Unesa 2026, Sedentary Lifestyle, KRL Jogja-Solo, Sitaan Rp67 M, Bryan Johnson
Berbagai peristiwa penting dan informasi terkini mewarnai awal pekan ini. Mulai dari pengumuman hasil seleksi masuk perguruan tinggi, ancaman kesehatan akibat gaya hidup minim gerak, penyesuaian jadwa...
Berbagai peristiwa penting dan informasi terkini mewarnai awal pekan ini. Mulai dari pengumuman hasil seleksi masuk perguruan tinggi, ancaman kesehatan akibat gaya hidup minim gerak, penyesuaian jadwal transportasi publik, penindakan hukum terhadap pencucian uang, hingga kisah seorang miliarder yang berjuang melawan penuaan. Rangkuman lima berita pilihan berikut dirangkum secara ringkas agar Anda tetap terinformasi tanpa kehilangan konteks.
1. Pengumuman Unesa 2026 Jalur TMUBK 1 Resmi Dirilis
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengumumkan hasil seleksi jalur Tes Masuk Universitas Berbasis Komputer (TMUBK) gelombang pertama pada Kamis, 9 Juli 2026 pukul 15.00 WIB. Informasi ini menjadi penantian ribuan calon mahasiswa yang telah mengikuti ujian pada akhir Juni lalu. Berdasarkan keterangan resmi, tautan pengumuman dapat diakses melalui laman utama Penerimaan Mahasiswa Baru Unesa di pmb.unesa.ac.id. Peserta cukup memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir untuk melihat status kelulusan. Bagi yang dinyatakan lolos, tahap selanjutnya adalah daftar ulang yang akan dibuka pada 14–18 Juli 2026. Proses daftar ulang mencakup verifikasi berkas, pembayaran UKT, dan pengisian data mahasiswa secara daring. Unesa mengimbau peserta untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan di luar jalur resmi karena seluruh proses bersifat transparan dan terotomatisasi. Bagi yang belum beruntung, masih tersedia jalur TMUBK gelombang kedua dan jalur mandiri lainnya yang pendaftarannya dibuka hingga awal Agustus 2026.
2. Sedentary Lifestyle: Bahaya Mengintai dari Kebiasaan Mager
Istilah sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang gerak semakin relevan di era digital. Kebiasaan binge-watching serial seharian, bekerja di depan laptop berjam-jam tanpa jeda, hingga memantau media sosial sambil tiduran adalah contoh nyata yang tanpa disadari menumpuk risiko kesehatan. Menurut Kementerian Kesehatan, seseorang tergolong mengalami sedentary lifestyle jika aktivitas fisiknya kurang dari 30 menit per hari secara akumulatif. Dampaknya tidak main-main: peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Studi terbaru dari WHO untuk kawasan Asia Tenggara mencatat bahwa 1 dari 4 orang dewasa perkotaan mengalami gejala awal gangguan metabolik akibat minim gerak. Para ahli menyarankan untuk menerapkan gerakan sederhana seperti berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30 menit, menggunakan tangga ketimbang lift, serta menyisipkan jalan kaki singkat di sela jam kerja. Teknologi justru dapat dimanfaatkan melalui pengingat di gawai atau smartwatch untuk bergerak secara rutin. Dengan perubahan kecil yang konsisten, efek jangka panjang gaya hidup mager bisa ditekan secara signifikan.
3. Info Jadwal KRL Jogja-Solo Weekend 9–12 Juli 2026
KRL Commuter rute Jogja-Solo akan beroperasi secara normal pada akhir pekan panjang 9–12 Juli 2026. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Solo Balapan tersedia setiap 30 menit mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sebaliknya, dari Solo ke Jogja pun memiliki frekuensi serupa. Penyesuaian minor hanya terjadi pada jam-jam tertentu seperti perbaikan sinyal di ruas Maguwo, namun tidak mengganggu jadwal pokok. KCI mengimbau pengguna untuk memanfaatkan aplikasi KRL Access atau situs commuterline.id guna memantau posisi kereta secara real-time dan menghindari penumpukan di stasiun. Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada long weekend, KCI juga menyiagakan rangkaian tambahan yang siap dioperasikan saat volume pengguna melonjak. Tiket dapat dibeli langsung melalui loket dan vending machine dengan tarif tetap terjangkau. Masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dan kebersihan selama perjalanan.
4. Polisi Sita Uang Tunai Rp67 Miliar dari Kafe dan Money Changer di Jaksel
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah sebuah kafe dan money changer di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (7/7/2026) malam. Hasil penggeledahan, tim menyita uang tunai senilai Rp67 miliar dalam pecahan rupiah, dolar AS, euro, dan mata uang asing lainnya. Barang bukti diduga terkait dengan jaringan pencucian uang hasil kejahatan lintas negara. Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri menyebutkan bahwa kafe tersebut beroperasi sebagai kedok untuk transaksi valuta asing ilegal dalam jumlah besar tanpa pelaporan ke PPATK. Sebanyak empat orang telah diamankan untuk dimintai keterangan, sementara polisi masih memburu dua tersangka utama yang diduga mengendalikan aliran dana dari luar negeri. Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar tahun ini dan akan terus dikembangkan hingga ke pelaku intelektualnya. Publik diimbau untuk melaporkan jika menemukan aktivitas penukaran uang tanpa izin resmi.
5. Profil Bryan Johnson, Miliarder Anti-Aging yang Kena Autoimun
Bryan Johnson, pendiri Project Blueprint, kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan dirinya didiagnosis gastritis autoimun. Pria berusia 48 tahun ini sebelumnya dikenal luas karena ambisinya menolak penuaan secara biologis dengan menghabiskan jutaan dolar per tahun untuk program ketat yang ia sebut blueprint. Rutinitasnya meliputi konsumsi 80 suplemen harian, diet vegan ketat, olahraga terjadwal, serta berbagai terapi mutakhir seperti transfusi plasma dari putranya sendiri. Namun, pengakuan terbaru melalui unggahan media sosial pada awal Juli 2026 justru menunjukkan bahwa tubuhnya tetap rentan terhadap penyakit degeneratif. Gastritis autoimun adalah kondisi di mana sistem imun menyerang sel lambung, menyebabkan peradangan kronis dan dapat berujung pada anemia pernisiosa atau kanker lambung. Johnson mengaku shock dengan diagnosis ini, namun ia tetap teguh melanjutkan eksperimennya sembari mencari terapi baru untuk mengatasi gangguan tersebut. Kisahnya menyisakan refleksi bahwa meskipun teknologi anti-aging kian maju, faktor genetik, lingkungan, dan ketahanan imun tetap menjadi misteri yang tak sepenuhnya bisa dikendalikan.
Comments (0)