Tegang! Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, Jet Tempur Dikerahkan
Jakarta – Situasi memanas di perairan utara Atlantik setelah sebuah pesawat patroli maritim Rusia dilaporkan melakukan manuver yang dianggap “tidak aman” terhadap kelompok kapal induk andalan
Jakarta – Situasi memanas di perairan utara Atlantik setelah sebuah pesawat patroli maritim Rusia dilaporkan melakukan manuver yang dianggap “tidak aman” terhadap kelompok kapal induk andalan Inggris, HMS Prince of Wales. Insiden ini terjadi ketika kapal induk tersebut sedang memimpin operasi pertahanan udara NATO di lepas pantai Islandia, menandai salah satu konfrontasi paling dekat antara kekuatan militer Rusia dan aliansi Atlantik Utara dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Inggris yang dikutip Lurusin.com pada Senin (6/7/2026), pesawat patroli jenis Tupolev Tu-142 “Bear-F” milik Rusia secara berulang kali mendekati gugus tugas kapal induk tersebut pekan lalu. Tidak hanya terbang pada ketinggian rendah, pesawat bermesin turboprop itu juga menjatuhkan sejumlah perangkat sonar—yang lazim disebut sonobuoy—di sekitar area operasi kapal perang Inggris. Tindakan ini dinilai sebagai provokasi serius karena berpotensi mengganggu manuver kapal dan keselamatan penerbangan jet tempur yang sedang siaga.
Pengerahan Jet Tempur F-35
Menanggapi ancaman yang kian dekat, komandan satuan tugas segera memerintahkan peluncuran dua jet tempur siluman F-35B Lightning II dari dek HMS Prince of Wales. Kedua pesawat tempur generasi kelima itu melakukan intersepsi dan mengawal Bear-F hingga meninggalkan zona identifikasi pertahanan udara. Sumber di lingkungan pertahanan Inggris menekankan bahwa proses intersepsi berlangsung profesional, namun tetap menggarisbawahi betapa dekatnya pesawat Rusia dengan kapal induk yang membawa ribuan personel itu.
“Pesawat patroli Rusia terbang terlalu dekat, pada ketinggian yang sangat rendah, dan menjatuhkan perangkat sonar di lintasan kapal kami. Ini bukan sekadar manuver rutin, dan kami berkewajiban merespons untuk melindungi aset strategis kami,” ujar seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris dalam laporan yang diterima media kami.
Sonobuoy yang dijatuhkan biasanya digunakan untuk mendeteksi kapal selam. Namun, dalam konteks ini, kehadiran alat tersebut di sekitar kapal induk menimbulkan pertanyaan tentang maksud sebenarnya dari penerbangan Rusia—apakah untuk latihan deteksi, pengintaian, atau sekadar unjuk kekuatan. Sejumlah analis militer yang dihubungi Lurusin.com menilai insiden ini menunjukkan pola eskalasi uji nyali di kawasan yang selama ini relatif stabil.
HMS Prince of Wales sendiri tengah memimpin latihan integrasi udara-laut yang melibatkan kapal-kapal dari Kanada, Belanda, dan negara NATO lain. Operasi itu bertujuan mempertajam interoperabilitas aliansi dalam merespons ancaman bawah laut dan udara di jalur pelayaran vital Atlantik Utara. Kemunculan pesawat Rusia dengan manuver agresif dipandang sebagai upaya Moskow untuk menunjukkan kemampuan proyeksi kekuatannya meski sanksi internasional masih membatasi sektor militernya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia. Namun, pola serupa tercatat beberapa kali dalam operasi Rusia di Laut Hitam dan Baltik, yang sering direspons dengan pengerahan jet cepat NATO. Insiden di lepas pantai Islandia ini menjadi peringatan baru bahwa kawasan kutub utara kini menjadi panggung ketegangan geopolitik antara Rusia dan Barat, dengan kapal induk sebagai magnet utama uji coba kekuatan lawan.
Comments (0)