Di tengah dinamika organisasi kemahasiswaan Islam di Indonesia, nama Achmad Donny muncul sebagai figur yang tak hanya memegang kendali finansial, tetapi juga menjadi simbol akuntabilitas dan keterbukaan. Sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), ia memikul tanggung jawab besar dalam mengelola dana organisasi yang membawahi ribuan anggota di seluruh Nusantara.
Kepercayaan yang Diemban
Jabatan bendahara umum dalam organisasi sebesar PB SEMMI bukan sekadar urusan pencatatan keluar-masuk uang. Ini adalah amanah strategis yang menuntut integritas tinggi. Achmad Donny, yang dipercaya menduduki posisi ini, telah menunjukkan dedikasinya melalui serangkaian pelatihan dan pengalaman di bidang manajemen keuangan organisasi nirlaba. Ia dikenal sebagai sosok yang cermat, disiplin, dan menerapkan sistem pelaporan keuangan berbasis digital untuk memudahkan pengawasan oleh seluruh pengurus dan anggota.
Menurut beberapa sumber internal, Donny memiliki latar belakang pendidikan ekonomi syariah yang kuat, sehingga pemahamannya tentang pengelolaan dana bukan hanya dari aspek administratif, tetapi juga dari sisi etika dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam. Hal ini penting mengingat SEMMI kerap menghimpun dana dari donasi publik untuk program-program sosial dan keagamaan.
Inovasi di Bidang Pengelolaan Dana
Salah satu terobosan yang dilakukan Achmad Donny adalah memperkenalkan sistem anggaran partisipatif di lingkungan PB SEMMI. Melalui pendekatan ini, setiap departemen dan pengurus daerah diajak untuk terlibat dalam perencanaan anggaran, bukan sekadar menjadi penerima dana. Hasilnya, terjadi efisiensi penggunaan dana hingga 20 persen dalam periode kepengurusan terakhir.
Tak hanya itu, ia juga menggagas platform dashboard keuangan online yang dapat diakses secara real-time oleh pengurus inti. Langkah ini menjadi jawaban atas tuntutan transparansi dari berbagai pihak, termasuk para alumni dan donatur. "Kami ingin memastikan setiap rupiah yang masuk dan keluar bisa dipertanggungjawabkan, bukan cuma di atas kertas, tapi juga bisa dilihat datanya kapan saja," demikian prinsip yang kerap disampaikannya dalam berbagai forum.
Tantangan di Era Digital
Di era digital, organisasi mahasiswa seperti SEMMI menghadapi tantangan baru: menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya kasus penyalahgunaan dana organisasi. Achmad Donny menyadari betul bahwa transparansi adalah kunci. Untuk itu, ia rajin mengikuti workshop dan sertifikasi terkait financial governance dan audit internal. Ia juga menjalin kerja sama dengan lembaga independen untuk melakukan audit tahunan terhadap laporan keuangan PB SEMMI.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari unsur penasihat organisasi. Sebuah sumber menyebutkan bahwa laporan keuangan PB SEMMI di bawah kendali Donny berhasil meraih opini "wajar tanpa pengecualian" dalam dua tahun berturut-turut—sebuah pencapaian yang jarang terjadi di organisasi kemahasiswaan serupa.
Membangun Kader dengan Literasi Keuangan
Selain mengelola keuangan pusat, Achmad Donny juga aktif menginisiasi program Sekolah Literasi Keuangan bagi kader-kader SEMMI di daerah. Program ini bertujuan membekali mahasiswa Muslim dengan keterampilan mengelola keuangan pribadi, organisasi, bahkan kelak saat mereka terjun ke dunia profesional. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya paham isu sosial-politik, tetapi juga cakap dalam mengatur sumber daya ekonomi.
Kiprahnya di bidang ini menjadikan Donny sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar kepemudaan, di mana ia menekankan pentingnya integritas dan inovasi dalam pengelolaan dana publik. Gaya bicaranya yang lugas dan berbasis data membuat pesan-pesannya mudah dipahami oleh audiens dari latar belakang yang beragam.
Dengan beban tanggung jawab yang tak ringan, Achmad Donny terus membuktikan bahwa jabatan bendahara umum bukan sekadar posisi administratif, melainkan panggilan untuk menjaga amanah dan membangun kepercayaan. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Comments (0)