Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

WASHINGTON — Kennedy Center Terancam Bangkrut dan Ditutup

Kemegahan gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington D.C. kini diselimuti kabut ketidakpastian yang mencekam. Pusat kesenian palin

WASHINGTON — Kennedy Center Terancam Bangkrut dan Ditutup

Kemegahan gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington D.C. kini diselimuti kabut ketidakpastian yang mencekam. Pusat kesenian paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut dilaporkan berada di ambang kebangkrutan total. Dokumen internal yang bocor mengungkapkan bahwa dewan wali amanat pusat seni tersebut bersiap melakukan pemungutan suara darurat untuk menentukan apakah gedung utama harus ditutup sepenuhnya akibat krisis keuangan akut dan bahaya keselamatan fisik bangunan yang meruncing.

Peringatan keras yang tercantum dalam dokumen pra-pertemuan setebal 57 halaman menyebutkan bahwa lembaga ini bisa gagal membayar gaji karyawan dan memutus kontrak pemeliharaan rutin dalam hitungan minggu. Krisis ini bukan sekadar penurunan kinerja biasa, melainkan muara dari konflik politik internal, anjloknya penjualan tiket, dan kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana badai.

Prahara Finansial dan Gelombang Boikot Seniman

Investigasi mendalam terhadap laporan keuangan menunjukkan keretakan anggaran yang sangat menganga. Dari target pendapatan yang diproyeksikan mencapai US$ 220 juta, Kennedy Center diperkirakan hanya mampu mengumpulkan sekitar US$ 124 juta. Meskipun pemotongan anggaran belanja secara masif telah diberlakukan sepanjang tahun fiskal lalu, pusat seni ini tetap menanggung defisit anggaran sekitar US$ 23 juta.

Penjualan tiket merosot tajam ke tingkat terendah sejak era pandemi COVID-19. Kemerosotan ini tidak lepas dari gelombang boikot masif oleh para seniman terkemuka yang menolak tampil di tempat tersebut. Pemicu utamanya adalah langkah kontroversial mantan Presiden Donald Trump yang menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua dewan pimpinan lembaga tersebut di awal masa jabatan keduanya.

Indikator Keuangan Proyeksi / Target Realisasi Aktual
Pendapatan Total US$ 220 Juta US$ 124 Juta
Defisit Bersih - US$ 23 Juta
Tingkat Penjualan Tiket Normal (Pra-Pandemi) Terendah Sejak Pandemi

Politisasi Prasasti dan Kerusakan Fisik

Ketegangan makin memuncak ketika dewan yang ditunjuk Trump sempat memilih untuk mengubah nama gedung tersebut menjadi pusat "Trump-Kennedy" pada Desember lalu—sebuah keputusan yang kemudian dibatalkan oleh pengadilan. Kini, demi menyelamatkan keuangan lembaga, dewan wali amanat diminta memilih salah satu dari 10 opsi teks yang akan diukir di bagian luar bangunan, tepat di bawah nama aslinya, guna memberikan penghargaan secara publik kepada Trump atas upaya renovasi.

Langkah ini dipandang sebagai barter politik agar Trump membantu menggalang dana darurat. Padahal, lembaga ini didirikan untuk menghormati mendiang Presiden John F. Kennedy, sosok pejuang hak-hak sipil yang tewas dibunuh pada tahun 1963. "Sangat ironis ketika sebuah monumen kebudayaan dan kebebasan sipil harus menggadaikan integritas sejarahnya demi restu politik dan kucuran dana," ungkap seorang pemerhati seni lokal di Washington.

Di sisi lain, ancaman fisik bangunan semakin nyata. Awal bulan ini, badai hebat merusak atap gedung hingga menyebabkan potongan plester langit-langit berukuran 1,2 x 1,5 meter terlepas dan jatuh dari ketinggian 18 meter di area Grand Foyer. Kerusakan ini menambah daftar panjang perbaikan mendesak yang tak mampu dibayar oleh manajemen.

Saling Tunjuk Tanggung Jawab

Ketika dimintai konfirmasi mengenai temuan dokumen ini, pihak manajemen Kennedy Center menolak memberikan komentar langsung dan mengarahkan media pada pernyataan resmi juru bicara Roma Daravi. Pihak manajemen menuding keterpurukan ini terjadi akibat kelalaian kepemimpinan masa lalu.

"Kondisi kritis ini merupakan akibat langsung dari pengabaian selama puluhan tahun dan penundaan pemeliharaan yang dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya," tegas Roma Daravi dalam pernyataan resminya.

Namun, para kritikus menilai bahwa tuduhan tersebut hanyalah pengalihan isu dari politisasi lembaga seni yang berujung pada eksodus penonton dan seniman. Tanpa adanya kesepakatan penyehatan keuangan dalam waktu dekat, gedung pertunjukan ikonik di ibu kota Amerika Serikat ini terancam benar-benar memadamkan panggungnya untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pusat pertunjukan seni Kennedy Center di Washington D.C. menghadapi krisis finansial terparah dengan defisit $23 juta. Penjualan tiket anjlok akibat boikot seniman, sementara dewan pengurus mempertimbangkan barter nama Trump demi penggalangan dana. BACA SELENGKAPNYA DI LURUSIN.COM

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User