Tirto.id Rayakan Satu Dekade Perjalanan lewat Badai Nostalgia

Genap sepuluh tahun berkiprah di jagat media digital Tanah Air, Tirto.id menandai tonggak penting perjalanannya dengan menggelar perayaan bertajuk Badai Nostalgia. Acara tersebut dijadwalkan berlangsu...

Tirto.id Rayakan Satu Dekade Perjalanan lewat Badai Nostalgia

Genap sepuluh tahun berkiprah di jagat media digital Tanah Air, Tirto.id menandai tonggak penting perjalanannya dengan menggelar perayaan bertajuk Badai Nostalgia. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026 dan dikemas sebagai perjumpaan lintas generasi yang memadukan diskusi, arsip, serta musik dalam satu rangkaian utuh. Bagi Tirto.id, ulang tahun kesepuluh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menengok kembali jejak jurnalistik yang telah ditempuh sekaligus merayakannya bersama pembaca setia, mitra, dan komunitas yang tumbuh bersama media ini.

Tiga Diskusi Tematik dalam Satu Hari

Rangkaian Badai Nostalgia dibagi ke dalam tiga sesi diskusi tematik yang digelar sepanjang hari. Ketiga sesi tersebut dirancang untuk mengulas perjalanan satu dekade Tirto.id dari berbagai sudut pandang, mulai dari dinamika dapur redaksi, evolusi jurnalisme digital, hingga relasi media dengan khalayak di tengah derasnya arus informasi dan menjamurnya disinformasi. Format diskusi dipilih karena sejalan dengan karakter Tirto.id yang selama ini menempatkan kedalaman dan kehati-hatian sebagai ciri khas pemberitaannya.

Penyelenggaraan tiga diskusi dalam satu hari juga menjadi cara Tirto.id menghadirkan kembali ingatan kolektif tentang peristiwa-peristiwa besar yang pernah diliputnya. Alih-alih sekadar bernostalgia, setiap sesi diarahkan untuk membaca ulang konteks, menimbang ulang keputusan redaksional, serta membuka percakapan dengan publik mengenai arah jurnalisme di masa mendatang. Pendekatan ini menempatkan pembaca bukan sebagai penonton pasif, melainkan sebagai bagian dari perayaan itu sendiri.

Sebagai sebuah perayaan ulang tahun media, konsep satu hari penuh ini terbilang jarang dilakukan di industri media nasional. Tirto.id mengemasnya layaknya festival kecil, di mana pengunjung dapat berpindah dari satu sesi ke sesi lain, berinteraksi dengan jurnalis, dan menutup hari dengan menikmati pertunjukan musik tanpa harus meninggalkan lokasi acara.

Sepuluh Tahun Menekuni Jurnalisme Mendalam

Tirto.id lahir pada 2016, ketika lanskap media daring Indonesia berada dalam persaingan ketat memperebutkan kecepatan dan jumlah klik. Sejak awal, media ini memilih jalan berbeda dengan mengedepankan laporan mendalam, analisis berbasis data, serta visualisasi infografis yang memudahkan pembaca memahami isu-isu pelik, mulai dari kebijakan publik, ekonomi, sains, hingga lingkungan. Pilihan tersebut perlahan membentuk identitas Tirto.id sebagai media yang tidak semata mengejar cepat, tetapi juga utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam satu dekade terakhir, industri media menghadapi guncangan beruntun, mulai dari disrupsi platform digital, perubahan algoritma mesin pencari dan media sosial, hingga banjir konten palsu yang mengikis kepercayaan publik. Tirto.id termasuk media yang bertahan dengan konsisten mengusung verifikasi serta keberpihakan pada akurasi. Usia sepuluh tahun, dengan demikian, bukan hanya soal panjangnya waktu berdiri, melainkan bukti daya tahan sebuah model jurnalisme yang menolak larut dalam arus kecepatan semata.

Sepanjang perjalanannya, Tirto.id juga dikenal aktif membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, kampus, dan pegiat data. Pendekatan tersebut memperluas fungsi media dari sekadar penyalur informasi menjadi simpul percakapan publik. Perayaan satu dekade ini, dalam banyak hal, adalah kelanjutan alami dari cara Tirto.id membangun relasi dengan khalayaknya selama ini.

Ditutup Konser Mocca dan Sesi DJ

Seusai rangkaian diskusi, Badai Nostalgia akan ditutup dengan panggung musik. Penampil utamanya adalah Mocca, grup indie pop asal Bandung yang telah berkarya sejak 1997 dan dikenal lewat nomor-nomor seperti Secret Admirer serta Happy. Kehadiran Mocca dinilai selaras dengan semangat acara: band yang digawangi Arina Ephipania ini dikenal lewat lagu-lagu bernuansa nostalgia yang tumbuh bersama pendengarnya, serupa dengan perjalanan Tirto.id yang tumbuh bersama pembacanya selama sepuluh tahun terakhir.

Konser Mocca akan dilanjutkan dengan sesi DJ yang membawa suasana perayaan menuju puncak acara. Kombinasi diskusi serius pada siang hari dan pesta musik di penghujung rangkaian memperlihatkan wajah ganda perayaan ini, yakni reflektif sekaligus meriah. Seluruh rangkaian dirancang agar pengunjung dapat merayakan ingatan bersama, baik lewat percakapan yang dalam maupun lewat lantunan lagu.

Ingatan Bersama sebagai Bahan Bakar

Tajuk Badai Nostalgia dipilih bukan tanpa maksud. Bagi Tirto.id, arsip pemberitaan satu dekade merupakan ingatan kolektif yang layak dirayakan sekaligus dievaluasi. Perayaan ini menjadi penanda bahwa media tidak hanya hidup dari berita hari ini, tetapi juga dari ingatan yang dirawat bersama pembacanya dari waktu ke waktu. Dengan memadukan diskusi tematik dan panggung musik dalam satu hari, Tirto.id menutup satu dekade pertamanya sekaligus membuka lembaran berikutnya dengan bekal yang dirayakan bersama publiknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User