Surabaya Terapkan Sistem Jemput Warga untuk Salurkan Bansos

Pemerintah Kota Surabaya memperkenalkan pendekatan baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan menerapkan sistem antar-jemput warga. Inisiatif ini

Jul 12, 2026 - 01:39
0 0
Surabaya Terapkan Sistem Jemput Warga untuk Salurkan Bansos

Pemerintah Kota Surabaya memperkenalkan pendekatan baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan menerapkan sistem antar-jemput warga. Inisiatif ini digulirkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mengurangi potensi kerumunan yang kerap terjadi saat distribusi massal. Sistem ini diujicobakan di beberapa kelurahan padat penduduk pada pekan kedua September 2025.

Mekanisme Penyaluran Terpadu

Berbeda dari pola konvensional yang mewajibkan warga datang ke titik kumpul, kali ini petugas gabungan dari Dinas Sosial dan kelurahan setempat mendatangi rumah penerima manfaat. Kendaraan operasional disiapkan untuk menjemput warga lanjut usia, penyandang disabilitas, serta penerima yang tinggal di gang sempit. Setelah diverifikasi, bantuan langsung diserahkan di depan rumah tanpa proses antre panjang.

"Kami ingin memutus rantai antrean yang selama ini jadi momok, terutama bagi lansia. Dengan sistem ini, bansos bisa diterima dalam suasana yang jauh lebih manusiawi," ujar Kepala Dinas Sosial Surabaya, Rini Indriyani, saat meninjau pelaksanaan di Kecamatan Sawahan.

Petugas dilengkapi perangkat digital untuk memindai Kartu Keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk elektronik, sehingga data langsung tercatat secara real-time di pusat komando. Sistem ini turut memangkas potensi penyelewengan karena setiap transaksi terekam dalam log terpusat.

Antusiasme dan Respons Warga

Warga menyambut baik langkah ini. Nurhayati, 67 tahun, warga Kelurahan Kupang Krajan, mengaku terbantu karena biasanya harus menempuh 30 menit berjalan kaki menuju balai RW. "Sekarang tinggal tunggu di rumah, petugas datang sendiri. Bantuan langsung diterima tanpa capek," tuturnya.

Namun demikian, beberapa warga mengeluhkan keterlambatan jadwal jemput hingga dua jam karena keterbatasan armada. Pemerintah Kota berjanji menambah unit kendaraan pada tahap berikutnya serta melibatkan karang taruna untuk mempercepat distribusi.

Efektivitas dan Rencana Perluasan

Data sementara mencatat 87% penerima berhasil dijangkau dalam tiga hari pertama, meningkat dibanding metode sebelumnya yang rata-rata hanya mencakup 72% pada periode yang sama. Wali Kota Surabaya menyatakan sistem ini akan dijadikan model bagi kota-kota besar lain di Jawa Timur.

  • Kendaraan terintegrasi: Mobil pick-up dan motor roda tiga disiagakan.
  • Verifikasi digital: Penggunaan QR Code pada undangan bansos.
  • Pemantauan langsung: Aplikasi dashboard untuk memonitor progres harian.

Ke depan, sistem antar-jemput ini juga akan dipadukan dengan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi lansia yang menerima bansos, sehingga satu kunjungan memberikan manfaat ganda.

[SOCIAL_TWEET]: Surabaya coba terobosan baru: bansos diantar-jemput ke rumah warga. Lansia tak perlu antre, bantuan langsung diterima di depan pintu. Siap ditiru kota lain? #BansosSurabaya #InovasiSosial #PelayananPublik[SOCIAL_TG]: 🚛 Warga Surabaya tak perlu lagi antre berjam-jam demi bansos. Kini petugas yang datang ke rumah. Efektif dan manusiawi. #BansosAntarJemput

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User