondisi kawasan pascakejadian. Pemulihan bangunan adat umumnya memerlukan pendekatan khusus karena harus tetap mengikuti kaidah arsitektur tradisional, termasuk penggunaan material alami sesuai warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Peristiwa ini sekaligus membuka diskusi penting mengenai sistem mitigasi kebakaran di permukiman adat. Beberapa langkah yang lazim direkomendasikan antara lain penyediaan tabung pemadam di titik strategis, pembatasan sumber api terbuka di area padat, pengecekan berkala instalasi listrik, serta pelatihan tanggap darurat bagi seluruh warga.

Sementara itu, masyarakat Desa Sade dikenal memiliki ikatan komunal yang kuat. Tradisi gotong royong suku Sasak diyakini menjadi modal utama tahap pemulihan, baik untuk mendirikan kembali hunian yang hangus maupun merawat nilai-nilai adat yang menjadi jantung desa wisata tersebut.

Publik yang hendak berkunjung atau menyalurkan bantuan diimbau menunggu informasi resmi dari pemerintah daerah agar penyaluran tepat sasaran. Kepastian data mengenai besaran kerugian, penyebab kebakaran, dan rencana rehabilitasi diharapkan tersampaikan setelah pendataan lapangan rampung dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User