Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Suriah Bergolak: Kenaikan Harga BBM Picu Gelombang Demonstrasi Besar

Keputusan sepihak pemerintah Suriah memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) memicu ledakan amarah publik di berbagai kota. Kebijakan yang diumumkan seca

Suriah Bergolak: Kenaikan Harga BBM Picu Gelombang Demonstrasi Besar

Keputusan sepihak pemerintah Suriah memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) memicu ledakan amarah publik di berbagai kota. Kebijakan yang diumumkan secara mendadak oleh rezim Damaskus tersebut melipatgandakan harga bahan bakar di tengah hiperinflasi yang telah melumpuhkan daya beli jutaan warga pascakonflik panjang.

Investigasi lapangan menunjukkan bahwa pencabutan subsidi ini memicu kelumpuhan total pada sektor transportasi publik dan distribusi pangan, mendorong ribuan masyarakat turun ke jalan menyuarakan pembangkangan sipil terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Kronologi Kebijakan: Subsidi Dipangkas, Inflasi Meledak

Rangkaian gejolak sosial ini berkembang cepat menyusul dekrit ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pusat:

  1. Pengumuman Dekrit Ekonomi: Presiden Bashar al-Assad menandatangani kenaikan gaji pegawai negeri sebesar 100 persen, namun pada malam yang sama Kementerian Perdagangan Dalam Negeri menghapus subsidi bensin dan solar.
  2. Lonjakan Harga Seketika: Harga solar subsidi melonjak tajam dari 700 pound Suriah menjadi 2.000 pound Suriah per liter, sementara bahan bakar nonsubsidi meroket hingga lebih dari 8.000 pound Suriah per liter.
  3. Mogok Transportasi Massal: Ratusan sopir angkutan umum dan kendaraan logistik menolak beroperasi di Damaskus, Aleppo, dan wilayah selatan karena biaya operasional melampaui tarif resmi.
  4. Eskalasi Aksi Jalanan: Warga di provinsi selatan mulai memblokir jalan raya antarkota dan menutup kantor-kantor institusi pemerintah.

Pusat Perlawanan: Aksi Meluas dari Sweida ke Daraa

Episentrum unjuk rasa berpusat di Provinsi Sweida, wilayah berpopulasi mayoritas Druze yang selama bertahun-tahun cenderung menjaga netralitas relatif dari perang saudara. Demonstran menutup alun-alun utama, mengibarkan spanduk antipemerintah, dan menyerukan reformasi total tata kelola ekonomi.

"Kenaikan harga ini bukan sekadar angka fiskal, melainkan vonis kelaparan bagi keluarga kami. Gaji bulanan kini bahkan tidak cukup untuk membeli bahan bakar selama tiga hari," ungkap seorang aktivis lokal dalam demonstrasi di Sweida.

Aksi solidaritas dengan cepat merembet ke Provinsi Daraa—tempat lahirnya revolusi Suriah lebih dari satu dekade silam. Di berbagai distrik, massa menuntut akuntabilitas pengelolaan sumber daya negara dan mendesak peninjauan ulang seluruh paket kebijakan ekonomi yang dinilai mencekik rakyat miskin.

Dampak Sistemik terhadap Rantai Pasok Nasional

Dampak langsung dari kenaikan harga BBM merembes ke seluruh sendi kehidupan ekonomi warga Suriah:

  • Lonjakan Komoditas Pokok: Biaya distribusi antardaerah naik hingga 150 persen, memicu kenaikan harga roti, sayuran, dan air bersih.
  • Krisis Pasokan Listrik: Generator swasta yang menjadi andalan masyarakat saat pemadaman listrik massal berhenti beroperasi akibat ketiadaan solar terjangkau.
  • Anjloknya Nilai Tukar: Pound Suriah mengalami depresiasi tajam di pasar gelap, menembus rekor terendah di level 15.500 per dolar AS.

Para analis ekonomi menilai langkah pemangkasan subsidi ini mencerminkan krisis kas negara yang akut akibat sanksi internasional dan hilangnya pendapatan minyak domestik. Kendati demikian, tekanan ekonomi ekstrem tanpa jaringan pengaman sosial yang memadai kini menempatkan rezim dalam risiko instabilitas politik baru yang sulit diredam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User