Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu diskursus publik mengenai intervensi politik dalam kurasi sejarah nasional. Melalui unggahan di media sosial resminya pada Jumat malam, Trump secara terbuka mendesak lembaga prestisius Smithsonian Institution untuk mendirikan patung kolosal setinggi 30 kaki (sekitar 9,1 meter) yang menggambarkan presiden pertama AS, George Washington, tepat di luar National Museum of American History di Washington, D.C.
Tak hanya menuntut pembangunan monumen berukuran masif berjuluk "Colossus statue" tersebut, Trump juga meminta pengelola museum menggelar pameran khusus bertema kepemimpinan Washington yang dirancang berlangsung hingga Februari 2032. Waktu tersebut bertepatan dengan momentum peringatan 300 tahun hari kelahiran bapak bangsa Amerika Serikat tersebut.
Kronologi dan Manuver Simbolik Trump
Langkah ini menambah panjang daftar manuver simbolik Trump yang berulang kali berupaya mengarahkan narasi sejarah dan budaya institusi federal. Berikut rincian kronologis dan poin penting dari usulan kontroversial tersebut:
- Unggahan Publik (Jumat Malam): Trump merilis pernyataan tertulis yang mendesak dewan kurator Smithsonian untuk segera merealisasikan patung raksasa Washington serta merombak ruang pameran utama guna menyambut tiga abad kelahiran George Washington.
- Spesifikasi Rancang Bangun: Usulan tersebut mencakup patung bertipe kolosal setinggi 30 kaki yang ditempatkan di area terbuka National Museum of American History di National Mall, koridor paling prestisius di ibu kota AS.
- Durasi Pameran Jangka Panjang: Eksibisi khusus yang diminta diharapkan bertahan hingga hampir satu dekade penuh hingga Februari 2032, melampaui masa pameran temporer standar museum pada umumnya.
"Lembaga kebudayaan nasional seharusnya merefleksikan keagungan para pendiri bangsa tanpa kompromi politik," demikian garis besar narasi yang kerap digaungkan Trump terkait representasi sejarah AS.
Intervensi Kurasi dan Otonomi Lembaga Kebudayaan
Upaya mendikte materi pameran Smithsonian memicu sorotan tajam dari kalangan sejarawan dan pakar tata kelola permuseuman. Smithsonian Institution secara historis beroperasi dengan otonomi kuratorial independen yang didukung dewan pengawas gabungan, mencakup Hakim Agung, Wakil Presiden AS, serta anggota Kongres dari kedua belah pihak.
Para pengamat kebudayaan menilai manuver Trump mencerminkan strategi politik identitas yang kerap ia gunakan, yaitu:
- Polititasi Simbol Sejarah: Memanfaatkan figur pendiri bangsa sebagai instrumen konsolidasi basis pemilih konservatif dalam perdebatan perang budaya (culture wars).
- Tekanan Terhadap Kurator Independen: Menentang tren museum modern yang kerap menampilkan sejarah institusi perbudakan dan sisi kompleksitas para tokoh masa lalu secara lebih kritis.
- Revitalisasi Proyek Monumental: Melanjutkan ambisi lamanya seperti proyek National Garden of American Heroes yang sebelumnya sempat ia canangkan melalui perintah eksekutif.
Menuju Tiga Abad Peringatan Sejarah Amerika Serikat
Meskipun figur George Washington tetap menjadi ikon sentral dalam memori kolektif warga AS, permintaan pameran permanen berskala besar hingga 2032 menuntut pertimbangan logistik, estetika arsitektur ruang publik, serta alokasi anggaran yang tidak sedikit dari pihak Smithsonian. Hingga laporan ini diturunkan, perwakilan Smithsonian Institution belum merilis tanggapan resmi mengenai kelayakan teknis maupun persetujuan institusional terhadap usulan patung kolosal tersebut.
Comments (0)