VAR dan Kartu Merah Jadi Sorotan, Francois Letexier Disorot Publik

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi laga sengit bertajuk FIFA Matchday antara Argentina dan Mesir pada 15 Maret 2026. Di balik skor akhir 2-2 dan

Jul 08, 2026 - 12:25
0 0

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi laga sengit bertajuk FIFA Matchday antara Argentina dan Mesir pada 15 Maret 2026. Di balik skor akhir 2-2 dan permainan intens kedua tim, satu nama mencuat ke permukaan: Francois Letexier. Wasit berkebangsaan Prancis berusia 36 tahun itu memimpin jalannya pertandingan dengan serangkaian keputusan yang memicu gelombang protes pemain dan staf pelatih, sekaligus perdebatan panas di kalangan pengamat.

Kronologi Keputusan Kontroversial

  1. Menit 34 — Gol Dianulir Argentina: Julian Alvarez melepaskan tembakan voli yang bersarang di gawang Mohamed El Shenawy. Letexier sempat mengesahkan gol sebelum VAR melakukan intervensi. Setelah meninjau monitor di tepi lapangan, ia menganulir gol tersebut karena offside tipis Lautaro Martinez dalam proses build-up. Keputusan ini memicu protes keras kapten Argentina.
  2. Menit 67 — Penalti untuk Mesir: Bola tendangan Mohamed Salah mengenai lengan Cristian Romero dari jarak dekat di kotak terlarang. Tanpa berkonsultasi dengan VAR, Letexier langsung menunjuk titik putih. Mohamed Salah mengeksekusi dan menyamakan skor menjadi 1-1. Tampak jelas Romero berusaha menarik lengannya, namun wasit menganggap posisi tangan tidak natural.
  3. Menit 88 — Kartu Merah Langsung: Bek sayap Gonzalo Montiel melakukan sliding tackle terhadap Omar Marmoush. Kontak terjadi, namun tayangan ulang menunjukkan Montiel menyentuh bola terlebih dahulu. Letexier mengeluarkan kartu merah tanpa ragu, memaksa Argentina bermain dengan 10 orang di sisa waktu. Keputusan ini menjadi puncak frustrasi La Albiceleste dan memicu kerumunan pemain mendebat wasit selama tiga menit.

Profil Singkat Francois Letexier

Francois Letexier lahir di Bédée, Prancis, pada 23 April 1989. Ia memulai karir sebagai wasit di level nasional sejak usia 23 tahun dan naik ke jajaran wasit elite UEFA pada 2017. Sejak saat itu, Letexier rutin memimpin pertandingan di Ligue 1, Liga Champions UEFA, dan Liga Europa. Puncak karirnya adalah terpilih sebagai salah satu wasit di Olimpiade 2024 Paris dan Piala Dunia U-20 2025 di Chile. Dalam kedua turnamen itu, ia memimpin total tujuh pertandingan dan mengeluarkan 29 kartu kuning serta dua kartu merah. Reputasinya semula dikenal sebagai wasit yang minim intervensi, namun laga Argentina-Mesir menantang narasi itu dengan tiga keputusan besar yang saling bertentangan.

Dampak dan Reaksi

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyatakan akan mengirimkan surat protes resmi kepada FIFA. Pelatih Lionel Scaloni dalam konferensi pers menyebut performa Letexier tidak konsisten dan merugikan timnya secara langsung. Di media sosial, nama Letexier menduduki trending topic global selama lebih dari empat jam pascapertandingan. Sementara itu, kubu Mesir memilih tidak memperpanjang polemik, meski Mohammed Salah mengakui bahwa penalti yang diberikan "bisa dibilang beruntung".

FIFA melalui panel peninjau wasit dikabarkan tengah mengkaji insiden-insiden tersebut. Hasil kajian berpotensi memengaruhi jadwal penugasan Letexier di turnamen besar selanjutnya, termasuk Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko beberapa bulan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User