Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Tur Eropa DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Batal, Promotor Diduga Tipu

Kabar buruk menyapa para penggemar musik metal Indonesia. DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit — tiga nama besar dalam kancah metal ekstrem Tanah Air — dilaporkan membatalkan rangkaian tur Eropa mere...

Tur Eropa DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Batal, Promotor Diduga Tipu

Kabar buruk menyapa para penggemar musik metal Indonesia. DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit — tiga nama besar dalam kancah metal ekstrem Tanah Air — dilaporkan membatalkan rangkaian tur Eropa mereka yang direncanakan berjalan bersama promotor Diablo Productions. Dua kota yang menjadi korban pembatalan adalah Cork dan London, dua panggung yang sebelumnya diumumkan resmi sebagai bagian dari jadwal tur.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pembatalan ini bukan sekadar perubahan jadwal biasa. Sejumlah pihak yang terlibat dalam persiapan perjalanan mengungkapkan adanya dugaan kelalaian promotor, mulai dari venue yang disebut belum disewa hingga komunikasi yang semakin sulit dilakukan. Kabar ini memicu kekecewaan luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kalangan penikmat metal mancanegara yang sudah membeli tiket atau menunggu kedatangan ketiga band tersebut.

Kronologi Pembatalan

Berdasarkan penelusuran informasi yang beredar di komunitas musik ekstrem, perjalanan tur ini awalnya direncanakan sebagai gebrakan besar bagi metal Indonesia di panggung Eropa. Ketiga band memiliki basis penggemar yang kuat: DeadSquad dikenal dengan death metal brutal asal Surabaya, Jasad membawa warna death metal khas dengan nuansa budaya Jawa, sementara Death Vomit lama berkiprah di kancah underground sebagai salah satu pelopor genre tersebut.

Namun, di tengah persiapan, muncul tanda-tanda kejanggalan. Jadwal pertunjukan di Cork dan London tiba-tiba dipertanyakan validitasnya. Alih-alih mendapatkan kejelasan, pihak band justru dihadapkan pada fakta bahwa lokasi pertunjukan tidak pernah dikunci dengan kontrak resmi. Keputusan membatalkan kedua panggung pun akhirnya diambil sebagai langkah antisipatif agar kerugian tidak semakin besar.

Dugaan Venue Belum Disewa

Salah satu temuan paling mencolok dalam kasus ini adalah status venue. Dalam penyelenggaraan tur profesional, pemesanan tempat pertunjukan biasanya dilakukan jauh-jauh hari dan dibuktikan dengan dokumen kontrak serta pembayaran uang muka. Faktanya, dalam kasus ini, venue di Cork dan London disebut-sebut tidak pernah benar-benar disewa oleh pihak promotor.

Temuan ini bertentangan dengan praktik umum industri musik, di mana pengumuman jadwal tur seharusnya baru dilakukan setelah perjanjian venue ditandatangani. Publikasi jadwal tanpa kepastian lokasi menunjukkan lemahnya proses verifikasi internal, atau dalam skenario yang lebih buruk, adanya unsur penipuan sejak awal. Ketika pertanyaan diajukan mengenai bukti pemesanan, jawaban yang diterima dinilai tidak memuaskan dan cenderung berbelit-belit.

Promotor Sulit Dihubungi

Persoalan semakin rumit ketika komunikasi dengan Diablo Productions mulai macet. Pada tahap awal, pembicaraan masih berjalan lancar dan kedua belah pihak saling bertukar dokumen. Namun seiring mendekatnya hari keberangkatan, respons promotor semakin lambat, hingga akhirnya sulit dihubungi sama sekali.

Sikap yang tidak kooperatif ini memperkuat dugaan bahwa masalah yang dihadapi bukan sekadar kendala teknis lapangan. Dalam banyak kasus serupa, promotor yang bermasalah cenderung menghindari komunikasi ketika tidak mampu memenuhi kewajiban finansial atau administratifnya. Ketiadaan respons yang jelas membuat pihak band tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan kerja sama dan membatalkan pemberangkatan.

Dampak bagi Band dan Penggemar

Pembatalan ini membawa kerugian nyata bagi semua pihak. Bagi band, persiapan panjang seperti latihan intensif, penyusunan setlist khusus, perizinan, hingga pengaturan logistik menjadi sia-sia. Kerugian finansial pun tidak bisa dihindari, termasuk biaya yang telah dikeluarkan untuk keperluan administrasi dan perjalanan.

Di sisi lain, penggemar yang sudah menanti momen ini juga menjadi korban. Sebagian dari mereka mungkin telah merencanakan perjalanan lintas kota atau bahkan lintas negara untuk menyaksikan penampilan idola mereka. Kekecewaan yang muncul tidak hanya ditujukan kepada promotor, tetapi juga berpotensi mencoreng kepercayaan terhadap kerja sama internasional semacam ini di masa depan.

Langkah ke Depan

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang lebih rinci dari Diablo Productions mengenai status pembatalan dan nasib dana yang telah diserahkan. Publik menunggu klarifikasi, terutama menyangkut mekanisme pengembalian biaya bagi pihak-pihak yang dirugikan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para musisi untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kredibilitas promotor sebelum menandatangani kerja sama, termasuk menelusuri rekam jejak penyelenggaraan acara sebelumnya. Kejelasan kontrak, bukti pemesanan venue, dan komitmen finansial tertulis adalah prasyarat yang tidak boleh dilewatkan. Bagi penggemar, kejadian ini juga menjadi pelajaran untuk selalu mengikuti pengumuman resmi dari kanal resmi band daripada bersandar pada informasi yang belum terkonfirmasi. Sampai ada kepastian lebih lanjut, nasib tur Eropa ketiga band tersebut masih menggantung, dan publik hanya bisa berharap agar pihak yang bertanggung jawab segera memberikan kejelasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User