Platform agen perjalanan daring tiket.com secara resmi mengintegrasikan fitur baru bertajuk tiket Green ke dalam sistem pencarian akomodasi mereka. Langkah ini dirancang untuk mengakomodasi lonjakan permintaan terhadap penginapan berkelanjutan di destinasi wisata utama Indonesia, khususnya Bali. Berdasarkan data internal perusahaan, terjadi peningkatan pencarian akomodasi berkonsep hijau sebesar 67% sepanjang kuartal pertama 2026. Fitur ini memungkinkan pengguna menyaring properti berdasarkan sertifikasi lingkungan yang diakui, termasuk sertifikasi Greenship dari Green Building Council Indonesia dan EarthCheck.
Pergeseran Pasar Akomodasi Berkelanjutan di Bali
Bali menjadi laboratorium hidup bagi transformasi akomodasi ramah lingkungan di Indonesia. Pemerintah Provinsi Bali melalui Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2023 mewajibkan seluruh hotel bintang tiga ke atas untuk menjalankan audit lingkungan secara berkala, dengan target pengurangan limbah plastik sebesar 75% pada tahun 2027. Regulasi ini mendorong operator perhotelan untuk berinvestasi dalam teknologi pengelolaan limbah, instalasi panel surya, dan sistem resapan air hujan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Bali, per Desember 2025 terdapat 142 properti akomodasi yang telah memegang setidaknya satu sertifikasi lingkungan nasional atau internasional. Angka ini melonjak dari hanya 38 properti pada tahun 2022. Lonjakan ini tidak semata didorong oleh kebijakan pemerintah. Wisatawan kelas menengah-atas dari Eropa Utara dan Australia secara konsisten menunjukkan preferensi terhadap properti bersertifikasi hijau. demikian diungkapkan oleh I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, analis senior Bali Tourism Research dalam riset terbarunya yang dipublikasikan pada Maret 2026.
Lima Hotel Rekomendasi dalam Ekosistem tiket Green
Berdasarkan data agregat yang diolah dari platform tiket.com, berikut adalah lima properti yang paling sering muncul dalam pencarian filter tiket Green untuk wilayah Bali:
| Nama Properti | Lokasi | Sertifikasi | Praktik Kunci | Rating (tiket.com) |
|---|---|---|---|---|
| Bambu Indah Resort | Ubud | EarthCheck Silver, Tri Hita Karana | Bangunan bambu, kolam renang alami tanpa klorin, sistem daur ulang sirkular | 4.8/5 |
| Fivelements Retreat | Mambal | Greenship Platinum | Energi surya 85%, nol limbah ke TPA, restoran plant-based bersertifikasi organik | 4.7/5 |
| Alila Villas Uluwatu | Pecatu | EarthCheck Gold, LEED Silver | Desain biofilik, atap hijau ekstensif, program konservasi penyu | 4.9/5 |
| The Legian Bali | Seminyak | Green Globe Certified | Sistem kogenerasi energi, daur ulang air limbah, kemitraan dengan petani lokal | 4.7/5 |
| Hoshinoya Bali | Ubud | BREEAM Very Good | Kanopi surya terintegrasi, arsitektur hemat ventilasi, lanskap tanaman asli endemik | 4.8/5 |
Data ini dikompilasi dari ulasan terverifikasi di platform tiket.com per Juni 2026 dan diverifikasi ulang melalui dokumen publik masing-masing properti. Pola yang terbaca adalah dominasi sertifikasi bangunan hijau dan standar operasional berkelanjutan yang bersifat internasional.
Analisis Komparatif Jejak Karbon Properti
Berdasarkan dokumen laporan keberlanjutan yang dirilis masing-masing properti, terdapat perbedaan signifikan dalam metrik emisi karbon per tamu per malam. Bambu Indah Resort mencatatkan jejak karbon 8.2 kg CO₂ per tamu per malam, menjadikannya yang terendah di antara lima properti—sebuah pencapaian yang diatribusikan pada konstruksi bambu yang menyerap karbon selama masa pakainya. Alila Villas Uluwatu berada di angka 14.6 kg CO₂, sementara The Legian Bali mencatat 17.1 kg CO₂. Angka-angka ini secara konsisten berada di bawah rata-rata nasional industri perhotelan sebesar 28.5 kg CO₂ per tamu per malam sebagaimana diukur oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2025. Fivelements Retreat tidak mempublikasikan data jejak karbon spesifik namun menyediakan dokumentasi lengkap mengenai sistem sirkular mereka.
Mekanisme Kerja Fitur tiket Green
Fitur tiket Green bekerja dengan menyilangkan data properti yang dimiliki tiket.com dengan basis data sertifikasi yang diakui. Properti yang telah diverifikasi akan menampilkan lencana hijau pada hasil pencarian. Tiket.com mengonfirmasi bahwa proses verifikasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan untuk memastikan kepatuhan berkelanjutan. Hingga saat ini, fitur tersebut mencakup 312 properti di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi di Bali (46%), disusul oleh Lombok dan Labuan Bajo.
[TAGS]: tiket.com, hotel ramah lingkungan Bali, sertifikasi hijau, pariwisata berkelanjutan, jejak karbon akomodasi
[SOCIAL_TWEET]: Filter tiket Green dari tiket.com kini hadir untuk wisatawan yang ingin menginap di hotel ramah lingkungan di Bali. Lima rekomendasi kami: Bambu Indah, Fivelements, Alila Uluwatu, The Legian, Hoshinoya Bali. Jejak karbon terendah: 8.2 kg CO₂ per malam. #TiketGreen #SustainableTravel #HotelHijauBali
[SOCIAL_FB]: Wisatawan peduli lingkungan kini bisa menemukan hotel impian mereka di Bali hanya dengan satu klik filter. tiket.com meluncurkan tiket Green, mengkurasi akomodasi bersertifikasi resmi. Mana yang paling rendah jejak karbonnya? Kami mengulas datanya di sini.
[SOCIAL_TG]: 🌿 tiket.com baru saja merilis filter tiket Green untuk akomodasi ramah lingkungan di Bali. 142 properti bersertifikasi siap dipilih. Bambu Indah Resort memimpin dengan emisi hanya 8.2 kg CO₂ per tamu per malam. Berani coba?
[SOCIAL_THREADS]: Cari hotel di Bali tapi bingung mana yang benar-benar eco-friendly? tiket Green baru aja launching dan udah ngumpulin ratusan properti bersertifikasi. Gas ke tiket.com, centang filter tiket Green, dan tidur nyenyak tanpa rasa bersalah soal jejak karbonmu 😌🌱
Comments (0)