Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Wall Street Anjlok Setelah WHO Tetapkan Corona sebagai Pandemi

NEW YORK — Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat, ditutup jatuh pada perdagangan Rabu sore waktu setempat, 11 Maret 2020, tak lama setelah O

Wall Street Anjlok Setelah WHO Tetapkan Corona sebagai Pandemi

NEW YORK — Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat, ditutup jatuh pada perdagangan Rabu sore waktu setempat, 11 Maret 2020, tak lama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan wabah virus corona COVID-19 sebagai pandemi global. Keputusan itu memicu gelombang panic selling yang menyeret tiga indeks utama Wall Street ke zona merah tajam dan mengakhiri reli yang sempat berlangsung sehari sebelumnya.

Suasana di lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) terlihat menegangkan. Tampak spesialis Michael Mara dan rekannya, Stephen Naughton, berunding di tengah riuhnya transaksi saat harga-harga saham berguguran. Pengumuman pandemi dari Jenewa menjadi pemicu langsung aksi jual besar-besaran yang menghapus optimisme pasar hanya dalam hitungan jam.

Kronologi Runtuhnya Pasar dalam Sehari

  1. Pagi hari, waktu setempat: Indeks berjangka sudah menunjukkan tekanan jual seiring kekhawatiran penyebaran virus di Eropa dan Amerika Serikat.
  2. Siang hingga sore: WHO secara resmi mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi, menandai penyebaran global yang tak terkendali di lebih dari 100 negara.
  3. Sesi penutupan: Tiga indeks utama Wall Street ambruk, dengan sektor penerbangan, energi, dan perbankan menjadi korban terparah.
  4. Setelah bel penutupan: Sentimen tetap rapuh meski sejumlah analis menilai valuasi saham mulai murah.

Deklarasi pandemi menjadi pukulan psikologis tersendiri bagi investor. Istilah "pandemi" mengonfirmasi bahwa dampak wabah tidak lagi terbatas pada satu wilayah, melainkan telah menjalar ke hampir seluruh penjuru dunia, termasuk negara-negara dengan ekonomi terbesar. Pasar yang sebelumnya masih berharap wabah bisa cepat dikendalikan kini harus menelan kenyataan bahwa krisis akan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Perbandingan Tekanan di Tiga Indeks Utama

Indeks Perubahan (11/3/2020) Sektor Paling Terdampak
Dow Jones Turun signifikan, masuk wilayah bear market Industri, energi, penerbangan
S&P 500 Melemah tajam, koreksi dari puncak Keuangan, konsumen, teknologi
Nasdaq Tertekan, saham teknologi ikut terseret Teknologi, ritel daring

Menurut sejumlah analis pasar, kejatuhan indeks Dow Jones ke wilayah bear market — penurunan lebih dari 20 persen dari rekor tertinggi — menandai berakhirnya bull market panjang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. "Ini bukan sekadar koreksi biasa. Pasar sedang menghitung ulang risiko resesi global yang kini jauh lebih nyata," ujar seorang strategis pasar dari salah satu bank investasi besar di New York.

Pasar tidak hanya bereaksi pada virusnya, tetapi pada ketidakpastian berapa lama ekonomi dunia akan terganggu.

Investor kini menanti langkah konkret pemerintah dan bank sentral, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan dan paket stimulus fiskal. Namun, sejumlah pengamat menilai respons kebijakan moneter saja tidak cukup jika penyebaran virus belum bisa dikendalikan secara efektif di lapangan.

Ikuti terus perkembangan pasar dan dampak pandemi COVID-19 hanya di Lurusin.com.

Fakta Kunci yang Perlu Dicatat

  • WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020.
  • Wall Street ditutup anjlok pada hari yang sama, diwarnai aksi jual masif.
  • Dow Jones memasuki wilayah bear market pertama dalam lebih dari satu dekade.
  • Panic selling melanda hampir seluruh sektor, dari energi hingga teknologi.

FAQ Seputar Anjloknya Wall Street dan Pandemi Corona

WHO resmi menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Wall Street langsung ambruk, Dow Jones masuk bear market, dan aksi jual masif melanda hampir seluruh sektor. Simak kronologi dan dampaknya di Lurusin.com. #WallStreet #COVID19

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User