Aug 28, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Wamenkomdigi Sebut Kontribusi AI bagi PDB Indonesia Capai 366 Miliar Dolar AS

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeluarkan temuan riset terbaru mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Data menunjukkan 65 persen masyarakat telah menggunakan AI ...

Wamenkomdigi Sebut Kontribusi AI bagi PDB Indonesia Capai 366 Miliar Dolar AS

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeluarkan temuan riset terbaru mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Data menunjukkan 65 persen masyarakat telah menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, mendukung pekerjaan, hingga melakukan transaksi. Temuan tersebut diumumkan bersama pernyataan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) yang menyebut kontribusi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 366 miliar dolar AS.

Adopsi AI Menjangkau Mayoritas Pengguna Digital

Berdasarkan riset yang dirilis Komdigi, pemanfaatan AI di Indonesia telah melewati fase pengenalan teknologi. Sebanyak 65 persen masyarakat tercatat aktif memanfaatkan AI, sebuah angka yang menempatkan Indonesia dalam kelompok dengan tingkat penerimaan teknologi yang tinggi. Pola penggunaan terbagi ke dalam tiga ranah utama, yaitu pencarian informasi, penunjang aktivitas kerja, dan pelaksanaan transaksi. Kondisi ini menandakan AI bukan lagi teknologi yang eksklusif bagi kalangan tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas pengguna umum. Riset tersebut memetakan kebiasaan pengguna internet di berbagai segmen dan menjadi rujukan pemerintah dalam merancang kebijakan teknologi.

Ketiga ranah tersebut memperlihatkan fungsi AI sebagai alat bantu lintas kebutuhan. Pada sisi informasi, masyarakat memanfaatkan AI untuk mempercepat pencarian serta meringkas materi yang luas. Dalam dunia kerja, teknologi ini membantu penyusunan dokumen, pengolahan data, dan otomatisasi tugas berulang sehingga produktivitas meningkat. Adapun pada ranah transaksi, AI hadir melalui fitur rekomendasi produk, asisten belanja digital, hingga layanan pelanggan berbasis percakapan otomatis yang kini banyak ditemui pada platform e-commerce dan perbankan.

Kontribusi 366 Miliar Dolar AS terhadap PDB

Di samping tingginya angka adopsi, pemerintah menyoroti nilai ekonomi yang tersimpan di balik pemanfaatan AI. Wamenkomdigi menyebut kontribusi AI terhadap PDB Indonesia mencapai 366 miliar dolar AS. Angka tersebut dipaparkan sebagai gambaran besarnya potensi sektor digital dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan nilai sebesar itu, AI dinilai tidak hanya menggerakkan industri teknologi, tetapi juga berdampak luas pada sektor riil yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Dampak ekonomi AI diproyeksikan mengalir melalui beberapa jalur. Peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi jalur pertama, mengingat otomatisasi memangkas waktu penyelesaian tugas. Jalur kedua adalah efisiensi biaya operasional bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi. Jalur ketiga berupa lahirnya model bisnis baru, mulai dari layanan berbasis langganan hingga produk digital yang sebelumnya tidak mungkin dibangun. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, ketersediaan perangkat AI yang semakin terjangkau membuka peluang bersaing dengan pemain besar.

Pemerintah Perkuat Ekosistem dan Literasi Digital

Menghadapi momentum tersebut, pemerintah menempatkan pengembangan AI sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi digital nasional. Arahan pembinaan mencakup penyediaan infrastruktur, perluasan konektivitas ke wilayah terluar, pengembangan talenta digital, serta penyusunan tata kelola yang memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab. Peta jalan pengembangan AI juga terus disusun agar pemanfaatan teknologi berjalan terarah dan memberi manfaat yang terukur bagi masyarakat luas. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan mitra pembangunan juga digalakkan untuk mempercepat alih pengetahuan.

Literasi digital menjadi fokus lain yang tak kalah penting. Tingginya angka adopsi perlu diimbangi kemampuan masyarakat dalam memahami cara kerja AI, membaca risiko yang menyertainya, dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan mesin. Program edukasi yang menjangkau berbagai kelompok usia diyakini mampu menekan potensi penyalahgunaan teknologi sekaligus memperbesar manfaat ekonominya.

Tantangan Akurasi, Privasi, dan Kesenjangan

Di balik optimisme tersebut, sejumlah persoalan masih mengemuka. Keluaran AI tidak selalu akurat sehingga berpotensi menyesatkan pengguna, terutama ketika hasilnya dikonsumsi tanpa pemeriksaan lanjutan. Fenomena konten sintetis seperti deepfake turut menambah risiko penyebaran informasi palsu. Isu perlindungan data pribadi juga menjadi sorotan karena teknologi ini bekerja dengan mengolah data dalam skala besar, sehingga pengawasan terhadap pengumpulan dan pemanfaatan data dibutuhkan.

Persoalan lain datang dari sisi kesiapan sumber daya manusia. Kesenjangan kompetensi digital antarwilayah berisiko menciptakan jurang pemanfaatan, di mana kelompok yang belum terakomodasi berpotensi tertinggal dalam ekonomi berbasis AI. Ketersediaan talenta yang menguasai teknologi ini juga masih terbatas dibandingkan kebutuhan industri, sehingga pembangunan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi kebutuhan mendesak.

Dengan 65 persen masyarakat yang telah memanfaatkan AI dan kontribusi ekonomi yang disebut mencapai 366 miliar dolar AS, Indonesia berada pada posisi strategis untuk memperbesar peran teknologi ini dalam perekonomian. Keberhasilan pemanfaatan tersebut akan bergantung pada keseimbangan antara percepatan adopsi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan hadirnya tata kelola yang menjaga kepercayaan publik. Pengawalan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User