Sep 03, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Guru Besar Hukum Soroti Pentingnya Pembaruan Sistem Peradilan

Di tengah dinamika sosial dan politik Indonesia, suara dari kalangan akademisi hukum menjadi sangat krusial. Salah satu yang terus menyuarakan pentingnya reformasi di sektor peradilan adalah Prof. Dr....

Guru Besar Hukum Soroti Pentingnya Pembaruan Sistem Peradilan

Di tengah dinamika sosial dan politik Indonesia, suara dari kalangan akademisi hukum menjadi sangat krusial. Salah satu yang terus menyuarakan pentingnya reformasi di sektor peradilan adalah Prof. Dr. Suparji Ahmad, SH., MH, Guru Besar Hukum dari Universitas Al Azhar Indonesia. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman panjang di dunia hukum, ia kerap memberikan pandangan kritis namun konstruktif terhadap berbagai isu hukum nasional.

Latar Belakang dan Dedikasi Akademik

Prof. Suparji Ahmad telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi hukum. Sebagai guru besar, ia tidak hanya mengajar tetapi juga aktif melakukan riset yang menyentuh akar permasalahan hukum di Indonesia. Bidang keahliannya mencakup hukum pidana, hukum tata negara, serta aspek-aspek etika profesi hukum. Dedikasinya dalam mencetak generasi muda sarjana hukum yang berintegritas telah diakui oleh kolega dan mahasiswanya.

Kariernya di Universitas Al Azhar Indonesia menjadi bukti komitmennya terhadap pengembangan ilmu hukum. Ia sering diundang sebagai narasumber di berbagai forum nasional, membahas isu-isu mulai dari pemberantasan korupsi hingga perlindungan hak asasi manusia. Pemikirannya selalu menekankan perlunya keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif.

Pandangan tentang Reformasi Sistem Peradilan

Dalam beberapa kesempatan, Prof. Suparji Ahmad menyoroti lambannya proses reformasi di tubuh lembaga peradilan. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi hukum sangat bergantung pada transparansi dan akuntabilitas para penegak hukum. “Sistem peradilan kita masih menghadapi masalah klasik seperti integritas hakim, akses keadilan bagi masyarakat kecil, dan tumpang tindih regulasi,” ujarnya dalam sebuah diskusi terbatas.

Ia juga mengkritisi budaya hukum yang cenderung positivistik-legalistik tanpa mempertimbangkan nilai-nilai keadilan yang hidup di masyarakat. Baginya, reformasi tidak hanya soal perubahan undang-undang, tetapi juga transformasi budaya hukum di internal aparat penegak hukum. Pendekatan yang holistik mencakup perbaikan rekrutmen, pengawasan ketat, serta peningkatan kesejahteraan hakim dan jaksa mutlak diperlukan.

Kontribusi dalam Isu Hukum Kontemporer

Prof. Suparji Ahmad juga dikenal vokal dalam menyikapi perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap hukum. Di era digital, ia menekankan pentingnya adaptasi aturan untuk menghadapi kejahatan siber tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi. Ia mengingatkan agar revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak menjadi alat kriminalisasi terhadap warga negara yang kritis.

Selain itu, ia kerap menulis dan berbicara tentang urgensi penegakan hukum lingkungan. Menurutnya, kerusakan alam seringkali terjadi karena lemahnya sanksi dan penegakan hukum yang tidak konsisten. Ia mendorong aparat untuk berani menindak korporasi besar yang merusak lingkungan, sebagai wujud keadilan ekologis.

Harapan untuk Masa Depan Hukum Indonesia

Melihat tantangan yang ada, Prof. Suparji Ahmad tetap optimistis. Ia percaya bahwa dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil, sistem hukum Indonesia bisa berbenah. Ia menekankan pentingnya pendidikan hukum yang menanamkan nilai moral sejak dini, bukan sekadar penguasaan pasal-pasal.

Ke depan, ia berharap lahir lebih banyak lulusan hukum yang tidak hanya pandai secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. “Hukum harus menjadi panglima, bukan sekadar alat kekuasaan. Keadilan harus dirasakan oleh semua, bukan hanya mereka yang memiliki akses,” tuturnya.

Dengan konsistensi dan integritas yang ditunjukkan, Prof. Dr. Suparji Ahmad, SH., MH tetap menjadi salah satu tokoh penting dalam lanskap pemikiran hukum Indonesia. Kiprahnya menjadi pengingat bahwa pembaruan hukum bukanlah proyek instan, melainkan perjuangan panjang yang memerlukan keteladanan dan keberanian moral.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User