Skandal CoC Ruangguru: Ghaza Al Ghifari Dicoret Setelah Verifikasi Temukan Pelanggaran
Manajemen Ruangguru akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan Ghaza Muhammad Al Ghifari dari program eksklusif Circle of Champions (CoC). Langkah ini merupakan buntut dari proses verifika...
Manajemen Ruangguru akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan Ghaza Muhammad Al Ghifari dari program eksklusif Circle of Champions (CoC). Langkah ini merupakan buntut dari proses verifikasi internal yang mengungkap serangkaian dugaan pelanggaran berat serta adanya informasi yang sengaja tidak disampaikan oleh yang bersangkutan. Pencoretan ini mengguncang komunitas, mengingat Ghaza sebelumnya dikenal sebagai figur yang cukup vokal dan dihormati.
Profil Singkat Ghaza Al Ghifari
Ghaza Muhammad Al Ghifari bergabung dengan CoC pada awal 2022. Pria kelahiran 2001 ini diketahui sedang menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas negeri ternama di Indonesia. Dalam komunitas, ia dikenal produktif membagikan tips belajar dan sering menjadi mentor dalam berbagai sesi webinar. Portofolionya mencantumkan sederet prestasi membanggakan, mulai dari juara olimpiade sains hingga lolos seleksi program kepemimpinan bergengsi. Namun, semua klaim itu kini berada di bawah sorotan.
Fungsi dan Nilai Circle of Champions
Circle of Champions bukan sekadar komunitas biasa. Program ini dibentuk Ruangguru untuk mewadahi para pengguna yang telah menunjukkan performa akademik unggul dan semangat berbagi. Anggota CoC mendapatkan berbagai fasilitas, seperti akses ke konten premium, pelatihan khusus, serta peluang kolaborasi langsung dengan tim Ruangguru. Karena itulah, standar integritas yang diterapkan sangat tinggi. Setiap anggota wajib menjaga transparansi dan kejujuran dalam setiap data yang mereka berikan.
Kronologi Pencoretan
Benang merah kasus ini mulai terurai pada pertengahan Mei 2025, saat tim audit internal Ruangguru menjalankan evaluasi rutin terhadap basis data anggota. Menurut narasumber dekat investigasi yang berbicara secara anonim, "Awalnya kami menemukan inkonsistensi kecil pada klaim prestasi yang dilaporkan. Namun saat dilakukan pendalaman, justru terbuka hal-hal yang jauh lebih krusial."
Proses verifikasi berlangsung intensif selama hampir tiga pekan. Tim tidak hanya memeriksa dokumen yang telah diunggah, tetapi juga menghubungi pihak ketiga, seperti penyelenggara kompetisi dan instansi terkait. Hasilnya mengejutkan: beberapa sertifikat yang diunggah Ghaza tidak terdaftar di basis data resmi. Lebih lanjut, tim menemukan bahwa Ghaza pernah dikenai sanksi non-akademik oleh kampusnya terkait pelanggaran etika, sebuah fakta yang sama sekali tidak diungkapkan dalam formulir pendaftaran CoC.
Pada 10 Juni 2025, setelah seluruh bukti terkumpul, manajemen Ruangguru mengeluarkan surat pemberitahuan resmi. Surat tersebut menyatakan bahwa status keanggotaan Ghaza di CoC dicabut permanen. Keputusan ini, menurut keterangan resmi, bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Daftar Pelanggaran yang Ditemukan
Berdasarkan dokumen internal yang dikonfirmasi oleh beberapa sumber, pelanggaran tersebut mencakup tiga poin utama:
1. Pemalsuan Prestasi dan Dokumen
Ghaza diduga kuat mengunggah sejumlah sertifikat dan surat keterangan pemenang lomba yang tidak dapat diverifikasi. Saat ditelusuri, panitia kegiatan terkait tidak memiliki catatan partisipasi atas nama yang bersangkutan. Hal ini memicu dugaan adanya manipulasi digital pada dokumen yang diserahkan.
2. Klaim Pengalaman Mentoring Fiktif
Dalam profil CoC-nya, Ghaza mengklaim telah membimbing lebih dari 50 siswa hingga berhasil masuk perguruan tinggi impian. Namun, saat tim verifikasi meminta daftar nama dan bukti pendukung, ia gagal menyediakan data yang valid. Beberapa nama yang diberikan bahkan tidak dikenal oleh siswa bimbingan belajar Ruangguru.
3. Penyembunyian Sanksi Akademik
Temuan paling mengejutkan adalah adanya hukuman akademik yang dijatuhkan oleh universitas Ghaza akibat tindakan plagiarisme. Fakta ini disembunyikan selama proses seleksi CoC. Jika diungkap sejak awal, Ghaza kemungkinan besar tidak akan lolos tahap penyaringan.
Respons Komunitas dan Langkah Selanjutnya
Kabar pencoretan ini menyebar cepat di kalangan internal CoC. Sebagian besar anggota mengaku terkejut. "Kami tidak menduga. Selama ini dia terlihat sangat berdedikasi," ujar seorang anggota yang enggan disebutkan namanya. Di sisi lain, banyak yang mengapresiasi ketegasan Ruangguru dalam menegakkan aturan.
Untuk mencegah insiden serupa, Ruangguru dikabarkan akan memperbarui sistem verifikasi dengan teknologi digital footprint dan mewajibkan anggota untuk menandatangani pakta integritas yang lebih ketat. Ghaza sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan publik ataupun klarifikasi atas temuan-temuan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era keterbukaan informasi, reputasi tidak bisa hanya dibangun dari klaim. Integritas dan kejujuran tetap menjadi fondasi utama, terutama di komunitas yang mengedepankan prestasi dan keteladanan seperti Circle of Champions.
Baca juga:
Comments (0)