Sep 01, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Video Klaim Santri Tebuireng Demo ke Jakarta Terbukti Palsu

Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengklaim bahwa ribuan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sengaja diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstras...

Video Klaim Santri Tebuireng Demo ke Jakarta Terbukti Palsu

Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengklaim bahwa ribuan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sengaja diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi. Klaim tersebut disebarkan dengan narasi yang mengarahkan opini publik bahwa institusi pendidikan Islam tradisional turut andil dalam gerakan politik tertentu. Namun, setelah dilakukan verifikasi forensik terhadap video tersebut, ditemukan fakta yang bertentangan dengan narasi yang beredar.

Klaim yang Beredar di Masyarakat

Video yang disebarluaskan melalui platform TikTok dan WhatsApp tersebut menampilkan deretan bus yang mengangkut para penumpang dengan jumlah yang cukup banyak. Pengguna media sosial yang membagikan video tersebut menambahkan narasi bahwa para penumpang tersebut merupakan santri Tebuireng yang sengaja dikumpulkan untuk diajak ke Jakarta dalam rangka mengikuti aksi demo. Pernyataan tersebut kemudian viral dan mendapat berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga penolakan. Narasi ini tersebar tanpa ada upaya klarifikasi dari pihak yang menyebarkan, sehingga menciptakan asumsi keliru di kalangan publik.

Hasil Verifikasi Forensik Video

Berdasarkan hasil investigasi, video yang diklaim menampilkan santri Tebuireng tersebut ternyata memiliki sumber yang berbeda jauh dari narasi yang beredar. Video asli diunggah pada tanggal 9 Agustus 2026 oleh akun TikTok dengan nama PT AFA Wisata. Dalam video aslinya, terlihat jelas bahwa deretan bus yang ditampilkan merupakan bagian dari kegiatan family gathering atau acara reuni karyawan milik PT PPLI, bukan pemberangkatan santri untuk tujuan politik. PT PPLI sendiri merupakan singkatan dari PT Permodalan Nasional Madani, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang pembiayaan mikro, bukan institusi pendidikan keagamaan.

Verifikasi terhadap metadata video menunjukkan bahwa lokasi pengambilan gambar tidak berada di sekitar kawasan Pondok Pesantren Tebuireng maupun di wilayah Jombang. Sebaliknya, lokasi pengambilan video teridentifikasi di area yang biasa digunakan untuk keberangkatan kendaraan wisata milik travel wisata PT AFA Wisata. Hal ini semakin memperkuat kesimpulan bahwa video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan aktivitas keagamaan di Pondok Pesantren Tebuireng.

Fakta Sebenarnya dari Video Asli

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, PT AFA Wisata merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Permodalan Nasional Madani yang menyediakan layanan perjalanan wisata untuk karyawan dan keluarga besar perusahaan. Kegiatan family gathering yang tertuang dalam video asli tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh manajemen PT PPLI sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh karyawan beserta keluarga mereka. Kegiatan tersebut meliputi perjalanan wisata ke berbagai destinasi yang ditentukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Dalam video aslinya, tidak ditemukan satupun atribut yang menunjukkan identitas Pondok Pesantren Tebuireng, baik berupa logo, seragam khas pesantren, maupun tanda pengenal lainnya yang biasa dikenakan oleh para santrinya. Penumpang dalam bus tersebut menggunakan pakaian santai yang lazim dipakai dalam kegiatan wisata keluarga, bukan atribut keagamaan yang diklaim oleh pihak penyebar video.

Kesimpulan Rating

Berdasarkan seluruh data dan bukti yang dikumpulkan, klaim bahwa video tersebut menampilkan santri Tebuireng yang diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi terkategori sebagai HOAX atau berita bohong. Video asli yang diunggah oleh akun PT AFA Wisata pada 9 Agustus 2026 murni menampilkan kegiatan family gathering karyawan PT PPLI, bukan aktivitas keagamaan maupun politik apapun. Penyebaran video dengan narasi yang tidak sesuai merupakan bentuk manipulasi informasi yang dapat menyesatkan publik dan menimbulkan polarisasi di masyarakat.

Masyarakat dihimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terlebih jika menyangkut isu-isu yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial dan politik. Langkah konfirmasi silang terhadap sumber asli serta pengecekan fakta menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran hoaks di era digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User