Sugiono Bertemu Menlu Iran di Sela Pemakaman Ali Khamenei
Mashhad, Iran — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, di s
Mashhad, Iran — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, di sela-sela rangkaian prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di Kota Mashhad. Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) ini menjadi momen penting bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara di tengah suasana duka mendalam rakyat Iran.
Kronologi Pertemuan di Tengah Duka
- Kedatangan Delegasi RI: Sugiono tiba di Bandara Internasional Mashhad pada Jumat malam (10/7/2026) bersama delegasi terbatas. Ia disambut oleh pejabat Kementerian Luar Negeri Iran dan langsung menuju tempat peristirahatan.
- Prosesi Pemakaman: Sabtu pagi, Sugiono mengikuti prosesi pemakaman kenegaraan Ayatollah Khamenei yang dihadiri oleh puluhan kepala negara dan pejabat tinggi dari berbagai negara, termasuk Presiden Turki, Emir Qatar, dan Perdana Menteri Pakistan.
- Pertemuan Bilateral: Usai prosesi, Sugiono dan Araghchi mengadakan pembicaraan tertutup di kompleks makam Imam Reza. Pertemuan ini berlangsung selama sekitar 45 menit, membahas berbagai isu strategis.
- Pernyataan Pers: Kedua menlu kemudian memberikan keterangan pers singkat, menekankan komitmen melanjutkan kerja sama yang telah terjalin.
Isi Pembahasan dan Penguatan Kerja Sama
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya Ayatollah Khamenei. Ia menegaskan bahwa Indonesia memandang Iran sebagai mitra penting di kawasan Timur Tengah. Kedua menlu membahas peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, energi, dan pendidikan. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Iran pada 2025 tercatat mencapai USD 2,3 miliar, dan kedua pihak sepakat menargetkan peningkatan menjadi USD 5 miliar dalam tiga tahun ke depan.
"Kami sepakat untuk mempercepat realisasi perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya, termasuk di sektor energi terbarukan dan teknologi," ujar Sugiono dalam keterangan pers.
Sementara itu, Araghchi mengapresiasi kehadiran Sugiono yang menunjukkan solidaritas kuat Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam mendorong dialog antarbudaya dan perdamaian global melalui forum seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok.
Konteks Regional dan Respons Internasional
Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada 8 Juli 2026 memicu gelombang belasungkawa global. Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, dikenal sebagai figur sentral dalam politik dan spiritualitas Syiah. Pemakamannya di Mashhad menjadi ajang diplomasi tingkat tinggi, di mana sejumlah pertemuan bilateral terjadi secara informal. Kehadiran Sugiono dan pertemuan dengan Araghchi menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kompleks.
Implikasi bagi Diplomasi Indonesia
Pertemuan ini menegaskan kembali diplomasi bebas aktif Indonesia. Dengan menjaga komunikasi intensif dengan Iran, Indonesia dapat memainkan peran sebagai jembatan antara negara-negara Muslim dan mitra Barat. Selain itu, kerja sama energi dengan Iran—yang memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia—dapat mendukung ketahanan energi nasional Indonesia.
[TAGS]: Sugiono, Menlu Iran, Ali Khamenei, Pemakaman, Diplomasi Indonesia Iran[SOCIAL_TWEET]: Menlu Sugiono bertemu Menlu Iran Araghchi di sela pemakaman Ayatollah Khamenei di Mashhad. Kedua negara sepakat tingkatkan perdagangan bilateral jadi USD 5 miliar dalam 3 tahun. #DiplomasiRI #IndonesiaIran #AliKhamenei[SOCIAL_FB]: Di tengah duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Menlu Sugiono memanfaatkan momen pemakaman untuk diplomasi strategis. Apa saja yang dibahas dengan Menlu Iran? Klik selengkapnya.[SOCIAL_TG]: 🤝 Menlu Sugiono bertemu Menlu Iran di Mashhad. Sepakat tingkatkan perdagangan hingga USD 5 miliar. Baca selengkapnya di tautan.[SOCIAL_THREADS]: Sambil melayat, Menlu kita sempetin ngobrol serius sama Menlu Iran. Ternyata ada target dagang ambisius nih. Gas terus diplomasi Indonesia!
Comments (0)