Veda Ega ke-13, Brian Uriarte Pole di Moto3 Jerman 2026

Sirkuit Sachsenring yang legendaris kembali menjadi saksi persaingan sengit di sesi kualifikasi Moto3 Jerman 2026. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus memulai perlombaan dari posisi start ke-1...

Jul 12, 2026 - 15:24
0 0

Sirkuit Sachsenring yang legendaris kembali menjadi saksi persaingan sengit di sesi kualifikasi Moto3 Jerman 2026. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus memulai perlombaan dari posisi start ke-13 setelah mencatatkan waktu terbaiknya di sesi penentuan. Sementara itu, pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, tampil sebagai yang tercepat dan berhak menempati pole position untuk balapan akhir pekan ini.

Jalannya Kualifikasi: Drama di Tikungan Terakhir

Kualifikasi kelas ringan Grand Prix berlangsung dalam kondisi cuaca cerah namun berangin, tantangan khas Sachsenring yang kerap memengaruhi traksi motor. Puluhan pembalap mengaspal sejak Q1, di mana hanya empat pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2 untuk bersaing memperebutkan 18 grid terdepan. Veda Ega Pratama, yang sebelumnya menduduki posisi ke-17 di klasemen sementara, tampil solid dengan mencatatkan 1 menit 26,713 detik pada lap terakhirnya di Q1, memastikan tempat di Q2.

Di sesi puncak, persaingan semakin ketat. Brian Uriarte yang mengendarai motor tim Aspar Team langsung tancap gas sejak menit awal, mencetak waktu 1 menit 25,982 detik pada lap ketiganya. Catatan itu tak mampu dibalas oleh para pesaingnya, termasuk David Almansa dan Ryusei Yamanaka yang harus puas mengisi posisi dua dan tiga. Uriarte sendiri sempat tergelincir di tikungan cepat Omega pada lap terakhir, tetapi berhasil menyelamatkan motor tanpa terjatuh — cukup untuk menjaga pole position ketiganya musim ini.

Perjuangan Veda Ega: Start dari Baris Kelima

Bagi Veda Ega, awal pekan balap di Jerman tidak sepenuhnya mulus. Pembalap berusia 18 tahun itu sempat kesulitan menemukan setelan sasis yang optimal pada sesi latihan bebas pertama dan kedua. Namun, kerja sama dengan teknisi Honda Team Asia membuahkan hasil ketika ia mampu memangkas defisit waktu hingga 0,731 detik dari pole setter di Q2. Posisi ke-13 yang ia raih berasal dari waktu 1 menit 26,713 detik, sebuah capaian yang sebenarnya lebih cepat dari catatan di latihan sebelumnya.

“Saya masih beradaptasi dengan karakter sirkuit yang banyak blind corner. Tapi di kualifikasi, saya bisa lebih percaya diri dan mendorong motor hingga batas maksimal. Start dari baris kelima tentu bukan situasi ideal, tetapi balapan panjang dan peluang selalu ada,” ujar Veda Ega dalam sesi wawancara usai kualifikasi. Timnya kini memfokuskan strategi pada start cepat dan pengelolaan ban sepanjang 27 lap, mengingat Sachsenring terkenal dengan abrasi tinggi di sisi kiri ban.

Uriarte Ukir Dominasi di Jantung Jerman

Brian Uriarte kembali membuktikan ketajamannya di sesi kualifikasi. Pembalap 19 tahun itu kini mengoleksi tiga pole sepanjang musim 2026, setelah sebelumnya juga menjadi yang tercepat di Austin dan Le Mans. Perpaduan gaya membalap agresif dan konsistensi pengereman menjadi kunci di Sirkuit Sachsenring yang hanya memiliki panjang 3,67 km dengan 13 tikungan — 10 di antaranya adalah left-hander. Catatan waktu pole Uriarte, 1 menit 25,982 detik, sekaligus memecahkan rekor pribadinya di sirkuit ini musim lalu.

“Saya sangat senang. Motor terasa sangat seimbang sejak tikungan pertama. Saya bisa mempertahankan kecepatan di sektor tiga yang biasanya menyulitkan. Besok, saya akan berusaha menjaga posisi dan tidak melakukan kesalahan,” kata Uriarte. Pesaing terdekatnya, Almansa, terpaut 0,178 detik, disusul Yamanaka dengan selisih 0,243 detik. Posisi keempat ditempati oleh rookie Jepang, Kaito Toba, yang mengejutkan banyak pihak.

Grid Lengkap dan Prospek Balapan

Baris pertama untuk balapan esok diisi Uriarte, Almansa, dan Yamanaka. Baris kedua akan diisi Toba, juara dunia bertahan Angel Piqueras, serta pembalap Aspar lainnya, Joel Kelso. Veda Ega sendiri akan mengawali balapan dari tempat ke-13, tepat di samping pembalap Red Bull KTM Ajo, Luca Lunetta, dan di depan Stefano Nepa. Dengan grid sepanjang itu, risiko insiden di tikungan pertama — yang terkenal sempit dan menanjak — menjadi perhatian seluruh tim.

Balapan Moto3 Jerman 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore waktu setempat, dengan suhu lintasan diprediksi mencapai 42 derajat Celsius. Veda Ega, yang dikenal dengan kemampuan overtake di trek teknis, berpeluang menembus 10 besar jika mampu memanfaatkan slipstream dan memilih jalur berbeda dari rombongan tengah. Sementara itu, Uriarte jelas menjadi favorit, namun dominasi di Sachsenring tak selalu mudah dipertahankan — juara tahun lalu, David Muñoz, justru merebut kemenangan dari posisi start ke-8.

Dengan 110 poin yang diperebutkan dari total 21 seri, setiap posisi sangat berarti. Para penggemar balap Tanah Air akan kembali berharap Veda Ega mampu mengulang performa impresifnya seperti saat finis keenam di seri Italia. Apakah pembalap kelahiran Yogyakarta itu dapat memanfaatkan start ke-13 sebagai batu loncatan? Jawabannya akan terungkap begitu lampu merah padam di Sachsenring.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User