Cek Fakta: Mbak Lala, Purbaya, SBY, dan Anak Krakatau
Beredar sejumlah klaim di masyarakat yang perlu diluruskan. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri empat klaim yang ramai diperbincangkan: pengangkatan Mbak Lala sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional...
Beredar sejumlah klaim di masyarakat yang perlu diluruskan. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri empat klaim yang ramai diperbincangkan: pengangkatan Mbak Lala sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), pernyataan kontroversial Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam wawancara khusus, pengumuman program bantuan dana pensiun oleh Menteri Keuangan Purbaya, serta kabar aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan verifikasi, seluruh klaim tersebut tidak benar atau menyesatkan. Berikut fakta selengkapnya.
Klaim: Mbak Lala, Asisten Raffi Ahmad, Menjabat Wakil Ketua BGN
“Mbak Lala asisten Raffi Ahmad resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional.”
Klaim ini beredar melalui pesan berantai dan unggahan media sosial sejak pekan lalu. Foto Mbak Lala yang mengenakan pakaian resmi turut disertakan untuk meyakinkan publik.
Faktanya, tidak ada pelantikan atau penunjukan Mbak Lala sebagai Wakil Ketua BGN. Badan Gizi Nasional adalah lembaga yang dipimpin oleh Kepala BGN dan sejumlah deputi, bukan terdapat posisi Wakil Ketua. Berdasarkan Peraturan Presiden tentang BGN, struktur organisasi tidak mengenal jabatan tersebut.
- Sumber resmi BGN tidak pernah mengeluarkan siaran pers terkait pengangkatan Mbak Lala.
- Nama Mbak Lala tidak tercantum dalam laporan resmi kepegawaian BGN yang dirilis di laman bgn.go.id.
- Foto yang digunakan adalah hasil rekayasa dari dokumentasi acara amal yang dihadiri Raffi Ahmad dan istrinya, bukan acara kenegaraan.
Dengan demikian, klaim bahwa Mbak Lala menjadi Wakil Ketua BGN adalah HOAX.
Klaim: SBY Sebut Pemerintahan Saat Ini Korup dalam Wawancara Liputan6.com
Potongan video berdurasi 18 detik menarasikan bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemerintahan saat ini sarat korupsi dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com pada 21 Februari 2025. Video itu menyertakan logo Liputan6.com dan foto pertemuan.
Hasil verifikasi:
Tim Cek Fakta membandingkan video yang beredar dengan rekaman asli wawancara Liputan6.com. Dalam wawancara lengkap, SBY membahas soal transisi kepemimpinan dan pentingnya menjaga stabilitas nasional, bukan mengkritik pemerintahan. Tidak ada satu pun kalimat yang menyebut kata “korup” atau menuding pemerintah.
- Wawancara asli dapat disaksikan di kanal YouTube Liputan6.com, dengan judul “SBY Bicara Transisi dan Harapan untuk Indonesia” (22/2/2025).
- Analisis forensik audio menunjukkan adanya penyambungan suara dari wawancara berbeda menggunakan teknologi AI voice cloning.
- Logo Liputan6.com disalahgunakan tanpa izin.
Klaim bahwa SBY menyebut pemerintahan saat ini korup dalam wawancara bersama Liputan6.com adalah SALAH dan termasuk konten manipulatif.
Klaim: Menkeu Purbaya Umumkan Program Bantuan Dana Pensiun
Video viral menampilkan sosok yang diklaim sebagai Menteri Keuangan “Purbaya” mengumumkan program bantuan dana pensiun sebesar Rp25 juta untuk setiap warga yang mendaftar melalui tautan tertentu. Dalam video, ia menyebut program tersebut hasil kerja sama dengan Bank Indonesia.
Faktanya adalah:
- Tidak ada Menteri Keuangan bernama Purbaya. Menteri Keuangan Indonesia saat ini adalah Sri Mulyani Indrawati, bukan Purbaya.
- Video asli menggunakan rekaman pidato seorang pejabat daerah yang telah dimanipulasi dengan deepfake. Wajah dan suara diganti agar menyerupai sosok yang dibuat-buat.
- Tautan pendaftaran mengarah ke situs phishing yang mencatut logo Kementerian Keuangan. Laman resmi Kemenkeu tidak pernah menyediakan pendaftaran bantuan dana pensiun melalui tautan eksternal.
- Kominfo telah memasukkan konten tersebut ke dalam daftar hoaks keuangan melalui keterangan pers 15 Maret 2025.
Dengan demikian, video Menkeu Purbaya yang menjanjikan bantuan dana pensiun adalah HOAX dan bertujuan mencuri data pribadi.
Klaim: Gunung Anak Krakatau Meletus Dahsyat, Tsunami Akan Terjadi
Pesan berantai dan unggahan media sosial menyebarkan informasi bahwa Gunung Anak Krakatau meletus besar pada pagi ini dan berpotensi memicu tsunami seperti tahun 2018. Informasi disertai foto kolom abu tinggi yang menggelapkan langit Selat Sunda.
Berdasarkan data resmi:
- Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran mencatat aktivitas pada level II (Waspada), bukan Awas. Tinggi kolom abu maksimal 300 meter, bukan seperti dalam foto yang dibagikan.
- Foto yang beredar adalah dokumentasi letusan tahun 2018 yang diunggah ulang tanpa konteks. Analisis metadata menunjukkan foto diambil pada 22 Desember 2018.
- BMKG tidak mengeluarkan peringatan tsunami, dan tinggi muka air laut di sekitar Selat Sunda dalam batas normal.
- PVMBG mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona bahaya radius 2 km, bukan melakukan evakuasi massal.
Oleh karena itu, klaim Gunung Anak Krakatau meletus dahsyat dan tsunami akan terjadi adalah MENYESATKAN dan tidak didukung data kebencanaan resmi.
Seluruh klaim di atas memperlihatkan pola penyebaran disinformasi yang memanfaatkan tokoh populer, figur publik, atau peristiwa alam. Masyarakat diharapkan selalu memeriksa informasi dengan mengakses sumber resmi dan kanal Cek Fakta Liputan6.com sebelum menyebarkannya.
Comments (0)