Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

TNI Rilis Seragam Upacara Baru Bernuansa Beskap Jawa

Korps berseragam hijau tengah menyiapkan penampilan baru untuk momen seremonial kenegaraan. Rancangan pakaian dinas upacara teranyar mengusung siluet beskap, busana tradisional Jawa yang selama ini le...

TNI Rilis Seragam Upacara Baru Bernuansa Beskap Jawa

Korps berseragam hijau tengah menyiapkan penampilan baru untuk momen seremonial kenegaraan. Rancangan pakaian dinas upacara teranyar mengusung siluet beskap, busana tradisional Jawa yang selama ini lekat dengan ritual adat dan keraton. Pembaruan ini menuai perhatian luas karena menempatkan warisan budaya Nusantara di panggung formal militer.

Desain anyar tersebut memadukan potongan berkerah tegak, kancing emas memanjang di bagian dada, serta aksen lipatan kain yang menyerupai wolo, ciri khas beskap Jawa. Warna dasar tetap mengikuti palet resmi angkatan, sementara detail ornamen disesuaikan agar tetap terlihat gagah dan proporsional ketika dipakai dalam barisan.

Latar Di Balik Pembaruan Visual

Langkah ini tidak muncul begitu saja. Sejumlah evaluasi internal menilai bahwa seragam ceremonial sebelumnya terlalu mengadopsi bentuk Eropa dan minim sentuhan lokal, sehingga kurang menggambarkan jati diri bangsa. Sebagai gantinya, perancang diarahkan menggali referensi dari busana adat yang telah hidup berabad-abad di masyarakat.

Beskap dipilih lantaran bentuknya formal namun tetap menyimpan identitas lokal, sehingga cocok dipakai pada upacara bendera, penyambutan tamu negara, dan kegiatan protokoler lain. Dalam pembuatannya, tim perancang menjalin koordinasi dengan sejumlah budayawan serta penjahit yang memahami teknik konstruksi busana tradisional.

Proses pengembangan rancangan juga melibatkan uji kenyamanan. Seragam harus memungkinkan personel bergerak bebas saat penghormatan, pergeseran barisan, dan berjam-jam berdiri di lapangan. Bahan kain pun diuji ketahanannya terhadap cuaca panas maupun gerimis, mengingat sebagian besar upacara digelar di area terbuka.

Reaksi Publik dan Diskusi Netizen

Begitu cuplikan rancangan beredar, media sosial langsung dipenuhi komentar campuran. Sebagian besar warganet menyambut positif, menyebut tampilan baru itu terlihat megah sekaligus menegaskan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Foto-foto potongan baju dan detail kancing pun ramai dibagikan ulang.

Namun tidak sedikit pula yang mengajukan kritik. Ada kekhawatiran bahwa penambahan elemen dekoratif dapat mengurangi kesan tangguh dan fungsional. Pihak yang berbeda pendapat menilai fungsi utama seragam militer adalah praktis, bukan sekadar estetis.

Terlepas dari perdebatan tersebut, secara umum respons masyarakat condong pada apresiasi. Wacana pemakaian beskap membuka diskusi publik tentang peran warisan budaya dalam institusi modern, sesuatu yang jarang mendapat perhatian sebesar ini sebelumnya.

Detail Teknis dan Rencana Penggunaan

Pakaian dinas upacara versi baru rencananya mulai dikenakan pada rangkaian kegiatan seremonial tahun ini. Penerapannya akan bertahap, dimulai dari satuan-satuan yang bertugas pada upacara berskala nasional sebelum akhirnya menyebar ke daerah.

Secara konstruksi, bagian bahu dibuat sedikit lebih tinggi agar garis postur tampak tegap. Jahitan pergelangan disempurnakan agar tidak mudah kendur setelah berkali-kali dipakai. Untuk aksesori, dipilih ikat pinggang bermotif geometris yang tetap sederhana agar tidak menutupi siluet utama.

Perawatan juga menjadi pertimbangan. Petugas kebersihan akan menerima panduan khusus cara mencuci kain berbahan campuran agar warna tidak pudar dan bentuk lipatan tetap rapi. Diharapkan umur pakai seragam ini lebih lama dibanding versi sebelumnya.

Makna Lebih Dari Sekadar Busana

Di balik perubahan tampak luar, terdapat pesan simbolis yang lebih dalam. Pemakaian beskap menegaskan bahwa identitas nasional boleh tampil di ruang formal tertinggi negara, tanpa kehilangan profesionalisme institusi. Dengan begitu, seragam tidak sekadar pelengkap, melainkan medium komunikasi budaya.

Langkah ini sejalan dengan tren global di mana banyak angkatan bersenjata menjahit motif etnik ke dalam pakaian ceremonial mereka. Perpaduan semacam itu menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas tidak selalu berlawanan, melainkan dapat saling memperkuat.

Ke depan, publik masih menunggu penyempurnaan desain akhir sebelum diresmikan. Jika pelaksanaannya berjalan lancar, pembaruan ini berpotensi menjadi contoh bagi instansi lain yang ingin mengangkat kekayaan budaya dalam seragam resmi. Satu hal yang pasti: wajah upacara kenegaraan akan terlihat berbeda mulai sekarang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User